Kamis, 08 November 2012

KABUPATEN SOLOK SELATAN ( NAGARI EMAS)

Arti dan Makna tulisan dan gambar pada lambang daerah adalah : 1. Kata KABUPATEN SOLOK SELATAN bertulisan putih yang berlatar belakang merah maksudnya adalah dengan niat yang suci dan bersih serta diiringi semangat kebersamaan dan keberanian, masyarakat Kabupaten Solok Selatan berupaya mewujudkan cita-cita dan tujuan bersama. 2. Warna Kuning Emas merupakan perlambangan dari potensi Kabupaten Solok Selatan yang berharga dan bernilai. 3. Gubah Masjid pada bagian atas terdapat gambar bulan dan bintang sebagai simbol Islam, artinya Masyarakat Solok Selatan pada umumnya menganut Agama Islam yang kuat serta taat pada aturan dan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari, sesuai dengan falsafah Adat Minangkabau Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah. 4. Bentuk Rumah Gadang (Rumah Adat Minangkabau) maksudnya Kabupaten Solok Selatan berada dalam daerah Minangkabau dan dalam kehidupan sehari-hari menjalankan aturan-aturan adat yang bersandikan kepada norma-norma agama. 5. Gonjong yang berjumlah 7 (tujuh) buah merupakan tanggal peresmian Kabupaten Solok Selatan yaitu tanggal 7 Januari, dan pada umumnya rumah gadang yang terdapat di Kabupaten Solok Selatan Gonjongnya berjumlah 7 (tujuh). 6. Latar Belakang yang berwarna Hijau Muda berbentuk Gunung bermakna bahwa Kabupaten Solok Selatan dikelilingi oleh perbukitan dan alam yang subur dan dari kejauhan ada spirit terpancar dari kemegahan Gunung Kerinci yang sebagian merupakan wilayah Kabupaten Solok Selatan. 7. Garis Bergelombang : maksudnya adalah simbol dari air (berjumlah 3 buah garis) sebagai kebutuhan pokok (utama), air sumber kehidupan, dan air merupakan sumber energi, tanpa air tentu tidak akan berlangsung kehidupan. Tiga (3) buah garis juga melambangkan 3 (tiga) unsur dalam sistem Pemerintahan di Minangkabau yang tidak bisa dilepaskan, dan disebut juga dengan istilah “Tungku Tigo Sajarangan, Tali Tigo Sapilin”, yaitu : Niniak Mamak, Alim Ulama dan Cerdik Pandai. 8. Padi maksudnya simbol dari kemakmuran dan kesejahteraan, padi juga identik dengan pangan sebagai kebutuhan pokok (primer). Sebagai daerah yang mempunyai areal pertanian yang luas, Solok Selatan juga termasuk lumbung beras di Sumatera Barat. Padi berjumlah 45 butir artinya tahun Kemerdekaan RI. 9. Kapas maksudnya simbol dari Sandang sebagai kebutuhan pokok (Primer). Dari kedua perlambangan ini (padi dan kapas) merupakan perlambangan dari kesejahteraan yang merupakan hak dari seluruh rakyat Indonesia, dan secara nyata dibunyikan dalam Pancasila (Kesejahteraan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia). Kapas berjumlah 17 artinya tanggal Kemerdekaan RI. 10. Simpul Tali maksudnya lambang Perekat, ikatan yang berfungsi sebagai pemersatu. Jumlah ikatan 8 (delapan) buah artinya Kemerdekaan Republik Indonesia pada bulan delapan (Agustus). 11. Lengkungan Pita (Tulisan Slogan/Motto) 12. Maksudnya lambang dari sebuah Visi, pandangan dan bisa juga sikap keseharian dari Masyarakat yang dijadikan dan dirangkum dalam sebuah motto “Sarantau Sasurambi” 13. Sarantau Sasurambi merupakan spirit / semangat dari masyarakat Solok Selatan dalam mewujudkan tujuan dan cita-cita bersama. 14. Sarantau Sasurambi merupakan perpaduan antara Alam Surambi Sungai Pagu dengan Rantau XII Koto dalam wilayah Solok Selatan yang bersama-sama membangun daerah dengan memegang prinsip kekitaan, prinsip kebersamaan Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang, dengan prinsip kekitaan, dan lamak dek awak katuju dek urang yang merupakan perwujudan Demokrasi murni dari masyarakat Minangkabau. 15. Dalam ujung pita sebelah kiri bertuliskan 60 – 1 (dibaca : Kurang Aso Anam Puluah) melambangkan masyarakat Adat Alam Surambi Sungai Pagu dan angka XII Romawi dalam ujung pita sebelah kanan melambangkan masyarakat Adat Rantau XII Koto dan kedua tulisan ini juga dirangkum dalam Motto : “Sarantau Sasurambi” Arti dan Makna Warna Lambang Daerah adalah : * Merah mengandung makna semangat dan keberanian yang arif dan bijaksana. * Putih mengandung makna suci, bersih dan keihklasan serta ketulusan. * Kuning Emas mengandung makna keagungan dan kemuliaan. * Hitam mengandung makna kecerdasan dan ketangkasan dalam mengeluarkan pikiran, ide, atau gagasan. * Hijau Muda mengandung makna kesuburan, kemakmuran, kesejukan, dan kedamaian. * Biru mengandung makna kecerahan, harapan, cita-cita yang cemerlang, dan visi kedepan yang jelas. Arti dan Makna Motto SARANTAU SASURAMBI sebagai sebuah Slogan, adalah bahwa Kabupaten Solok Selatan bertekad dan bersatu untuk maju dalam menyongsong masa depan yang gemilang dengan nilai budaya yang serumpun yang merupakan perpaduan antara Alam Surambi Sungai Pagu dengan Rantau XII Koto dan merupakan kesatuan masyarakat dalam wilayah Solok Selatan yang mengutamakan Raso jo Pareso dalam Musyawarah dan Mufakat. Motto SARANTAU SASURAMBI juga dapat dijadikan sebagai spirit dari sikap keseharian masyarakat Kabupaten Solok Selatan, dan sekaligus juga sebagai realisasi Spirit kehidupan “Banagari” Daftar Kecamatan dan Nagari Kabupaten Solok Selatan Kecamatan Sangir - Nagari Lubuak Gadang - Nagari Lubuak Gadang Selatan Kecamatan Sangir Jujuan - Nagari Lubuak Malako - Nagari Padang Aia Dingin - Nagari Bidar Alam - Nagari Padang Limau Sundai Kecamatan Sangir Batang Hari - Nagari Abai - Nagari Ranah Pantai Cermin - Nagari Dusun Tangah - Nagari Sitapuih - Nagari Lubuak Ulang Aling - Nagari Lubuak Ulang Aling Selatan - Nagari Lubuak Ulang Aling Tengah Kecamatan Sungai Pagu - Nagari Koto Baru - Nagari Pasar Muaro Labuah - Nagari Pulakek Koto Baru - Nagari Sako Pasia Talang - Nagari Pasia Talang Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh - Nagari Pakan Rabaa - Nagari Pakan Rabaa Timur - Nagari Pakan Rabaa Utara - Nagari Pakan Rabaa Tengah Kecamatan Pauah Duo - Nagari Alam Pauah Duo - Nagari Kapau Alam Pauah Duo - Nagari Luak Kapau - Nagari Pauah Duo Nan Batigo Kecamatan Sangir Balai Janggo - Nagari Talunan Indah Sepakat,Kurnia Maj - Nagari Talao Sungai Kunyit - Nagari Sungai Kunyit Barat

DAMPAK PERMEN ESDM TERHADAP DUNIA TAMBANG

Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (Permen ESDM) No 7 tahun 2012 tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral, sejatinya bukan melarang perusahaan tambang untuk melakukan ekspor. Akan tetapi, keberadaan peraturan tersebut seperti “bertepuk sebelah tangan”.Pasalnya, Asosiasi Nikel Indonesia (ANI) berhasil memenangkan gugatannya terhadap Permen ESDM No 7/2012 oleh Mahkamah Agung (MA) pada 12 September 2012 lalu. Celakanya, pemerintah pun tak bergeming menghadapi gugatan tersebut. kekalahan pemerintah dalam Permen ESDM ini karena pengadilan yang ada di Indonesia, baik itu Mahkamah Agung (MA) maupun Mahkamah Konstitusi (MK),

terdapat 4 pasal yang dikabulkan MA, yaitu pasal 21, pasal 8 (3), pasal 9 (3), dan pasal 10 (1). “Inti dalam pasal tersebut adalah tentang pelarangan ekspor dan tiga pasal lain intinya adalah perizinan dilakukan oleh Kementerian ESDM,”
adanya Permen ESDM ini jelas-jelas membuat dunia pertambangan di Indonesia lesu tak bergairah. Kebijakan larangan ekspor bahan mentah tambang ini, kata dia, telah menjadi pukulan yang mematikan bagi sebagian industri pertambangan nasional.
Pasalnya, para perusahaan belum siap melaksanakan kegiatan pengolahan dan pemurnian mineral di dalam negeri, baik dari segi infrastruktur maupun dari kondisi pasar di dalam negeri yang belum bisa menyerap produksi hasil tambang.
“Ini mengakibatkan sejumlah perusahaan tambang terpaksa mengurangi produksi yang berakibat pengurangan jumlah tenaga kerja bahkan berujung pada berhentinya produksi,”  tata niaga ekspor mineral yang selama ini tidak tertata rapi perlu segera dibenahi agar menjadi lebih baik lagi.

sejak dikeluarkannya Permen No 7 ekspor tambang menjadi lesu sehingga nantinya target ekspor tidak akan tercapai. Bahkan yang lebih parah adalah banyak perusahaan tambang yang ditutup karena adanya Permen.
Natsir menilai, tata niaga ekspor seharusnya ditangani oleh Kementerian Perdagangan, bukan oleh ESDM. Pasalnya menurut dia, selama ini Kemen ESDM selalu sibuk dengan program-programnya alhasil izin ekspor tambang yang seharusnya bisa keluar tapi tak kunjung keluar.
“Banyak pengusaha yang mengeluh kepada kami  karena izin ekspor tidak juga selesai karena dihambat birokrasinya di Kementerian ESDM. Terlebih dengan adanya Permen tersebut, maka semakin sulitlah pengusaha mengeskpor hasil tambangnya,”
pemerintah menargetkan ekspor pada tahun ini sebesar US$235 miliar namun dengan adanya aturan Peraturan Menteri (Permen) ESDM No 7 tahun 2012 tentang peningkatan nilai tambah mineral melalui kegiatan pengolahan dan pemurnian mineral di dalam negeri maka secara otomatis mengurangi ekspor khususnya komoditas tambang.

Rabu, 07 November 2012

BEGINILAH KAPAL CINA PENAMBANG EMAS






pada zaman dulu kala, bagi yang beragama islam, hadist nabi mengatakan TUNTUTLAH ILMU SAMPAI KE NEGERI CINA? IPTEK mereka lebih tinggi dari KITA indonesia

TAMBANG EMAS SALIDA


Mungkin tambang emas Salida (selanjutnya: Tambang Salida) di Pesisir Selatan adalah tambang tertua di Sumatra, bahkan mungkin di Indonesia. Sayang sekali tak banyak sejarawan yang tertarik untuk meneliti sejarah tambang ini (dalam sumber-sumber sejarah tertulis Salida, bukan Salido), padahal studi sejarah tambang mulaitrend akhir-akhir ini.
Sebelum kedatangan VOC di pantai barat Sumatra, kandungan emas di Salida sudah ditambang oleh penduduk setempat. Jauh sebelum bangsa Barat berhasil menemukan Sumatra, berita mengenai Pulau Emas sudah sampai ke Eropa melalui cerita-cerita para pelaut Arab. Penyair Portugis yang terkenal, Luiz de Camoens (1524-1580), menulis dalam Os Lusiadas (terbit 1572), sebuah puisi epik panjang yang monumental, tentang Gunung Ophir di Pasaman yang kaya emas, yang diperdagangkan oleh penduduk lokal dengan orang asing. Camoens bertualang hanya sampai di Goa, India, dan tidak pernah sampai di Sumatra.
Awal Mei 1662 VOC mendapat konsesi untuk berdagang di pantai barat Sumatra yang disahkan dengan Perjanjian Painan (lihat: W.J.A. de Leeuw, Het Painansch Contract. Amsterdam: H.J. Paris, 1926). VOC lalu membangun loji di Pulau Cingkuk untuk menumpuk komoditi perdagangan sekaligus sebagai benteng pertahanan. Mereka sering diserang musuh yang berasal dari Tarusan, Bayang dan Indrapura.
Kandungan emas Salida mulai diekploitasi VOC pada tahun 1669 semasa jabatan Commandeur Jacob Joriszoon Pit (1667-23 Mei 1678) (Pit adalah commandeur VOC ketiga untuk pos Padang). Dua ahli tambang pertama yang didatangkan oleh Heeren Zeventien (Tuan Yang Tujuh Belassebutan untuk 17 orang pejabat tinggi VOC yang amat berkuasa di Amsterdam) ke Salida bernama Nicolaas Frederich Fisher dan Johan de Graf yang berasal dari Hongaria.
Menurut Fisher dan De Graf, eksploitasi Tambang Salida akan memberi banyak keuntungan kepada VOC. Lalu didatangkanlah buruh ke sana, yaitu budak-budak yang dibawa VOC dari Madagaskar, juga tawanan perang (krijgsgevangenen) dari daerah sekitarnya.
Menurut J.E. de Meyier dalam De goud- en zilvermijn Salida ter Sumatras Westkust [Tambang Emas dan Perak di Salida, Sumatra Barat], De Indische Gids 32.1 (1911: 28-67) disebutkan bahwa budak-budak dari Nias juga dipekerjakan di tambang itu.
Hasil penambangan awal ini masih kurang menggembirakan. Tapi penyebabnya lebih dikarenakan oleh penggunaan uang yang boros dan kacaunya administrasi Tambang Salida. Kehidupan di tambang itu juga jelek: banyak kematian buruh karena mabuk minuman keras. Ada 49 orang Eropa yang bekerja di tambang itu dengan gaji hanya f 12 sebulan, dan 104 orang budak lelaki serta 28 budak perempuan tanpa gaji. Namun penambangan tetap dilanjutkan.
Bulan Juli 1679 sampai di Salida seorang insinyur baru bernama Johann Wilhelm Vogel asal Jerman (ia kemudian menulis satu buku berjudul Zeven jhrige Ost-Indianische Reise-Beschreibung, Altenburg: J.L. Richter, 1707, yang menceritakan pengalamanya bekerja di Tambang Salida).
Kemudian Heeren Zeventien mengirim ahli bebatuan gunung Benjamin Olitzsch ke Salida, ditemani oleh seorang asisten bernama Elias Hesse. Malang bagi Olitzsch, ia meninggal pada 28 Mei 1682 di Salida karena sakit. Jenazahnya dimakamkan di Pulau Cingkuk. Elias Hesse kemudiaan menulis beberapa buku tentang Tambang Salida dan perjalanannya di Sumatra pada umumnya. Dalam bukunya, Gold-Bewerke in Sumatra (l931), Hesse melaporkan: antara 9 November 1680 16 Juni 1681 sebanyak 32 dari 262 buruh di Tambang Salida meninggal.
Wilhelm Vogel digantikan oleh Gabriel Muller. Di bawah pimpinan Muller Tambang Salida mengalami kemunduran. Kehidupan di tambang itu makin buruk. Faktor eksternal juga ikut menentukan: waktu itu Belanda sedang berperang dengan Perancis, sehingga berpengaruh pula ke negeri-negeri jajahannya. Akhirnya Tambang Salida terpaksa ditutup.
Tahun 1724 dicoba lagi membuka Tambang Salida oleh seorang ahli asal Jerman bernama Mettenus, dengan asistennya bernama Weinberg. Pada waktu itu ditemukan pula kandungan emas di Kerawang, Jawa Barat. Namun, usaha pembukaan kembali Tambang Salida tampaknya tidak terlalu berhasil. Karena merugi, tambang itu ditutup lagi untuk kedua kalinya.
Tahun 1732 Tambang Salida dibuka lagi, dipimpin oleh seorang ahli bernama Bollman. Eksplorasi di tambang itu ditingkatkan dengan membuat lubang galian baru bernama Cloon-tunnel sepanjang 300 meter. Antara 1732-1733 hasil tambang dilaporkan meningkat: rata-rata per ton batu tambang mengandung bijih emas senilai f 1350.
Berdasarkan studi R.J. Verbeek yang menulis beberapa buku tentang Tambang Salida (lihat Verbeek 1880, 1886), antara 1669-1735 sudah 800 ton bijih emas yang dihasilkan Tambang Salida, dengan nilai f 1 200 000 atau rata-rata f 1 500 per ton.
Selama 150 tahun beroperasinya Tambang Salida tidak banyak yang diketahui orang mengenai tambang itu sampai kemudian Verbeek menerbitkan bukunya, Nota over de verrichtingen der Oost-Indische Compagnie bij de ontginning der goud- en zilveraders te Salida op Sumatras Westkust[Catatan tentang tindakan VOC mulai menggarap sumber emas dan perak di Salida, Sumatra Barat] (1886). Verbeek mengusulkan agar ekploitasi Tambang Salida dilanjutkan.
Tergiur akan keuntungan yang menjanjikan, Girobank di Rotterdam, yang waktu itu dipimpin oleh Hulshof Pol, berminat mendanai ekploitasi kembali Tambang Salida. Maka dikirimlah seorang ahli pertambangan bernama Arthur Clay ke Salida. Di bawah manajemen baru, dengan K. Kriekhaus sebagai hoofadministrateur-nya yang pertama, Tambang Salida mempekerjakan 6 orang ahli Eropa, 50-60 pekerja kontrak dan 200 kuli bebas.
Di bawah pimpinan Kriekhaus Tambang Salida terus merugi. Neraca tambang itu per 12 Desember 1912 hanya menyisakan uang sebanyak f 128,33. Kriekhaus mencoba tetap bertahan sambil mencari metode dan teknologi baru untuk meningkatkan hasil Tambang Salida.
Akhir tahun 1912 Kriekhaus masih mencoba menyelamatkan Tambang Salida: ia minta bantuan manajemen tambang Aequator (direkturnya waktu itu P. Grimmel) dan manajemen Kinandam Sumatra-Mijnbouw (K.S.M.M.) (direkturnya waktu itu Gebruiders Veth). Pada bulan Juli 1914 untuk pertama kalinya dicoba menggunakan zat kimia untuk memisahkan bijih perak dan emas di Tambang Salida.
Tambang Salida masih bertahan beberapa tahun lagi melewati masa-masa paling sulitnya. Kriekhaus masih memimpin tambang itu di masa-masa sulit tersebut, sebelum ia mundur pada 1 Mei 1918.
Beberapa tahun kemudian Tambang Salida masih beroperasi di bawah pimpinan Ir. de Greve. Namun, karena merugi terus, Tambang Salida akhirnya ditutup pada tahun 1928.
Demikianlah sekilas perjalanan sejarah Tambang Salida. Semoga ada sejarawan kita yang tertararik untuk meneliti sejarah taambang ini dengan lebih komprehensif dan mendalam.
Tersedia kepustakaan yang cukup banyak mengenai tambang ini (statistik, naratif dan visual). Ini tentu berguna pula untuk merekonstruksi tambang ini guna dijadikan sebagai aset pariwisata sejarah. Tinggal pemerintah (Pemprov. Sumbar atau Pemda Kapubaten Pesisir Selatan) untuk menindaklanjutinya.

SOLOK SELATAN


Kabupaten Solok Selatan merupakan buah dari perjuangan panjang yang dimulai sejak tahun 1950-an yang ditandai dengan diadakannya Konferensi Timbulun. Pada Konferensi Timbulun saat itu digagas rencana pembentukan sebuah kabupaten dengan nama Kabupaten Sehilir Batang Hari yang memasukan wilayah Kecamatan Lembah Gumanti (Alahan Panjang), Pantai Cermin (Surian), Sungai Pagu (Muara Labuh) dan Sangir (Lubuk Gadang).
Perjuangan panjang itu baru tercapai setelah disahkannya Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2003. Pada 7 Januari 2004 diresmikanlah 24 kabupaten baru di Indonesia yang tiga di antaranya terdapat di Sumatera Barat, yakni Kabupaten Solok Selatan[3]Dharmasraya, dan Pasaman Barat.
Tiga hari setelah diresmikan, atau pada 10 Januari 2004, Gubernur Sumatera Barat, melantik Penjabat Bupati Solok Selatan, Drs. Aliman Salim. Dalam perjalanan satu tahun Kabupaten Solok Selatan, Gubernur Sumatera Barat, H. Zainal Bakar kembali melantik Marzuki Omar sebagai Penjabat Bupati Solok Selatan menggantikan Aliman Salim yang sudah habis masa jabatannya. Melalui dua Penjabat Bupati, daerah pemekaran terus menata dan menjalankan roda pemerintah hingga terpilihnya bupati dan wakil bupati baru melalui pemilihan kepala daerah.
Pada proses demokrasi perdana itu, terpilih pasangan Drs. Syafrizal, M.Si. dan Drs. Nurfirmanwansyah yang dilantik pada 20 Agustus 2005 oleh Gubernur Sumatera Barat, di Padang Aro yang kini menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Solok Selatan.

Kabupaten Solok Selatan terletak pada 01°00’59”-01°46’45”' Lintang Selatandan 101°53'24"–101°41'41" Bujur Timur[2] dengan luas wilayah 3.346,20 km², di bagian Selatan Provinsi Sumatera Barat, dengan batas-batas:
UtaraKabupaten Solok
SelatanProvinsi Jambi (Kabupaten Bungo dan Kabupaten Kerinci)
BaratKabupaten Pesisir Selatan
TimurKabupaten Dharmasraya

BERJALAN KE LOKASI EMAS SOLOK












BAGI YANG BERMINAT NAMBANG EMAS

ADA BEBERAPA LOKASI SEPAJANG SUNGAI DI SOLOK SELATAN YANG SIAP UNTUK DI KERJASAMAKAN

ONE WAY EMAS SOLOK SELATAN





Selasa, 06 November 2012

GOLD ( EMAS )

Emas Alluvial (Au All), dijumpai di Sungai Pamong Gadang dan Sungai Pamong Ketek sebagai endapan alluvial dan telah dilakukan penambangan dengan mesin donfeng dan alat berat (excavator) yang berfungsi untuk menggali atau membelokkan aliran sungai.

HOTEL DI SOLOK SELATAN




POSISI TAMBANG GOLD (EMAS) SOLOK SELATAN



Emas Alluvial (Au All), dijumpai di Sungai Pamong Gadang dan Sungai Pamong Ketek sebagai endapan alluvial dan telah dilakukan penambangan dengan mesin donfeng dan alat berat (excavator semua merk) yang berfungsi untuk menggali atau membelokkan aliran sungai. mesin kapal cina serta

EMAS (GOLD) TERSEBAR DI SEPANJANG SUNGAI DI SOLOK SELATAN

Emas Primer (Au) Dijumpai dalam bentuk urat, berwarna putih keabu-abuan, sebagian berwarna coklat kekuningan yang menunjukkan proses pelapukan, kompak, keras. Tersingkap di wilayah konsesi pertambangan PT. Yabu Mining di Nagari Abai. Emas Alluvial (Au All) Emas berwarna kuning, berukuran pasir sangat halus sampai pasir sedang, dijumpai dalam bentuk endapan alluvial pada Sungai Batang Hari, emas diperoleh dengan cara pendulangan dan Excavator serta kapal penambangan emas cina Lokasi tersebut berada dalam wilayah konsesi penambangan PT. Geominex Solok Selatan dan PT. Geominex Sapek serta di luar konsesi peruasahaan tersebut di jumpai di sepanjang sungai pamongan, talantam, sungai penuh, gasing dan alai,
Dijumpai di Nagari Ulang Aling.

NAMBANG EMAS (GOLD) SOLOK SELATAN

JALAN MASUK PENAMBANG EMAS SOLOK SELATAN




EMAS SOLOK SELATAN



Emas Alluvial (Au All) Emas berwarna kuning, berukuran pasir sangat halus sampai pasir sedang, dijumpai dalam bentuk endapan alluvial pada Sungai Batang Hari, emas diperoleh dengan Pendulangann, pake Kapal Cina penambangan emas dan Excavator semua merk. Lokasi tersebut berada dalam wilayah konsesi penambangan PT. Geominex Solok Selatan dan PT. Geominex Sapek. serta diluar perusahaan tersebut di jumpakan emas di sepanjang Sungai di antaranya Sungai Penuh, Talantam, Gasing dan Pamongan serta Alai Dijumpai di Nagari Ulang Aling.

TAMBANG EMAS DI SOLOK SELATAN




IUP SOLOK SELATAN


No. Nama Perusahaan Produksi Lokasi
1 PT. Galian Endapan Buana Mangan Kec. Sangir Batang Hari
2 PT. Persada Indo Tambang Bijih Besi Kec. Sangir Balai Janggo
3 PT. Wirapatriot Sakti Logam Dasar (tembaga, bijih Besi) Kec. KPGD
4 PT. Mitra Mandiri Cemerlang Logam dasar (Galena, Zinc, Emas) Kec. Sangir
5 PT. Bukit Cahayamas Indonesia Bijih Besi Kec. Sangir Batang Hari
6 PT. Makindo Mineral Sakti Logam Dasar Kec. KPGD dan Kec. Sangir Batang Hari
7 PT. Universal Mining Prima Bijih Besi Kec. KPGD
8 PT. Karya Inti Malinjo Logam Dasar Kec. Sangir Batang Hari
9 PT. Royalty Mineral Bumi Bijih Besi Kec. Sungai Pagu
10 PT. Geominex Sapek Emas Kec. Sangir Batang Hari
11 PT. Geominex Solok Selatan Emas Kec. Sangir Batang Hari
12 PT. Yabu Mining Logam Dasar Kec. Sangir Batang Hari
13 PT. Niaga Inti Mineral logam dasar
14 PT. Supreme Energy Muara Labuh Panas Bumi Kec. Sangir dan Kec. Pauah Duo

Kamis, 01 November 2012

INVESTOR MALAYSIA DAN INDIA BERNIAT UNTUK PENAMBANGAN DI MUARA BUNGO

ada beberapa perusahaan yang sangat ingin menambang bahan galian golongan A (batubara) di kabupaten bungo provinsi jambi di antaranya adalah PT. Arka Mining, yang berkantor pusat di Kuala Lumpur, dan cabang di samarinda, medan dan muara bungo, dan PT. Earthstone yang berkantor pusat di New Delhi yang akan melakukan kegiatan penambangan di beberapa titik izin usaha pertambangan bahan galian golongan A (batubara), besar harapannya untuk dapat memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah kabupaten bungo melalui badan usaha milik daerah yang di pimpin oleh bapak H. Marwansyah RH, yang berpengalaman.

JEMPOL

UNITED KINGDOM MINE ( INGGRIS )

 


Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa bertemu dengan Menlu Inggris, William Hague di kantor Kementerian Luar Negeri Inggris. Agenda pertemuan tersebut adalah membahas sejumlah hal termasuk finalisasi persiapan akhir kunjungan kenegaraan Presiden SBY ke Inggris "Kunjungan Kenegaraan Presiden RI merupakan momentum untuk mendesain kemitraan Indonesia-Inggris masa depan", Kunjungan SBY diharapkan dapat mendorong peningkatan nilai perdagangan kedua negara menjadi dua kali lipat pada tahun 2015. Sebelum kunjungan SBY ke London, Menteri Perdagangan kedua negara telah melakukan annual trade talk.

Pertemuan tersebut membahas upaya-upaya untuk merealisasikan target melipatgandakan volume perdagangan kedua negara. Rencananya pada tahun 2013, Inggris akan mengirimkan 6 misi dagang ke Indonesia untuk merealisasikan komitmen tersebut.

Selain itu Indonesia dan Inggris telah melakukan energy dialogue untuk memfokuskan kerja sama energi khususnya energi baru dan terbarukan serta efisiensi energi. Sebagai anggota G-20, Indonesia dan Inggris diprediksi menjadi negara yang memiliki potensi ekonomi terbesar di dunia di masing-masing kawasan. Oleh karenanya, kemitraan kedua negara dalam dua puluh tahun kedepan sangat strategis. sepakat membentuk mekanisme bilateral untuk memonitor kemajuan kerja sama kedua negara pada tingkat menlu dalam setahun sekali. Sedangkan pada tingkat pejabat tinggi tiap 6 bulan.


"Sebagai dua negara demokrasi, dua negara yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup dan dua negara yang memiliki potensi menjadi salah satu ekonomi terbesar di dunia, kemitraan kedua negara harus didesain untuk memastikan dapat memberikan kontribusi yang besar bagi kesejahteraan rakyat kedua negara dan memberikan kontribusi bagi keamanan, perdamaian dan kemakmuran dunia,"


Presiden SBY dikawal pasukan Kerajaan Inggris di Istana Buckingham [AP] Presiden SBY dikawal pasukan Kerajaan Inggris di Istana Buckingham [AP]
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan pemaparan kepada para delegasi Indonesia untuk memastikan misi kunjungan kenegaraan ke Inggris dapat berhasil.

"Tujuannya agar kita memiliki persepsi yang sama dan memiliki 'sense of duty' kita bersama-sama mengemban tugas untuk Merah Putih," 

Dalam pemaparan tersebut hadir para delegasi Indonesia, diantaranya Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri ESDM Jero Wacik, Menteri Pariwisata dan Industri Kreatif Mari Elka Pangestu, Menteri Pendidikan M Nuh, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, dan Menteri Perindustrian MS Hidayat.

Presiden meminta para delegasi untuk dapat bekerja lebih giat guna mencapai lima fokus misi Indonesia ke Inggris yaitu kerja sama investasi ( pertambangan, pertanian, perdagangan, lingkungan hidup dan perubahan iklim, pendidikan, demokrasi dan dialog antaragama, ditambah tiga lainnya energi, pertahanan, dan ekonomi kreatif.

Menurut Presiden, Inggris merupakan salah satu negara penting dalam hubungan ekonomi. Kerajaan tersebut merupakan lima besar investor di Indonesia. Untuk itu, jalinan kerja sama yang semakin erat kedua belah pihak diharapkan juga memberikan keuntungan bagi kepentingan nasional.

BRO COAL PROJECT

BRO COAL PROJECT

BRO COAL PROJECT

GEG

GEG

GP

CARBON COUNTER

ENERGY NEWS

NEWS

COAL PROJECT

AREA TAKE OVER

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls
Perlu Info Kontak Kami di Email kami:mars4302@yahoo.co.id Hp 082380937425