Sabtu, 08 Februari 2014

SWABAKAR UNDERGROUND

Terjadinya swabakar batu bara dalam tambang bawah tanah, dipengaruhi oleh beberapa parameter, diantaranya ketersediaan oksigen, kondisi gas methan, CO dan CO2 yang berada di atas ambang batas serta parameter pemicu lainnya seperti adanya penyulut akibat terjadinya pergesekan peralatan dan lain sebagainya. Penelitian bertujuan untuk mengembangkan sistem pemantauan secara terpusat pada pencegahan kebakaran batu bara serta mengurangi dampak terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja tambang dan lingkungan. Metodologi meliputi: pengecekan peralatan; uji alat sebelum pemasangan; pelacakan jaringan sensor dan pemasangan alat instalasi sensor dalam tambang, kalibrasi sensor, pemasangan receiver dan AC ruang kontrol serta uji coba pengiriman data dari dalam tambang.
Pengujian alat sebelum pemasangan dilakukan untuk mengetahui kelayakan alat, untuk selanjutnya dilakukan pemasangan peralatan pengujian sensor, pelacakan jaringan sensor serta kalibrasi. Inspeksi jaringan sensor dan perbaikan beberapa jalur transmisi dilakukan mengingat ditemukan beberapa bagian jalur yang terputus akibat longsor. Pemasangan sensor baru dibutuhkan pekerjaan ekstra, karena sistem perkabelan yang lama perlu penelusuran sepanjang jalur untuk memastikan kondisi kabel, penyambungan ulang dan lain sebagainya. Pemasangan instalasi peralatan sensor di tambang bawah tanah, dilakukan di lokasi Sawah Luhung untuk sensor CO dan temperatur yang merupakan parameter utama terhadap indikator terjadinya swabakar batu bara. Beberapa sensor seperti CH4, CO2, CO dan sensor aliran udara telah dipasang sebelumnya. Sedang sensor temperatur dan sensor CO, dipasang di daerah J-76 dan sekitar J-70, J-69 dan J68. Penempatan sensor-sensor di lokasi tersebut didasarkan atas pertimbangan lokasi kegiatan development, aliran udara ventilasi serta kerentanan swabakar batu bara dan lapisan batu bara. Adapun daerah daerah sekitar J-70, J69 dan J68 merupakan daerah aliran udara kotor (return airways) ventilasi, sehingga gas CO dapat mudah terdeteksi di daerah tersebut. Dua belas (12) sensor temperatur ditanam pada 12 lubangdi dinding lubang bukaan sekitar J-76, Kalibrasi dilakukan terhadap sensor swabakar temperatur tersebut, agar diperoleh data bacaan kondisi suhu pada lapisan batu bara yang akurat. Selain pemesangan sensor alat, juga dilakukan pemasangan AC untuk menstabilkan suhu ruang kontrol sistem pemantauan terpusat.
Hasil pemantauan pada uji coba pengiriman data ke ruang kontrol terpusat, memperlihatkan adanya beberapa data peralatan seperti Switch transmitter, sensor CO masih belum berfungsi dengan baik, pada uji coba tersebut bacaan rekaman (recorded reading) menunjukkan angka yang minus.

0 komentar:

BRO COAL PROJECT

BRO COAL PROJECT

BRO COAL PROJECT

GEG

GEG

GP

CARBON COUNTER

ENERGY NEWS

NEWS

COAL PROJECT

AREA TAKE OVER

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls
Perlu Info Kontak Kami di Email kami:mars4302@yahoo.co.id Hp 082380937425