Kamis, 06 Juni 2013

Israel




IsraelPopulasi: 7,7 juta
Persentase rumah tangga jutawan: 3,8 persen

Israel memiliki sekitar 84.000 rumah tangga jutawan pada 2012, dan ada perkembangan bisnis yang pesat di sini untuk menjaga mereka tetap berjaya, mulai dari perusahaan teknologi yang sedang berkembang sampai pengeksploitasi ladang gas alam. Israel juga merupakan eksportir berlian dan produk pertanian yang besar.

Ekonomi Israel terus menguat, meski banyak orang Israel meyakini bahwa biaya kebutuhan hidup harus turun dan mereka juga tidak senang dengan rencana kenaikan pajak.

Itu mungkin salah satu alasan Idan Ofer, yang dianggap sebagai orang terkaya di Israel (meskipun saudaranya, Eyal, diyakini sama kayanya) pindah ke Inggris, yang ramah pajak bagi orang asing yang kaya. Dua bersaudara itu mewarisi kekayaan ayah mereka.

Uni Emirat Arab






Uni Emirat ArabPopulasi: 5,47 juta
Persentase rumah tangga jutawan: 4,0 persen

Dari tujuh anggota negara Teluk, tidak ada negara emirat yang dilanda krisis keuangan global seberat Dubai, pusat keuangan dan transportasi Timur Tengah. Negara itu berada di ambang kehancuran pada 2009 karena tekanan besarnya terhadap pasar properti mewah yang meledak.

Negara ini mencatat 60.000 rumah tangga jutawan pada tahun lalu, menurut laporan terbaru The Boston Consulting Group. Di antara penduduk terkaya adalah anggota keluarga al Ghurair, yang memegang saham di perbankan, pusat perbelanjaan, dan manufaktur.

Taiwan


TaiwanPopulasi: 23,3 juta
Persentase rumah tangga jutawan: 4 persen

Taiwan memiliki 312.000 rumah tangga jutawan pada 2012. Pulau tersebut, yang ekonominya sangat bergantung pada ekspor elektronik, mesin dan petrokimia, sebagian besar sudah pulih dari resesi meskipun PDB melonjak hanya 1,3 persen pada 2012. Warga Taiwan terkaya adalah Tsai Wan-Tsai, yang menguasai emiten Fubon Financial Holding sepenuhnya

Bahrain


BahrainPopulasi: 1,28 juta
Persentase rumah tangga jutawan: 4,9 persen

Setelah kemunduran ekonomi selama dua tahun terakhir, ekonomi Bahrain mulai pulih. Meskipun masih ada ketegangan antara mayoritas Syiah Bahrain dan elite pemerintah Sunni yang lebih kaya, lomba balap Formula One kembali berlangsung pada tahun ini setelah sebelumnya batal pada 2011. Bahrain memiliki 11.000 rumah tangga jutawan pada 2012.

Penduduk terkaya di negara itu adalah keluarga kerajaan, dipimpin oleh Raja Hamad bin Isa al Khalifa.

Amerika Serikat


Amerika SerikatPopulasi: 316,6 juta
Persentase rumah tangga jutawan: 4,9 persen

AS mencatat jumlah terbesar rumah tangga jutawan pada 2012: 5,87 juta, naik dari sebelumnya 5,1 juta pada 2011. Pada Desember 2012, bank sentral Amerika Serikat mengumumkan bahwa mereka akan menopang perekonomian dengan membeli hipotek sebesar $85 miliar (sekitar Rp833,1 triliun) per bulan dan sekuritas Treasury untuk menekan suku bunga jangka panjang dan menjaga suku bunga jangka pendek mendekati nol. Orang Amerika (sekaligus dunia) terkaya adalah Bill Gates, pendiri Microsoft, dengan kekayaan sekitar $72,5 miliar (sekitar Rp710,6 triliun), naik dari $60 miliar (sekitar Rp588,1 triliun) pada Mei 2012.

Singapura


SingapuraPopulasi: 5,46 juta
Persentase rumah tangga jutawan: 8,2 persen

Singapura menjadi kediaman 98.000 rumah tangga jutawan pada 2012, jumlah yang cukup besar untuk sebuah negara berpenduduk hanya 5 juta. Singapura, yang mungkin tidak terlalu berbeda dari AS, mungkin sedikit terobsesi dengan jutawan; di bandara Changi, promosi “Be a Changi Millionaire"  berlangsung setiap tahun sejak 2010.

Pergilah ke sana untuk berbelanja dan Anda mungkin memenangkan hadiah sebesar $1 juta (sekitar Rp7,8 miliar). Sebagian besar kekayaan yang dihasilkan di Singapura berasal dari peran negara itu sebagai salah satu pusat terbesar bagi perbankan luar negeri dan perkembangannya yang terus menonjol sebagai penghubung berteknologi tinggi.

Hongkong


HongkongPopulasi: 7,2 juta
Persentase rumah tangga jutawan: 9,4 persen

Mantan jajahan Inggris ini, bersama dengan Singapura, merupakan salah satu penghubung internasional di Asia Timur untuk urusan keuangan, perdagangan, properti mewah, dan transportasi. Pertumbuhan ekonomi Hongkong melambat menjadi kurang dari 2 persen pada 2012 setelah tumbuh 5 persen pada 2011. Inflasi naik 4,1 persen.

Meskipun begitu, Hongkong merupakan kediaman bagi miliarder dengan jumlah yang terbesar, serta 231.000 rumah tangga jutawan. Orang terkaya di Hongkong — dan di Asia — adalah Li Ka-Shing. Nilai kekayaannya hampir $28 miliar (sekitar Rp274,4 triliun) menurut Bloomberg Billionaires Index. Ia mengawasi diversifikasi konglomerat Hutchison Whampoa dan perusahaan properti mewah Cheung Kong Holding.

Kuwait


KuwaitPopulasi: 2,7 juta
Persentase rumah tangga jutawan: 11,5 persen

Kuwait memiliki sekitar 7 persen cadangan minyak dunia, dan ekspor minyak mencapai sekitar 95 persen dari pendapatan ekspor. Pemerintah mengumumkan pada 2010 bahwa mereka akan menghabiskan $130 miliar (Rp1,27 kuadriliun) selama lima tahun ke depan untuk menggerakkan perekonomian agar tidak tergantung pada minyak.

Di saat yang bersamaan, negara itu juga telah menganggarkan peningkatan pendapatan sebesar 20 persen, yang menyebabkan pengeluaran yang lebih tinggi seperti kenaikan upah untuk karyawan sektor publik. Kuwait merupakan kediaman bagi 63.000 rumah tangga jutawan pada 2012. Orang terkaya di Kuwait di antaranya adalah keluarga Alghanim dan al Kharafi.

SWISS COUNTRY

SwissPopulasi: 8 juta
Persentase rumah tangga jutawan: 11,6 persen

Krisis fiskal Eropa memengaruhi negara Alpine itu: Pertumbuhan PDB melambat menjadi 0,8 persen pada 2012, dari sebelumnya 1,9 persen pada 2011. Swiss juga menghadapi tekanan dari Uni Eropa dan Amerika Serikat untuk mereformasi undang-undang kerahasiaan perbankan, dan pemerintah Swiss sedang mempertimbangkan pemberlakuan pajak atas deposito bank yang dimiliki oleh orang asing.

Ada 395.000 rumah tangga jutawan di sini pada tahun lalu. Orang terkaya Swiss, dengan kekayaan senilai $14,6 miliar (Rp143,1 triliun), adalah miliarder kelahiran Italia Ernesto Bertarelli.

QATAR


QatarPopulasi: 2 juta
Persentase rumah tangga jutawan: 14,3 persen

Minyak dan gas menyumbang lebih dari 50 persen PDB dan memberikan Qatar pendapatan per kapita tertinggi di dunia, serta membuatnya menjadi negara dengan tingkat pengangguran terendah.

Qatar membuka bandara baru pada tahun ini, dengan kapasitas penumpang tahunan sebesar 24 juta, dan akan menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022 — perhelatan yang akan membantu mempercepat proyek-proyek infrastruktur seperti sistem metro.

Ada 50.000 rumah tangga jutawan di sini pada 2012, menurut The Boston Consulting Group. Sheikh Hamad bin Khalifa al Thani, pemerintah Qatar, adalah penduduk terkaya.

BANK OF AMERIKA VS MINING




BATUBARA



BATUBARA DUNIA





Selasa, 04 Juni 2013

TAKE OVER TAMBANG SR 1:3 KALORI 5500 - 5800 LUAS 1000 HA



MINAT KONTAK KAMI

Jumat, 31 Mei 2013

SITE WALL




Kamis, 30 Mei 2013

INDUS COAL LIMITED INVESTASI DI JAMBI


AUSTRALIAN OFFICE
Level 3, 1AUSTRALIAN OFFICE
Level 3, 18 Richardson Street, 
West Perth WA 6005
Phone: 1300 532 786
Facsimile: 1300 391 738
Email: admin@induscoal.com.au
JAKARTA OFFICE
Menara BCA, 39th Floor, Suite 3902
Jl. M.H. Thamrin No. 1 Jakarta
10310 Indonesia
Phone: +62 21 2358 7555
Facsimile: +62 21 2358 7666
SINGAPORE OFFICE
33 Ubi Avenue 3
#07 12 Vertex
Singapore 408868
Phone: +65 6509 4494
Facsimile: +65 6524 4748
 8 Richardson Street, 
West Perth WA 6005
Phone: 1300 532 786
Facsimile: 1300 391 738
Email: admin@induscoal.com.au
JAKARTA OFFICE
Menara BCA, 39th Floor, Suite 3902
Jl. M.H. Thamrin No. 1 Jakarta
10310 Indonesia
Phone: +62 21 2358 7555
Facsimile: +62 21 2358 7666
SINGAPORE OFFICE
33 Ubi Avenue 3
#07 12 Vertex
Singapore 408868
Phone: +65 6509 4494http://www.induscoal.com.au




Facsimile: +65 6524 4748

INDUS COAL TAKE OVER TAMBANG DI JAMBI

Indus Coal, perusahaan yang terdaftar di Bursa Australia membeli 38% saham dua perusahaan yang memiliki tiga konsensi batu bara di Jambi.

Kedua perusahaan tersebut yaitu PT Batanghari Energi Prima dan PT Berlian Mahkota Coal. "Perusahaan mengeluarkan dana sekitar US$ 6,5 juta untuk pembelian aset tersebut," ujar manajemen Indus dalam keterangannya ke Bursa Australia, Selasa (29/1/2013).

Batanghari Energi Prima saat ini memiliki Blok 7 seluas 5.000 hektare dan Blok 8 seluas 4.380 hektare, sedangkan Berlian Mahkota Coal mengembangkan Blok 9 seluas5.013 hektare. Lokasi tiga blok ini saling berdekatan di Kabupaten Tebo, Jambi.

Manajemen Indus Coal mengatakan perseroan telah menyelesaikan uji tuntas secara teknis dan hukum pada tiga blok. "Semua tiga blok dalam tahap eksplorasi," tulis manajemen tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Mengutip situs resmi Indus Coal, saat ini perseroan telah memiliki proyek batu bara MukoMuko yang berada di Bengkulu seluas 2.337 hektare. Proyek itu memiliki batu bara dengan kalori 5.700-5.800 kcal/kg.

Bagi Indus Coal, Indonesia dinilai cukup strategis karena pertumbuhan industri batu bara di negeri ini cukup pesat. Apalagi saat ini Indonesia saat ini merupakan negara eksportir batu bara terbesar di dunia, setelah menggeser Australia pada 2008. 

Indonesia juga memiliki posisi strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi India dan China. Kualitas batu bara di Indonesia cocok untuk bahan bakar pembangkit listrik di negara berkembang. (Ndw)

Rabu, 29 Mei 2013

TAKE OVER IZIN TAMBANG BATUBARA DI INDONESIA

kami grup pemilik izin tambang bahan galian golongan A (batubara) yang siap untuk menyediakan tambang batubara untuk perusahaan darimana saja, khusus untuk take over tambang batubara atau kerjasama tambang batubara mau berapa pun luas kita layani

2013 IHS WEBCAST SERIES

If you have trouble viewing this email, read the online version.

ASIA PACIFIC
2013 IHS WEBCAST SERIES
  
 
 ENERGY INSIGHT
 Asian Coal Economic Outlook (2) - Importers' Insight
 
 
Dear Marga Perkasa, PT
Even though the wider economic landscape shows little sign of improvement and as doubts over international coal demand do not seem to abate, IHS McCloskey analyst team remains optimistic over the coal market in key Asian markets such as China, India, Indonesia and Australia. Join us in the 2-part webcasts for the following discussion:

This is the second part of the IHS McCloskey webcast that explores on Importers' perspectives and insights in:

-Coal market outlook for key Asian markets: India, China, Japan and Australia in 2013-2014 
-Key market drivers, trends and opportunities
SPEAKER
 
Scott Dendy
Business Development Manager, McCloskey, Asia, IHS
Scott Dendy leads IHS McCloskey's business development operations in Asia. He was instrumental in designing, developing and launching the IHS McCloskey/Xinhua Infolink South China CFR 5,500kc marker, API5 and API8...
Read More
 
Wang Hong-Fei
Analyst/ Price Reporter, McCloskey, Asia, IHS
Hong Fei is the analyst and price reporter of the IHS McCloskey Asian team. His job responsibility includes market analysis and price reporting for the Asian seaborne coal market...
Read More
 
Sam Shoro
Associate Director, Product Management
Sam Shoro leads product strategy for IHS Coal, incorporating the IHS McCloskey, IHS Energy Publishing and IHS CERA coal divisions. In this role, Sam is responsible for the integration development of IHS coal products...
Read More
 
Upcoming June Webcasts:
DateTimeTopic 
14 Jun14:00 - 15:00 (GMT+8:00)Automotive Technology Update
28 Jun14:00 - 15:00 (GMT+8:00)Major Trends in Asia Video Surveillance Market in 2013
 
WEBCAST DETAILS
Date:
6 June 2013 
Time:
IN11:30 – 12:30 (GMT +5:30)
SG, CN, TW14:00 – 15:00 (GMT +8:00)
JP, KR15:00 – 16:00 (GMT +9:00)
SYD16:00 – 17:00 (GMT +10:00)
REGISTER
REFER
DOWNLOAD
 IHS Coal Publication Overview
 McCloskey China Coal Overview
 McCloskey Metallurgical Coal Overview
LINK
 China Coal Monthly
 Metallurgical Coal Quarterly
 Steam Coal Forecaster Online
 Coal Index Methodology Guide
 
  

BRO COAL PROJECT

BRO COAL PROJECT

BRO COAL PROJECT

GEG

GEG

GP

CARBON COUNTER

ENERGY NEWS

NEWS

COAL PROJECT

AREA TAKE OVER

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls
Perlu Info Kontak Kami di Email kami:mars4302@yahoo.co.id Hp 082380937425