Rabu, 18 Juni 2014

MINERAL NON LOGAM

INVENTARISASI DAN EVALUASI MINERAL NON LOGAM
DI KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR, PROVINSI SUMATERA SELATAN DAN
KABUPATEN TULANG BAWANG, PROVINSI LAMPUNG
M. Sodik Kaelani,Tisna Sutisna,Irwan Muksin,TotoTeddy Kusumah
Kelompok Program Penelitian Mineral
S  A  R  I

Daerah inventarisasi dan evaluasi mencakup 2 Kabupaten yaitu Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Kabupaten Ogan komering Ilir terletak pada koordinat 104º 41? 20.14? BT sampai - 106º 05' 16.91" BT dan -2º  23'  29.37" LS sampai -4º 15' 44.41" LS dan Kabupaten Tulang Bawang terletak pada 104º 53' 35.95" BT sampai 105º 54' 48.24" BT dan -3º 43' 38.12" LS sampai -4º 45' 27.91" LS. Kabupaten Ogan Komering Ilir dengan Ibukota Kayu Agung terdiri dari 12 Kecamatan 283 desa, sedangkan Kabupaten Tulang Bawang dengan Ibukota Menggala terdiri dari 24 Kecamatan dan 240 desa. Daerah penyelidikan disusun oleh berbagai macam formasi batuan yang dipengaruhi oleh struktur geologi yang dibeberapa tempat tertentu disertai dengan kegiatan intrusi. Kegiatan intrusi tersebut memungkinkan terbentuknya zona-zona ubahan yang mempunyai kemungkinan besar akan dapat diketemukannya daerah mineralisasi yang mengandung komoditi bahan galian.      Beberapa jenis bahan galian non logam yang terdapat di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Kabupaten Tulang Bawang  adalah berupa granit, pasir kuarsa, kaolin dan lempung.
PENDAHULUAN
Pengelolaan sumber daya alam pada umumnya dan sumber daya bahan galian (bahan galian tambang) mengalami perubahan/penyesuaian kebijakan sejak adanya Undang-undang Otonomi Daerah yang mulai berlaku pada awal tahun 2001.
Dengan paradigma baru tersebut pengelolaan pemerintahan dari sentralisasi menjadi desentralisasi terkait dengan pelaksanaan otonomi daerah yang lebih mendukung dan mendorong setiap daerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerahnya. Pengembangan kegiatan pertambangan di daerah  merupakan salah satu sumber penghasilan yang dapat diandalkan, sehingga penting mendapatkan perhatian yang lebih optimal.
Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Inventarisasi dan Evaluasi Bahan Galian MIneral Non Logam, Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2006, dalam hal ini Kelompok Program Penelitian  Mineral, Pusat Sumber Daya Geologi mengadakan kegiatan Inventarisasi dan Evaluasi Mineral Non Logam di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung.
GEOLOGI
Berdasarkan Peta-Peta Geologi yang telah dipublikasikan dan mencakup daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, antara lain :
  1. Peta Geologi Lembar Palembang, Sumatera, skala 1 : 250.000 (Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, S. Gafoer, drr., 1995).
  2. Peta Geologi Lembar Baturaja, Sumatera, skala 1 : 250.000 (Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, S. Gafoer, drr., 1993).
  3. Peta Geologi Lembar Lahat, Sumatera, skala 1 : 250.000 (Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, S. Gafoer, drr., 1986).
  4. Peta Geologi Lembar Tulung Selapan, Sumatera, skala 1 : 250.000 (Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, S. Andi Mangga, drr., 1993).
  5. Peta Geologi Lembar Menggala, Sumatera, skala 1 : 250.000 (Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, G. Burhan, drr., 1993).
Daerah penyelidikan disusun oleh berbagai macam formasi batuan yang dipengaruhi oleh struktur geologi yang di beberapa tempat tertentu, disertai dengan kegiatan intrusi. Kegiatan intrusi tersebut memungkinkan terbentuknya zona-zona ubahan yang mempunyai kemungkinan besar akan dapat ditemukannya daerah mineralisasi yang mengandung  komoditi bahan galian.
Kabupaten Ogan Komering Ilir
Formasi-formasi batuan yang terdapat di daerah penyelidikan berturut-turut dari tua ke muda  sebagai berikut : Batuan  Intrusi  Granit   (Jgr / Gr),   Formasi  Air  Benakat   (Tma), Formasi  Muara  Enim  (Tmpm), Formasi   Kasai   (Qtk), Pasir Kuarsa   (Qak), Endapan  Rawa   (Qs), Endapan  Aluvium   (Qa).
Kabupaten Tulang Bawang
Formasi-formasi batuan yang terdapat di daerah penyelidikan berturut-turut dari tua ke muda  sebagai berikut : Formasi  Muara  Enim  (Tmpm), Formasi   Kasai   (Qtk), Formasi   Terbanggi   (Qpt), Pasir Kuarsa   (Qak), Endapan  Rawa   (Qs), Endapan  Aluvium   (Qa).
POTENSI MINERAL NON LOGAM
Kabupaten Ogan Komering Ilir
Setelah dilakukan  inventarisasi dan evaluasi, baik hasil lapangan serta hasil  kajian pustaka di Kabupaten Ogan Komering Ilir terdapat 18 (delapan belas) lokasi bahan galian mineral non logam berupa : Granit 2 (dua) lokasi , pasir kuarsa  4 (empat)  lokasi,  kaolin 2 (dua)  lokasi  dan   lempung  10 ( sepuluh ) lokasi.
Granit
Di daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir, granit dijumpai pada Satuan Batuan Intrusi Granit yang merupakan batuan tertua atau batuan dasar.      
  1. Diketemukan di Bukit Batu Desa Air  Rumbai, Kecamatan Pampangan granit di daerah ini berwarna hijau kehitaman,  tekstur kristal faneritik , bersusunan mikrolin, ortoklas, plagioklas, kuarsa dan biotit. Granit di daerah ini mempunyai luas sebaran sekitar 50 ha, tebal 25 m berat jenis 2,8 sehingga  sumber daya  hipotetik diperkirakan   mencapai  35.000.000   ton . Granit di daerah ini telah sebagian ditambang untuk dibuat batu split dipergunakan untuk perkerasan badan jalan.
  2. Ditemukan di Desa Ujungtanjung, Kecamatan Tulung Selapan, granit di daerah ni berwarna putih kehijauan sampai hijau kehitaman, tekstur kristal faneritik, bersusunan mikrolin, ortoklas, plagioklas, kuarsa dan biotit mempunyai luas sebaran 20 ha, tebal 15 m, berat jenis standart  (sekunder) 2,8 Sumber daya hipotetik mencapai 8.500.000  ton.
Lempung
 Lempung terbentuk akibat proses sedimentasi hasil rombakan batuan yang telah ada, berukuran kurang dari 4 mikron dan memperlihatkan sifat plastis bila dicampur dengan air.
  1. Ditemukan di Desa Batuampar, kecamatan Sirah Pulau Padang.  Lempung di daerah ini berwarna putih ke abu-abuan, bersifat plastis dan telah diusahakan oleh penduduk setempat untuk pembuatan batubata dijual dengan harga Rp.350,-/ buah. Sebaran lempung di daerah ini cukup luas mencapai 50 ha dengan ketebalan  2 m sumber daya hipotetik 3.000.000 ton.
  2. Ditemukan di Desa Kijang ulu, kecamatan kota Kayu Agung. Mata pencaharian penduduk desa ini kebanyakan pembuat batubata, lempung didaerah ini berwarna putih keabu-abuan plastis berbutir halus, dibuat batubata dengan ukuran 10 cm x 20 cm. Luas sebaran lempung di daerah ini mencapai 100 ha dengan ketebalan 2 m sumber daya hipotetik 6.000.000 ton.
  3. Ditemukan di Desa Talang Pangeran, kecamatan Tanjung Lubuk. Lempung berwarna  coklat keputihan bersifat pasiran, telah diusahakan oleh penduduk setempat untuk pembuatan batubata luas sebaran 50 ha ketebalan mencapai 3 m sumberdaya hipotetik 4.500.000 ton.
  4. Ditemukan di  Desa Teluk Gelam, kecamatan Tanjung Lubuk. Lempung berwarna abu-abu kemerahan bersifat plastis, halus luas sebaran diperkirakan 75 ha , ketebalan 2 m, sumber daya hipotetik mencapai 4.500.000 ton. Lempung di daerah ini juga telah diusahakan penduduk setempat untuk pembuatan batubata untuk keperluan setempat.
  5. Ditemukan di  Desa Bunut, Kecamatan Tanjung Lubuk. Lempung berwarna abu-abu kecoklatan bersifat agak pasiran, sebaran lempung didaerah ini sekitar  25 ha dengan ketebalan 2 m, sumber daya hipotetik 1.500.000 ton.
  6. Ditemukan di Desa Sepucuk kecamatan Pedamaran. Lempung berwarna putih ke abu-abuan bersifat plastis bila kena air. Di daerah ini lempung telah diusahakan oleh penduduk setempat untuk pembuatan batubata dengan ukuran 10 cm x 20 cm dijual dengan harga Rp.400,-/ buah mutu batubata di daerah ini cukup bagus dibandingkan dengan daerah-daerah sekitarnya. Luas Sebaran sekitar 50 ha dengan ketebalan 2 m dan sumbe daya hipotetik 3.000.000 ton.
  7. Ditemukan di Desa Gading Rejo kecamatan Pedamaran. Lempung berwarna putih ke abu-abuan bersifat agak pasiran. Di daerah Gading Rejo in lempung telah diusahakan untuk pembuatan batubata dan genting untuk keperluan setempat. Luas sebaran diperkirakan 30 ha dengan ketebalan 3 m, sumber daya hipotetik  2.750.000 ton.
  8. Ditemukan di Desa Sidomulyo, kecamatan Sungai Menang. Lempung berwarna abu-abu keputihan, bersifat plastis dan sedikt agak pasiran. Lempung di daerah ini telah diusahakan oleh penduduk setempat untuk pembuatan batubata dijual dengan harga Rp.350.-/buah, luas sebaran diperkiranan 25 ha dengan ketebalan 2 m, sumber daya hipotetik 1.500.000 ton.
  9. Ditemukan di Desa Muara Burnai, kecamatan Lempuing. Lempung berwana abuabu keputihan bersifat plastis. Luas sebaran mencapai 40 ha dengan ketebalan 2,5 m, sumber daya hipotetik  2.800.000 ton dan didaerah ini lempung diusahakan untuk pembuatan batubata.
  10. Ditemukan di  Desa Tugu Agung, kecamatan Lempuing. Lempung didaerah ini berwarna putih keabu-abuan bersifat plastis, lempung didaerah ini teleh diusahakan penduduk setempat dalam pembuatan batubata. Luas sebaran 30 ha dengan ketebalan 2 m, sumber daya hipotetik  2.000.000 ton.
Kaolin
Kaolin terjadi dari hasil pelapukan yang kuat dari batuan-batuan kristalin, terutama yang bersifat asam seperti granit, diorit, dasit dan sebagainya. Proses pelapukan ini biasanya proses pelapukan kimiawi atau alterasi hidrotermal.
  1. Ditemukan di Desa Kota Raya, Kecamatan Kota Kayu Agung. Kaolin berwarna putih, bersifat plastis, halus ditemukan pada galian sumur penduduk pada kedalaman 5 – 7 m, sebaran dan sumber daya tidak dapat dihitung  secara pasti .
  2. Ditemukan di Desa Sepucuk, Kecamatan Pedamaran. Kaolin di daerah ini berwarna putih, halus dan bersifat plastis. Kaolin ditemukan pada penggalian sumur dekat lahan untuk perkebunan kelapa sawit dengan ketebalan 3 m, luas sebaran 10 ha  , berat jenis 2,5 , sumber daya hipotetik 750.000 ton.
Pasir Kuarsa
Pasir kuarsa di daerah ini sebagian besar terdapat sebagai endapan pantai dan sebagian lagi ditemukan pada sungai-sungai yang mengering.
  1. Ditemukan di Desa Penyandingan, Kecamatan Teluk Gelam. Pasir kuarsa di daerah ini berwarna putih keabu-abuan pada keadaan basah, berbutir halus sampai sedang. Diambil dari sungai Komering perhari mencapai 50 m3  dengan harga jual Rp. 60.000/truk.
  2. Ditemukan di Lebung Gajah Desa Sungai Pasir, Kecamatan Cengal. Pasir kuarsa didaerah ini merupakan endapan pantai Berwarna putih dengan kilap terang hingga agak keabu-abuan berbutir halus hingga kasar. Luas sebaran mencapai  300 ha dengan ketebalan 6 m diperkirakan sumber daya hipotetik 50.000.000 ton.
  3. Ditemukan di Bukit Tujuh Desa Sungai Pasir, Kecamatan Cengal. Pasir kuarsa didaerah ini merupakan endapan pantai, berwarna  putih hingga agak keabu-abuan berbutir halus sampai agak kasar. Luas sebaran mencapai 280 ha dengan ketebalan 5 m sumber daya hipotetik  40.000.000 ton.
  4. Ditemukan di Desa Muara Burnai, Kecamatan Lempuing, pasir kuarsa berwarna putih kecoklatan, berbutir halus sampai sedang, luas sebaran 40 ha dengan ketebalan 2,5 m, sumber daya hipotetik 2.700.000 ton.
Kabupaten Tulang Bawang
Setelah dilakukan inventarisasi dan evaluasi, baik hasil lapangan serta hasil kajian pustaka di Kabupaten Tulang Bawang terdapat 12 (duabelas) lokasi bahan galian mineral non logam berupa : pasir kuarsa  7 (tujuh) lokasi, dan lempung  5 (lima)  lokasi.
Pasir Kuarsa
Pasir kuarsa di daerah ini sebagian besar terdapat sebagai endapan pantai dan sebagian lagi ditemukan pada sungai-sungai yang mengering.
  1. Ditemuakn di Sungai Pedada, Kecamatan Banjar Agung. Pasir kuarsa di daerah ini berwarna putih kecoklatan pada keadaan basah, berbutir halus sampai sedang. Diambil dari pinggir Sungai Pedada  luas sebaran diperkirakan  75 ha dengan ketebalan 2 m sumber daya hipotetik 4.000.000 ton.
  2. Ditemukan di Sungai Bujuk Desa Umbul Bujuk, Kecamatan Way Serdang. Pasir kuarsa didaerah ini merupakan endapan sungai .Berwarna putih dengan kilap terang hingga agak keabu-abuan berbutir halus hingga kasar. Luas sebaran mencapai  20 ha dengan ketebalan 2 m diperkirakan sumbe rdaya hipotetik 1.100.000 ton.
  3. Ditemukan di Desa Benil, Kecamatan Simpang Pematang. Pasir kuarsa didaerah ini berwarna  putih hingga agak keabu-abuan berbutir halus sampai agak kasar. Luas sebaran mencapai 30 ha dengan ketebalan 3 m, sumber daya hipotetik  2.500.000 ton.
  4. Ditemukan di Desa Batu Ampar, Kecamatan Rawa Jitu Utara. Pasir kuarsa berwarna putih kecoklatan, berbutir halus sampai sedang, luas sebaran 40 ha dengan ketebalan 2,5 m sumberd aya hipotetik 2.700.000 ton.
  5. Ditemukan di Desa Batu Ampar, Kecamatan Penawar Tama. Pasir kuarsa di daerah ini berwarna putih berbutir sedang sampai kasar setempat-setempat berwana keabu-abuan. Pasir kuarsa telah diusahakan penduduk setempat sebagai bahan bangunan dengan harga Rp 50.000,-/truk. Luas sebaran 30 ha dengan ketebalan 2 m, sumber daya hipotetik  1.250.000 ton .
  6. Ditemukan di Desa Panaragan Kampung Kecamatan Pagar Dewa, pasir kuarsa berwarna putih berbitir halus sampai sedang. Telah diusahakan penduduk untuk keperluan bahan bangunan dengan harga Rp. 25.000.-/m3 ,luas sebaran mencapai 100 ha dengan ketebalan 2 m, sumber daya hipotetik  5.400.000 ton.
  7. Ditemukan di Desa Menggala, Kecamatan Menggala. Pasir kuarsa berwarna putih berbitir halus sampai sedang., uas sebaran mencapai 40 ha dengan ketebalan 2 m, sumbe rdaya hipotetik  2.000.000 ton.
Lempung
Lempung terbentuk akibat proses sedimentasi hasil rombakan batuan yang telah ada, berukuran kurang dari 4 mikron dan memperlihatkan sifat plastis bila dicampur dengan air.
  1. Ditemukan di Desa Wirabangun, Kecamatan Simpang Pematang. Lempung di daerah ini berwarna putih ke abu-abuan, bersifat plastis dan telah diusahakan oleh penduduk setempat untuk pembuatan batubata dijual dengan harga Rp.300,-/ buah. Sebaran lempung di daerah ini cukup luas mencapai 40 ha dengan ketebalan  2 m sumber daya hipotetik 2.500.000 ton.
  2. Ditemukan di Blok Air Putih, Desa Mekartitama, Kecamatan Rawa Jitu Utara., lempung didaerah ini berwarna putih keabu-abuan plastis berbutir halus, dibuat batubata dan genteng untuk keperluan setempat. Luas sebaran lempung di daerah ini mencapai 50 ha dengan ketebalan 2 m sumber daya hipotetik 2.800.000 ton.
  3. Ditemukan di Desa Sidang Gunung Tiga, Kecamatan Rawa Jitu Utara. Lempung berwarna  coklat keputihan bersifat pasiran, telah diusahakan oleh penduduk setempat untuk pembuatan batubata luas sebaran 50 ha ketebalan mencapai 3 m sumber daya hipotetik 4.250.000 ton.
  4. Ditemukan di Desa Batu Ampar, Kecamatan Rawa Jitu Utara. Lempung berwarna abu-abu kemerahan bersifat plastis, halus luas sebaran diperkirakan 40 ha dengan ketebalan 2 m sumber daya hipotetik mencapai 2.200.000 ton. Lempung di daerah ini juga telah diusahakan penduduk setempat untuk pembuatan batubata untuk keperluan setempat.
  5. Ditemukan di Desa Panaragan Kampung, Kecamatan Pagar Dewa. Lempung berwarna abu-abu kecoklatan bersifat agak pasiran, sebaran lempung didaerah ini sekitar  25 ha dengan ketebalan 2 m sumber daya hipotetik 1.500.000 ton.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan Kesimpulan
Setelah dilakukan inventarisasi dan evaluasi, baik hasil lapangan serta hasil kajian dari berbagai sumber pustaka, di Kabupaten Ogan Komering Ilir terdapat 18 (delapan belas) lokasi bahan galian mineral non logam berupa :  Granit 2(dua) lokasi, pasir kuarsa 4 (empat) lokasi, lempung 10 (sepuluh) lokasi dan kaolin 2 (dua) lokasi .
Di Kabupaten Tulang Bawang terdapat 12 (dua belas) lokasi bahan galian mineral non logam berupa : pasir kuarsa  7 (tujuh) lokasi dan lempung 5 (lima) lokasi,
Dari kajian potensi beberapa mineral non logam  yang mungkin dapat dikembangkan adalah :
Kabupaten Ogan Komering Ilir
  1. Granit
Berdasarkan sebaran geologi dan peta topografi, granit di wilayah ini mempunyai luas 50 ha, dengan ketinggian kurang lebih 25 m, diperkirakan sumber daya hipotetiknya 35.000.000 ton.
  1. Pasir kuarsa
Endapan pasir kuarsa  di lebung Gajah Desa Sungai Pasir, Kecamatan Cengal mempunyai sebaran 300 ha dengan ketebalan 6 m, sumber daya hipotetik 50.000.000 ton.
Kabupaten Tulang Bawang
Endapan pasir kuarsa  di Desa Panaragan Kampung, kecamatan Pagar Dewa mempunyai sebaran 100 ha dengan ketebalan 2 m, sumber daya hipotetik 5.400.000 ton.
Saran
Dalam rangka optimalisasi pemanfaatan sumber daya mineral pihak PEMDA perlu melakukan inventarisasi  dan evaluasi potensi yang ada di daerahnya, agar dapat mengetahui potensi yang ada dalam mengembangkan daerahnya dari sektor pertambangan.
Semua hasil kegiatan eksplorasi serta daerah yang telah dieksploitasi dicatat dan disimpan dengan format yang baik, dalam rangka Penyusunan  Neraca Sumber Daya Mineral di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan  dan Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung.
Perlu mempelajari  semua produk Standar Nasional Indonesia (SNI) yang dihasilkan Departemen Energi Dan Sumber Daya Mineral, dalam rangka pembinaan serta pengelolaan sumber daya mineral secara optimal.
DAFTAR PUSTAKA
1. Mangga S.A, Sukardi dan Sidarto., dkk., 1993, Pemetaan geologi lembar Tulung Selapan, Sumatera, skala 1 : 250.000,  Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Bandung.
2. Gafoer S., dkk., 1986, Pemetaan geologi lembar Lahat, Sumatera Selatan, skala 1 : 250.000, Pusat Penelitian Dan Pengembangan Geologi Bandung.
3. Gafoer,S., dkk., Pemetaan geologi lembar Baturaja, Sumatera, skala 1 : 250.000, 1994, Pusat Penelitian Dan Pengembangan Geologi Bandung.
4. Burhan,G., dkk., 1993, Pemetaan geologi lembar Menggala, Sumatera, skala 1 : 250.000, Pusat Penelitian Dan Pengembangan Geologi Bandung.
5. Zenith,A., dkk, 1998,  Eksplorasi Ball Clay di Menggala Kabupaten Tulang Bawang, Direktorat Sumber Daya Mineral,.
6.  ................, 2004, Kabupaten Ogan Komering Ilir dalam angka, Badan  Pusat  Statistik, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan.
7. ................, 2004, Kabupaten Tulang Bawang dalam angka, Badan  Pusat Statistik, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung.

0 komentar:

BRO COAL PROJECT

BRO COAL PROJECT

BRO COAL PROJECT

GEG

GEG

GP

CARBON COUNTER

ENERGY NEWS

NEWS

COAL PROJECT

AREA TAKE OVER

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls
Perlu Info Kontak Kami di Email kami:mars4302@yahoo.co.id Hp 082380937425