Senin, 18 Juni 2012

HOTEL DI KABUPATEN BUNGO JAMBI


















  1. Anda
    Jl. Durian No. 1 Bungo Barat Melati 1 0747-21226
    Hotel AYUDIA PALA
    Hotel AYUDIA PALA
  2. Ayudia Pala
    Jl. M. Saidi Melati 1 – no phone number
    Hotel BERSAUDARA
    Hotel BERSAUDARA
  3. Bersaudara
    Jl. Lintas Sumatera No. 3 Melati 1 0747-22333
    Hotel FLAMBOYAN
    Hotel FLAMBOYAN
  4. Flamboyan
    Jl. Sultan Thaha No. 105 Bungo Barat Melati 1 0747-21210 (21402)
    Hotel IBUNDA
    Hotel IBUNDA
  5. Ibunda
    Jl. Durian No. 82 Bungo Barat Melati 1 0747-21604
    Hotel INDRA
    Hotel INDRA
  6. Indra
    Jl. Prof. Sri Soedewi MS SH 19 Melati 1 0747-21104
    Hotel KETAYO
    Hotel KETAYO
  7. Ketayo
    Jl.Prof. HM Yamin SH 440 Bungo Barat Melati 1 0747-21329
    Hotel MERLYN MINI
    Hotel MERLYN MINI
  8. Merlin Mini
    Jl. Kesuma No. 5 Bungo Timur Melati 1 0747-21328
    Hotel NORA
    Hotel NORA
  9. Nora
    Jl. Lintas Sumatera N0. 70 Melati 1 0747-322761
    Hotel ONE
    Hotel ONE
  10. One
    Jl. Jend. Sudirman No. 677 Melati 1 0747-21087
    Hotel PELANGI
    Hotel PELANGI
  11. Pelangi
    Jl. Lintas Sumatera No. 52 Pasir Putih Melati 1 0747-21777
    Hotel SEMAGI
    Hotel SEMAGI
    SEMAGI
    SEMAGI
  12. Semagi
    Jl. Lintas Sumatera No. 98 Bintang 3 0747-21133
    Hotel Swarna Bumi
    Hotel Swarna Bumi
  13. Swarna Bhumi
    Jl. Sultan Thaha No. 627 Melati 3 0747-21043 (21405)
    Wiltop

  14. Wiltop
    Jl. Lintas Sumatera Bintang 3 0747-323881 (323882, 323883, 323884, 323885, 323886)

Minggu, 17 Juni 2012

HOT INFO

YANG MAU TAKE OVER BEBERAPA TAMBANG BAIK POSISI IUP EKSPLORASI MAUPUN IUP OP KHUSUNYA BATUBARA JANGAN LUPA CALL

BRO COAL

Jumat, 15 Juni 2012

USAMAH HISYAM COAL

MINE


PRO KONTRA


PT. BA


KPC


BLASTING


BLASTING

http://www.youtube.com/watch?v=VillolZoh0E

PERHITUNGAN CADANGAN / RESERVE / DEFOSIT BATUBARA

Bagaimanakah caranya untuk menghitung Sumber daya batubara (Coal Resources) adalah bagian dari endapan batubara yang diharapkan dapat dimanfaatkan. Sumber daya batu bara ini dibagi dalam kelas-kelas sumber daya berdasarkan tingkat keyakinan geologi yang ditentukan secara kualitatif oleh kondisi geologi/tingkat kompleksitas dan secara kuantitatif oleh jarak titik informasi. Sumberdaya ini dapat meningkat menjadi cadangan apabila setelah dilakukan kajian kelayakan dinyatakan layak. Cadangan batubara (coal reserves) merupakan hal penting dalam menentukan penambangan endapan dengan ekonomis. Tingkat kepastian cadangan terestimasi menentukan resiko kelayakan ekonomi tambang dan garansi bagi pengembalian modal (capital investment). Estimasi sumberdaya batubara (coal resources) dan cadangan meliputi klasifikasi (kategorisasi) dari kalkulasi sumberdaya batubara dan cadangan. Perhitungan cadangan ini merupakan hal yang paling vital dalam kegiatan eksplorasi. Perhitungan yang dimaksud di sini dimulai dari sumberdaya sampai pada cadangan yang dapat di tambang yang merupakan tahapan akhir dari proses eksplorasi. Hasil perhitungan cadangan tertambang kemudian akan digunakan untuk mengevaluasi apakah sebuah kegiatan penambangan yang direncanakan layak untuk di tambang atau tidak. Adapun metode perhitungan cadangan antara lain : a. Metode Cross Section Masih sering dilakukan pada tahap-tahap paling awal dari perhitungan. Hasil perhitungan secara manual ini dapat dipakai sebagai alat pembanding untuk mengecek hasil perhitungan yang lebih canggih dengan menggunakan komputer. b. Metode Isoline (Metode Kontur) Metoda ini dipakai untuk digunakan pada endapan bijih dimana ketebalan dan kadar mengecil dari tengah ke tepi endapan. Volume dapat dihitung dengan cara menghitung luas daerah yang terdapat di dalam batas kontur, kemudian mempergunakan prosedur-prosedur yang umum dikenal. c. Metode Model Blok (Grid) Aspek yang paling penting dalam perhitungan cadangan adalah metode penaksiran, terdapat bermacam-macam metode penaksiran yang bisa dilakukan yaitu metode klasik yang terdiri dari NNP (Neighborhood Nearest Point) dan IDW (Inverse Distance Weighting) serta metode non klasik yaitu penaksiran dengan menggunakan Kriging. Metode Kriging adalah yang paling baik dalam hal ketepatan penaksirannya (interpolasi), metode ini sudah memasukkan aspek spasial (posisi) dari titik referensi yang akan digunakan untuk menaksir suatu titik tertentu. d. Metode Poligon (area of influence) Metoda poligon ini merupakan metoda perhitungan yang konvensional. Metoda ini umum diterapkan pada endapan-endapan yang relatif homogen dan mempunyai geometri yang sederhana. Kadar pada suatu luasan di dalam poligon ditaksir dengan nilai conto yang berada di tengah-tengah poligon sehingga metoda ini sering disebut dengan metoda poligon daerah pengaruh (area of influence). Daerah pengaruh dibuat dengan membagi dua jarak antara dua titik conto dengan satu garis sumbu Cadangan batubara (Coal Reserves) adalah bagian dari sumber daya batubara yang telah diketahui dimensi, sebaran kuantitas, dan kualitasnya, yang pada saat pengkajian kelayakan dinyatakan layak untuk ditambang. Klasifikasi sumber daya dan cadangan batubara didasarkan pada tingkat keyakinan geologi dan kajian kelayakan. Pengelompokan tersebut mengandung dua aspek, yaitu aspek geologi dan aspek ekonomi. Kelas Sumber Daya 1. Sumber Daya Batubara Hipotetik (Hypothetical Coal Resource) Sumber daya batu bara hipotetik adalah batu bara di daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan, yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap penyelidikan survei tinjau. Sejumlah kelas sumber daya yang belum ditemukan yang sama dengan cadangan batubara yg diharapkan mungkin ada di daerah atau wilayah batubara yang sama dibawah kondisi geologi atau perluasan dari sumberdaya batubara tereka. Pada umumnya, sumberdaya berada pada daerah dimana titik-titik sampling dan pengukuran serat bukti untuk ketebalan dan keberadaan batubara diambil dari distant outcrops, pertambangan, lubang-lubang galian, serta sumur-sumur. Jika eksplorasi menyatakan bahwa kebenaran dari hipotesis sumberdaya dan mengungkapkan informasi yg cukup tentang kualitasnya, jumlah serta rank, maka mereka akan di klasifikasikan kembali sebagai sumber daya teridentifikasi (identified resources). 2. Sumber Daya Batubara Tereka (inferred Coal Resource) Sumber daya batu bara tereka adalah jumlah batu bara di daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan, yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap penyelidikan prospeksi. Titik pengamatan mempunyai jarak yang cukup jauh sehingga penilaian dari sumber daya tidak dapat diandalkan. Daerah sumber daya ini ditentukan dari proyeksi ketebalan dan tanah penutup, rank, dan kualitas data dari titik pengukuran dan sampling berdasarkan bukti geologi dalam daerah antara 1,2 km – 4,8 km. termasuk antrasit dan bituminus dengan ketebalan 35 cm atau lebih, sub bituminus dengan ketebalan 75 cm atau lebih, lignit dengan ketebalan 150 cm atau lebih. 3. Sumber Daya Batubara Tertunjuk (Indicated Coal Resource) Sumber daya batu bara tertunjuk adalah jumlah batu bara di daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan, yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap eksplorasi pendahuluan. Densitas dan kualitas titik pengamatan cukup untuk melakukan penafsiran secara relistik dari ketebalan, kualitas, kedalaman, dan jumlah insitu batubara dan dengan alasan sumber daya yang ditafsir tidak akan mempunyai variasi yang cukup besar jika eksplorasi yang lebih detail dilakukan. Daerah sumber daya ini ditentukan dari proyeksi ketebalan dan tanah penutup, rank, dan kualitas data dari titik pengukuran dan sampling berdasarkan bukti gteologi dalam daerah antara 0,4 km – 1,2 km. termasuk antrasit dan bituminus dengan ketebalan 35 cm atau lebih, sib bituminus dengan ketebalan 75 cm atau lebih, lignit dengan ketebalan 150 cm. 4. Sumber Daya Batubara Terukur (Measured Coal Resourced) Sumber daya batu bara terukur adalah jumlah batu bara di daerah peyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan, yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat–syarat yang ditetapkan untuk tahap eksplorasi rinci. Densitas dan kualitas titik pengamatan cukup untuk diandalkan untuk melakukan penafsiran ketebalan batubara, kualitas, kedalaman, dan jumlah batubara insitu. Daerah sumber daya ini ditentukan dari proyeksi ketebalan dan tanah penutup, rank, dan kualitas data dari titik pengukuran dan sampling berdasarkan bukti geologi dalam radius 0,4 km. Termasuk antrasit dan bituminus dengan ketebalan 35 cm atau lebih, sub bituminus dengan ketebalan 75 cm atau lebih, lignit dengan ketebalan 150 cm. Penghitungan Sumber Daya Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menghitung sumberdaya batubara di daerah penelitian. Pemakaian metode disesuaikan dengan kualitas data, jenis data yang diperoleh, dan kondisi lapangan serta metode penambangan (misalnya sudut penambangan). Karena data yang digunakan dalam penghitungan hanya berupa data singkapan, maka metode yang digunakan untuk penghitungan sumber daya daerah penelitian adalah metode Circular (USGS) (Gambar). Aturan Penghitungan Sumberdaya Batubara dengan Metode Circular (USGS) (Wood et al., 1983) Penghitungan sumber daya batubara menurut USGS dapat dihitung dengan rumus Tonnase batubara = A x B x C, dimana A = bobot ketebalan rata-rata batubara dalam inci, feet, cm atau meter B = berat batubara per stuan volume yang sesuai atau metric ton. C = area batubara dalam acre atau hektar Kemiringan lapisan batubara juga memberikan pengaruh dalam perhitungan sumber daya batubara. Bila lapisan batubara memiliki kemiringan yang berbeda-beda, maka perhitungan dilakukan secara terpisah. 1. Kemiringan 00 – 100 Perhitungan Tonase dilakukan langsung dengan menggunakan rumus Tonnase = ketebalan batubara x berat jenis batubara x area batubara 2. Kemiringan 100 – 300 Untuk kemiringan 100 – 300, tonase batubara harus dibagi dengan nilai cosinus kemiringan lapisan batubara. 3. Kemiringan > 300 Untuk kemiringan > 300, tonase batubara dikali dengan nilai cosinus kemiringan lapisan batubara.

OFFICE PKP2B PT. NTC

PT. TAMBULUN PANGIAN INDAH GRUP

PT. ANDALAN TUNAS MANDIRI

http://ptandalan.com/ PT. Andalan Tunas Mandiri specialized for Supply for Geophysics Instruments & Research Laboratories Equipments. Our Geophysics Instruments are consisted of : DELTA EPSILON Portable Borehole Logging, Portable Radiometric Instruments, 2D & 3D Resistivity and IP Imaging System, Seismic Source Co. DAQlink III SEISMOGRAPH, GEOTECH LLC- Ground Penetration Radar (GPR) OKO-2, Pile Testing Device (IDS-1), IP (induce Polarization) meter, Geotron Proton Memory Magnetometer, and METRONIX- Magneto-Telluric (MT, AMT,CSAMT), ZZGEO MutiChannel Resistivity and GLOTZL-Geotechnical instrumentation & Civil Engineering Measurement Research Laboratories Equipments are consisted of : Education Electronic Trainers, PCB Prototype Machines as well as some other products. Since we are supported by many qualified principals from several countries such as U.S.A, Australia, Russia, Canada, Germany, Italy & Belgium who concern to the quality matter of their products, we do believe that we could deliver you high quality product consequently. We are also supported by competent, experienced as well as pleasing employees. With all the outstanding idealism, we believe that we could satisfy our customers indeed. Hence, we have been trusted by many government institutions, academic institutions, companies as well as other intellectual societies to supply many products.

Kamis, 14 Juni 2012

WAMEN ESDM

Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk Rudi Rubiandini Suharsyah sebagai Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) menggantikan Almarhum Widjajono Partowidagdo yang meninggal dunia 21 April lalu saat mendaki G. Tambora, Nusa Tenggara Barat. Pelantikan secara resmi dilaksanakan pagi ini, Kamis (14/6/2012) pukul 11.00 di Istana Negara. Jakarta. “Untuk Wamen ESDM, saya mempercayakan kepada Saudara Prof.Dr.Ir. Rudi Rubiandini ,” ujar Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Bogor, Rabu, 13 Juni 2012. Presiden menjelaskan alasan memilih pakar perminyakan dari Intsitut Teknologi Bandung (ITB) adalah karena yang bersangkutan memiliki pengalaman, pengetahuan dan komitmen guna memajukan sektor energi dan sumber daya mineral. ”Yang bersangkutan saya pandang seperti Almarhum Widjajono Partowidagdo untuk mengembangkan kebijakan program dan rencana aksi serta upaya untuk meningkatkan ESDM dengan baik dan gerakan penghematan energi secara nasional,” imbuh Presiden. Sebelum diangkat sebagai Wamen ESDM, Rudi merupakan Deputi Operasi BPMigas sejak 18 Agustus 2011. Pria kelahiran Tasikmalaya, 9 Februari 1962 ini lulus dari jurusan Teknik Perminyakan, Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1985. Rudi kemudian melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar doktor di Tenhnische Universitaet Clausthal Jerman pada tahun 1991. Berikut profil Wakil Menteri ESDM, Rudi Rubiandini Nama : Rudi Rubiandini R.S. Lahir : Tasikmalaya, 9 Februari 1962 Pendidikan : Technische Universitaet Clausthal Jerman, lulus 1991 Institut Teknologi Bandung, Teknik Perminyakan, lulus 1985 Pengalaman Kerja Sebelumnya: • 2011 - 2012 : Deputy Pengendalian Operasi BPMIGAS • 2010 - 2011 : Corpporate Secretary BPMIGAS • 2010 - 2010 : Wakil Ketua TP3M, Kementerian ESDM • 2009 - 2010 : Penasehat Ahli Kepala BPMIGAS • 2007 - 2010 : Direktur Operasi & Keuangan PT LAPI ITB • 2006 - 2007 : Direktur Utama PT LAPI-ITB • 2005 - 2006 : Direktur Penerbit ITB • 2001 - 2005 : General Manager Sasana Olahraga Ganesha ITB • 1995 - 1998 : Sekretaris Jurusan Teknik Perminyakan ITB Penghargaan • "Presenter Terbaik pada Kongres IATMI", 2000, 2001, 2003 dan 2004. • "IATMI Award, sebagai Inovator Nasional", 2002 • "Dosen Teladan ITB ke III", 1994 & 1998 HIN

Selasa, 12 Juni 2012

GLOBAL COAL

OC YANG BEGINIKAH YANG SELALU DICARI ( INDRA )

Sabtu, 09 Juni 2012

BANDARA BUNGO DIRESMIKAN

BUNGO- untuk Investor yang ingin berinvestasi ke muara bungo jambi tidak perlu takut lagi lama perjalanan dari jambi ke muara bungo biasanya memakan waktu 4/ 6 jam. sekarang bisa lebih singkat lagi, Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) meresmikan Bandara Muaro Bungo, Sabtu (09/06). Menurut HBA, keberadaan bandara sebagai infrastruktur yang penting dalam meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas masyarakat maupun barang dan jasa. "Kehadiran bandara ini diharapkan mampu menjawab persoalan aksesibilitas bagi perkotaan Muara Bungo dan kota-kota disekitarnya," ujar HBA. Gubernur berharap dengan diresmikan bandara tersebut, dapat memberikan dampak positif berganda terhadap peningkatan investasi yang bermuara pada pengembangan wilayah. Dikatakannya, sesuai rencana Tata Ruang Wilayah, provinsi berkomitmen penuh membantu secara proporsional untuk memujudkan keinginan masyarakat. "Kita masih memiliki keterbatasan, untuk itu upaya stimulus kepada kabupaten/kota dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, efisiensi dan efektifitas," ujar HBA. Kepada maskapai yang akan menggunakan dan beroperasi di Bandara Muara Bungo, diingatkan agar melakukan langkah-langkah menajemen dan bisnis dengan tidak mengabaikan unsur keselamatan sambil terus meningkatkan kualitas pelayanan.

Jumat, 08 Juni 2012

SUASANA TRASPORTASI 8 TON

BRO COAL PROJECT

BRO COAL PROJECT

BRO COAL PROJECT

GEG

GEG

GP

CARBON COUNTER

ENERGY NEWS

NEWS

COAL PROJECT

AREA TAKE OVER

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls
Perlu Info Kontak Kami di Email kami:mars4302@yahoo.co.id Hp 082380937425