Senin, 07 Oktober 2013

CARBON CAPTURE & STORAGE

Penangkapan dan Penyimpanan Karbon (Carbon Capture & Storage)

Teknologi Penangkapan dan Penyimpanan Karbon secara geologi  (CCS, Carbon Capture & Storage) adalah satu-satunya teknologi yang tersedia saat ini yang memungkinkan pengurangan dalam jumlah sangat besar utnuk emisi CO2 yang dilepaskan ke atmosfer dari bahan bakar fosil pada skala yang dibutuhkan.

Kegagalan dalam menggalakkan teknologi CCS secara luas akan menghambat upaya-upaya internasional untuk mengatasi perubahan iklim. The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC)  - badan termuka mengenai ilmu iklim - telah mengidentifikasi CCS sebagai teknologi penting untuk menstabilkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer secara ekonomis dan efisien. IPCC menemukan bahwa CCS dapat memberikan kontribusi hingga 55% dari upaya mitigasi kumulatif di tahun 2100 sekaligus mengurangi biaya stabilisasi yang harus dikeluarkan oleh masyarakat hingga 30% atau lebih.

CCS dibutuhkan di sejumlah sektor yang diperlukan untuk dapat mengatasi emisi CO2, termasuk pembangkit listrik berbahan bakar fosil (batubara, gas dan minyak), baja, aluminium, semen dan bahan kimia.

Peran CCS
Saat ini, sudah ada peningkatan kesadaran bahwa perkembangan teknologi harus menjadi bagian dari solusi untuk perubahan iklim. Hal ini terutama berlaku untuk batubara karena penggunaannya terus berkembang di negara-negara besar, termasuk China dan India. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan batubara telah meningkat pada level rata-rata 4,9% per tahun, lebih cepat daripada bahan bakar lainnya.

Permintaan energi primer dunia terus meningkat, terutama didorong oleh pertumbuhan kebutuhan energi negara-negara berkembang. Proyeksi terbaru memperkirakan pertumbuhan energi meningkat 40% antara tahun 2007 hingga 2030. Hampir 90% dari peningkatan permintaan energi didorong oleh kebutuhan negara-negara berkembang, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan standar hidup yang meningkat. China dan India sendiri akan mencapai porsi lebih dari 50% dari total kenaikan. Penggunaan batubara diperkirakan akan meningkat lebih dari 60% selama periode yang sama, dengan negara-negara berkembang bertanggung jawab atas 97% dari peningkatan ini, terutama untuk memenuhi tingkat penetrasi elektrifikasi.

Tujuan untuk mengatasi perubahan iklim secara internasional hanya dapat dicapai jika emisi dari bahan bakar fosil berkurang drastis. Sambil meningkatkan efisien bahan bakar fosil yang digunakan, CCS adalah satu-satunya teknologi yang tersedia saat ini yang dapat menyelaraskan peningkatan penggunaan bahan bakar fosil dengan tujuan antisipasi perubahan iklim. CCS diperlukan untuk mengurangi emisi dari berbagai sektor industri termasuk pembangkit listrik berbahan bakar batubara dan gas, pemurnian minyak bumi, dan produksi baja dan besi, pembuatan semen dan produksi bahan kimia.

The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa CCS dapat memberikan kontribusi antara 15-55% dari upaya pengurangan emisi kumulatif sampai 2100, dengan memberikan peran sentral dalam portofolio teknologi rendah karbon yang diperlukan untuk mengatasi perubahan iklim. Badan Energi Internasional (IEA) telah mempelajari sejumlah skenario global pengurangan gas rumah kaca dan menyimpulkan bahwa CCS adalah "teknologi tunggal paling baru yang penting  untuk penyimpanan CO2" baik di pembangkit listrik maupun industri. IEA menemukan bahwa mencoba untuk menstabilkan emisi tanpa CCS diperkirakan mengeluarkan biaya 78% lebih mahal, setara dengan US $ 4,7 triliun antara tahun 2010 dan 2050.

0 komentar:

BRO COAL PROJECT

BRO COAL PROJECT

BRO COAL PROJECT

GEG

GEG

GP

CARBON COUNTER

ENERGY NEWS

NEWS

COAL PROJECT

AREA TAKE OVER

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls
Perlu Info Kontak Kami di Email kami:mars4302@yahoo.co.id Hp 082380937425