Kamis, 24 Maret 2011

Senin, 21 Maret 2011

Cekungan Batubara Wilayah Pesisir Tanah Laut–Kotabaru, Kalimantan Selatan

S A R I

Cekungan Barito dan Cekungan Kutai merupakan cekungan tempat batubara terakumulasi Formasi Tanjung, Formasi Warukin dan Formasi Dahor adalah sebagai pembawa lapisan batubara. Batubara Formasi Tanjung terdiri atas lapisan-lapisan batubara tipis, berlapis sangat baik, keras, padat,, nilai kalori >6.000 kal/g. Batubara Formasi Warukin teridiri atas lapisan-lapisan batubara tebal, berlapis baik, lunak, nilai kalori < 6.000 kal/g, Batubara Formasi Dahor terdiri atas lapisan batubara sedang , berlapis kurang baik ,sangat lunak, struktur kayu masih terlihat, nilai kalori <5.000 kal/g. Sumberdaya batubara di daerah pesisir dan laut lepas kemungkinan besar masih tersedia banyak sebagai sumberdaya alam akan datang. Pemulihan lingkungan ke situasi alam semula (reklamasi) daerah bekas penambangan batubara merupakan bagian paling utama bagi semua perusahaan tambang batubara. Dampak lingkungan, kehancuran tanah, topografi, tanaman yang ditinggalkan tanpa direklamasi lambat laun akan merubah keseimbangan alam sekitarnya, merupakan kerugian yang paling besar yang diwariskan kepada generasi masa depan.

Pendahuluan
Proyek Daftar Isisan Kegiatan Suplemen Batubara (DIKÂ’S batubara) Tahun Anggara 1998/1999 melakukan inventarisasi dan studi regional cekungan batubara di wilayah pesisir Kalimantan Selatan. Pada kesempatan ini Pusat Pengembangan Geologi Kelautan, Departemen Pertambangan dan Energi ditunjuk sebagai pelaksana lapangan proyek tersebut.
Studi regional cekungan batubara ini memerlukan skala peta yang bermacam-macam, informasi aktual dari luar yang selalu berkembang, serta untuk lebih merinci secara lebih khusus daerah kajian. Dengan demikian studi regional cekungan batubara ini adalah merupakan salah satu kegiatan penelitian geologi. Data penelitian geologi ini dikumpulkan, dikutip, diperiksa, dianalisis, disintesa, dikompilasi dan ditafsirkan untuk mengetahui sejarah ubahangsur (evolution) batubara dalam suatu cekungan sedimentasi.
Tujuan penelitian ini adalah memperoleh pengetahuan yang lebih jelas mengenai potensi sumberdaya batubara didaerah kajian guna menunjang pembangunan dalam arti yang seluas?luasnya, memberikan masukan bagi PEMDA setempat bagi pengembangan dan pengelolaan wilayah yang berkaitan dengan sumberdaya batubara ditinjau dari aspek geologi.
Studi regional cekungan batubara terletak di sekitar kawasan peisisir Kabupaten Tanah Laut dan Kotabaru, Kalimantan Selatan yaitu antara koordinat l14 15Â’ 00” - l16 45' 00” BT dan antara 02 30' 00” - 0415' 00” LS.
Topografi di wilayah pesisir Kabupaten Tanah Laut mulai dari Pelaihari hingga Satui terdiri atas morfologi perbukitan bergelombang dan pedataran. Morfologi perbukitan bergelombang terbentang di bagian utara jalan utama Pelaihari-Satui. Tinggi elevasi berkisar antara 20m – 250 m di atas muka air laut. Sungai-sungai yang mengalir ke arah pantai umumnya berpola hampir paralel dan bersifat aktif. Morfologi pedataran terbentang 5 – 10 km dari garis pantai ke arah daratan. Elevasi <20 m di atas muka air laut. Daerah- daerah kubangan (cekungan) sering dijumpai pada morfologi pedataran terebut.
Topografi di wilayah pesisir Kabupaten Kotabaru terdiri atas daerah morfologi perbukitan, perbukitan bergelombang, dan morfologi pedataran. Morfologi perbukitan berrelif tinggi terdapat di wilayah pesisir Pulau Laut, elevasi >70 m. Morfologi perbukitan bergelombang elevasi 50m –100m terdapat di wilayah pesisir Pulau Laut. Morfologi pedataran elevasi 20m – 50m terdapat di kawasan daratan pesisir <10 km dari garis pantai.
Tanaman hutan tropis di kawasan hutan lindung dan hutan tanaman industri (HTI) hampir menunutupi semua kawasan utara di luar daerah penyelidikan, wilayah pesisir Kabupaten Peleihari. Di wilayah pesisir Kabupaten Kotabaru, Pulau Laut, Tanjung Senakin tanaman hutan tropis ini masih banyak dijumpai. Hutan tanaman industri sebagian besar menempati daerah penyelidikan di wilayah pesisir Kabupaten Tanah Laut. Tanaman palawija juga terdapat di daerah-daerah perkebunan transmigrasi. Alang-alang dan mangrove pada umumnya menempati daerah penyelidikan.
Daerah Kalimantan Selatan umumnya merupakan bagian dari sistim iklim tropis. Data curah hujan tahunan rata-rata berdasarkan Stasiun Pengamatan BMG Kalimantan Selatan adalah sekitar 2600 mm, dan tingkat evaporasi maksimal 1750mm. Musim hujan dimulai pada bulan Desember sampai dengan bulan April. Musim kemarau dimulai pada bulan June sampai dengan bulan Oktober. Temperatur udara rata-rata tiap bulan relatif stabil. Temperatur berkisar antara 250 C dan 260 C terjadi pada bulan Januari dan sekitar temperatur udara 320 terjadi pada bulan Juli. Kisaran temperatur rat-rata terrendah dan tertinggi yaitu 21.40 C - 330 C.
Metoda penyelidikan
Studi cekungan regional batubara wilayah pesisir, Kalimantan Selatan meliputi studi pustaka (desk study): pengumpulan dan penafsiran data penyelidik terdahulu antara lain data geologi, data sumberdaya batubara dan data penunjang lainnya; survei pendahuluan (preliminary survey) yaitu kegiatan pengumpulan data geologi, sumberdaya batubara daerah kajian dari beberapa instansi pemerintah dan swasta, perizinan, transportasi, dan daerah pangkalan kerja yang direncanakan; kegiatan lapangan (field work): melokalisasi titik pengamatan yang akan di survei, menentukan koordinat singkapan batubara, mengukur arah/jurus lapisan sedimen pembawa batubara, memeri (description) lapisan sedimen dan batubara, melakukan pengukuran terukur, mengambil contoh batuan sedimen dan batubara, membuat sketsa dan pengambilan foto singkapan, serta meninjau daerah tambang milik KP KUD dan beberapa perusahaan tambang batubara; pekerjaan laboratorium (laboratory work) menganalisis komposisi batubara, sedimen dan polen.
Pemprosesan data dan laporan (data processing and report): kajian peta dasar, kajian data bawah, data inti bor dan data geofisika, kajian mineralogi dan kajian paleontologi.
Kerangka geologi
Geologi cekungan batubara
Berdasarkan geologi regional (Heryanto dan Sanyoto, 1987; Bishop, 1980; Darmawan Sumardi, drr., 1988) daerah penyelidikan termasuk kedalam Anak Cekungan Pasir bagian dari Cekungan Kutai dan Anak Cekungan Asam-Asam bagian dari Cekungan Barito.(Gambar 20-1).
Cekungan Kutai membentang di sepanjang timur tepian benua (continental margin) Kalimantan. Di bagian barat Cekungan Kutai dibatasi oleh Tinggian Kucing (Kucing High) dan Paparan Sunda (Sunda Shield), dan dipisahkan dari Cekungan Tarakan oleh Pematang Mangkalihat (Mangkalihat Ridge). Dibagian Selatan Cekungan Kutai dipisahkan dari Anak Cekungan Asam-Asam dan Anak Cekungan Pasir oleh Pegungan Meratus (Meratus Mountain).
Cekungan Kutai terdiri atas batuan sedimen berumur Eosen dan sedimen Resen, tebal seluruhnya >9000 m, serta tersusun oleh batuan dasar cekungan berupa batuan beku dan batuan sedimen berumur Mesozoik/Tersier Awal (Darmawan Sumardi, drr., 1988).
Proses penurunan cekungan (subsidence) yang terjadi selama Eosen Awal hingga Oligosen Bawah menyebabkan adanya akumulasi lapisan-lapisan transgresi sedimen ke dalam Cekungan Kutai. Proses transgresi ini mencapai puncaknya pada Oligosen Akhir di bagian barat dan Miosen Awal di bagian timur Cekungan Kutai. Proses pengangkatan tektonik (tectonic uplift) Tinggian Kucing yang terjadi selama waktu Oligosen Akhir menyebabkan pengendapan lapisan regresi sedimen di Cekungan Kutai. Akhir dari proses ini, terjadi pengendapan sedimen resen terutama tersebar di sepanjang garis-pantai Kalimantan Timur.
Stratigrafi
Pada Cekungan Kutai terdapat Formasi-Formasi batuan sedimen pembawa lapisan batubara. Formasi batuan sedimen tertua yaitu Formasi Tanjung berumur Eosen yang tidak selaras menindih alas-batuan berumur Pra-Tersie. Formasi Tanjung terdiri atas batuan sedimen klastika kontinen yang berselingan dengan material laut dan napal. Batuan sedimen dari Formasi Tanjung ini diendapkan selama tahap awal terjadinya transgresi laut Tersier. Formasi Tanjung ini ditindih selaras Formasi Berai/Pemaluan yang berumur Miosen Bawah.
Formasi Berai terdiri atas lapisan tebal batugamping, masif, berwarna abu-abu terang, terdapat moluska dan koral. Sebaran Formasi Berai ini menerus ke arah selatan pada Anak Cekungan Asam – Asam di Kalimantan Selatan.
Formasi Warukin diendapkan selama proses regresi, menindih Formasi Berai. Formasi Warukin berumur Miosen Tengah hingga Miosen Atas yang umumnya terdiri atas batuan sedimen klastik berbutir halus, batulempung dan sedikit batulanau dan batupasir, serta lapisan batubara.
Pada Kala yang lebih muda diendapkan secara tidak selaras Formasi Dahor berumur Plio-Plistosen. Formasi Dahor terdiri atas batu pasir dan sedikit batuan sedimen klastik berbutir halus, serta lapisan lignit. Formasi Dahor ditindih oleh sedimen kuarter berupa sedimen klastik hasil rombakan batuan sebelumnya.
Karakteristik batubara regional
Endapan batubara ekonomis yang tersebar luas di kepulauan Indonesia terdapat pada batuan sedimen berumur Tersier. Pulau Sumatra dan Kalimantan merupakan daearh yang mengandung paling banyak endapan batubara disamping daerah Jawa, Sulawesi dan Irian Jaya. Cekungan Kutai, Cekungan Barito, Anak Cekungan Asam – Asam, dan Anak Cekungan Pasir telah diketahui sebagai lokasi batubara. Batubara yang terdapat pada cekungan-cekungan tersebut ada dua jenis yaitu batubara Eosen dan batubara Miosen.
Karakteristik batubara Eosen umumnya sangat masif, berwarna hitam, kilap gelas, jenis batubara bitumin – sub-bitumin, dan kadar kalori tinggi. Batubara Eosen sering tersingkap baik berupa lapisan dan mebentuk seam batubara.
Batubara Miosen sebagian besar berupa lignit, sangat lunak, kadar air tinggi, kadar debu rendah, dan kadar kalori rendah. Batubara Miosen umumnya menunjukkan bentuk lapisan yang kurang baik dalam singkapan. Hal ini terjadi karena kadar air dalam batubara tinggi, tekanan kompaksi rendah serta lapisan lempung sering kali ada dalam lapisan batubara tersebut.
Hasil penyelidikan dan pembahasan
Geologi daerah selidikan
Daerah selidikan telah dipetakan oleh penyelidik sebelumnya yang termasuk pada Peta Geologi Lembar Banjarmasin, sekala 1:250.000 (Sikumbang, drr., 1994) dan Peta Geologi Lembar Kotabaru, sekala 1:250.000 ( Rustandi, drr., 1995). Secara regional daerah selidikan termasuk bagian dari Cekungan Kutai dan Cekungan Barito. Cekungan-cekungan tersebut telah diketahui sebagai tempat terdapat endapan-endapan batubara yang ekonomis. Lapisan batuan dari Formasi Tanjung, Warukin dan Formasi Dahor adalah batuan pembawa batubara tersebut.
Sedimentologi dan lingkungan pengendapan
Pengendapan batuan sedimen dimulai pada Kala Eosen secara tidak selaras menindih alas batuan Cekungan Kutai dan Cekungan Barito berumur Pra-Tersier. Batuan sedimen yang tertua pada cekungan ini adalah batuan dari Formasi Tanjung yang teridiri atas sedimen klastik kontinen dan endapan laut berupa endapan organik dan napal. Formasi Berai/Pemaluan berumur Oligosen yang terdiri atas batugamping koral bersisipan napal. Formasi Warukin berumur Miosen terdiri atas perselingan batupasir kuarsa, batulempung pasiran. Formasi Dahor terdiri atas batupasir kuarsa, konglomerat dan batulempung (Tabel 20-1). Batuan dari Formasi Tanjung, Warukin dan Formasi Dahor adalah batuan sedimen pembawa batuabara yang lebih ditekankan pada studi ini.
Formasi Tanjung
Formasi Tanjung diendapkan selama tahap awal genang laut Tersier. Berdasarkan kandungan foraminifera Nummulites javanus (Verbeek) dan Heterostegina sp., serta foram kecil dari keluarga Milliolidae, maka Formasi Tanjung ini diendapakan pada lingkungan paralas-neritik berumur Eosen. Batuan dari Formasi Tanjung terdiri atas batupasir kuarsa berbutir halus, tebal lapisan antara 0.50 meter dan 1.50 m, terdapat struktur sedimen lapisan sejajar dan silang siur; sisipan batulempung setempat menyerpih, tebal lapisan antara 0.20 meter dan 1.50 meter; terdapat sisipan batubara di bagian atas formasi berwarna hitam, kilat kaca, pejal, di bagian bawah formasi sisipan batubara tebal antara 0.50 meter dan 7.00 meter; terdapat sisipan batugamping berwarna abu-abu kecoklatan mengandung kepingan moluska dan foraminifera. Ketebalan Formasi Tanjung di atas 1000 meter.
Singkapan batubara dari Formasi Tanjung di daerah kajian yaitu di daerah Satui (Gambar 20-2) terdiri atas perselingan batupasir, batulempung, dan batubara. Batupasir berwarna coklat kemerahan, kuning kemerahan, berbutir sedang, terpilah baik, tebal 5m. Batulempung berwarna abu-abu, sangat lapuk, tebal 4m - 6m Singkapan di KP PT. Arutmin,
Satui umumnya memperlihatkan singkapan batubara yang baik yang terdiri atas perselingan batubara dan batulempung. Batubara berwarna hitam, masif, getas, tebal 1m – 5m. Batulempung berupa sisipan berwarna abu-abu gelap tebal 0.1m – 1.0 m. Sedimen penutup singkapan batubara ini terdiri atas soil, batupasir dan batulempung tebal kira-kira 20 m. Singkapan di daerah Batulicin terdiri atas perselingan batulempung, serpih dan batubara. Batulempung berwarna abu-abu terang, tebal 1.0m, masif. Serpih berwarna abu-abu terang, lapisan tidak beraturan akibat adanya struktur sesar dan lipatan. Batubara berwarna hitam mengkilat, masif, tebal >1m. Singkapan di KP PT. Arutmin, Tj. Senakin, merupakan batubara endapan paleogen dengan alas batuan sedimen dan volkanik Pra-Tersier. Endapan Paleogen ini tersingkap sebagai akibat adanya struktur antikilin. Singkapan batubara ini terdiri atas selang-seling lapisan batupasir dengan lapisan batubara. Batupasir berwarna abu-abu kecoklatan, berbutir sedang, terpilah baik, tebal 1.0m. Batubara berwarna hitam, kilap kaca, masif, bersisipan dengan lapisan batulempung, tebal lapisan batubara kurang lebih 1.5 meter. Singkapan batubara Pulau Laut terdapat di sekitar pesisir milik beberapa KP KUD dan PT Arutmin terdiri atas perselingan batupasir, batulempung dan batubara. Batupasir berwarna abu-abu kecoklatan, kuning kemerahan, ukuran butir sedang – halus, terpilah baik, masif – lapuk, tebal 0.5m – 1.5m. Batulempung berwarna abu-abu pucat, abu-abu kecoklatan, abu-abu kemerahan, bersisipan dengan serpih berwarna coklat kemerahan, tebal lapisan 0.5m – 5m. Batubara berwarna hitam, kilap kaca, masif, terdapat sisipan batulempung berkongkresi besi tebal lapisan 0.5m – 2.5 m. Arah umum kemiringan lapisan ke Utara.
Batulempung gampingan dan napal sebagai lapisan pembawa batubara Formasi Tanjung menunjukkan lingkungan pengendapan berenergi tenang, dapat berupa lingkungan laut tertutup (lagoon). Batupasir berbutir sedang, terpilah baik, serta lapisan sejajar menunjukkan waktu pengendapan berjalan lama dengan kondisi lingkungan berenergi rendah, dataran banjir.
Formasi Warukin
Pengendapan batuan Formasi Warukin terjadi pada awal susut laut (regresi) Tersier. Formasi Warukin terdiri atas perselingan batupasir kuarsa, batulempung, serpih, dan batugamping. Pada batupasir dan batulempung karbonatan sering dijumpai konkresi besi. Lapisan batubara tebal > 25 meter, hitam-abuabu, getas, kurang padu terdapat pada Formasi Warukin. Tebal batuan Formasi Warukin antara 250 meter dan 750 meter. Fosil yang ditemukan pada adalah Miogypsina sp., Cycloclypeus sp., dan lepidocyclina cf. Sumatrensis, diperkirakan berumur Miosen Tengah - Miosen Akhir. Lingkungan pengendapan laut dangkal (litoral) hingga paralis.
Singkapan batubara Warukin terdapat di lokasi Penambangan Jorong disekitar jalanraya Pelaihari-Batulicin (Gambar 20-2), Kecamatan Jorong terdiri atas lapisan-lapisan batubara berselingan dengan batulempung berwarna abu-abu, tebal 0.5 m – 1.0 m, dan batupasir berbutir sedang, terpilah baik, tebal 0.5 m – 2.0 m. Tebala lapisan batubara dari 0.5 m hingga >20m. Lapisan penutup berupa soil dan endapan alufial tebal > 5m. Arah kemiringan lapisan kearah pantai, tenggara S 100 E/350. Singkapan batubara di daerah KP PT. Arutmin, Satui terdiri atas lapisan soil penutup, batupasir batulempung dan batubara. Soil penutup berwarna kecoklatan, mengadung butiran pasir, tebal 3m. Batupasir berwarna abu-abu, abu-abu kotor, masif, tebal 3.5 m. Batulempung berwarna abu-abu, masif, tebal 6m, terdapat sisipan batubara hitam kecoklatan, tebal 0.30 m. Batubara berwarna hitam kecoklatan, masif, tebal >4m.
Batupasir berbutir sedang, terpilah baik, dan bersifat karbonat yang terdapat pada Formasi Warukin menunjukkan lingkungan pengendapan berenergi sedang – tinggi. Kondisi lingkungan sedimentasi tersebut kemungkinan besar cocok di daerah laut dangkal, litoral (Friedman, 1967). Batupasir berselang-seling dengan batulempung membentuk struktur sedimen sejajar menandakan adanya energi pengangkutan partikel sedimen yang berbeda. Keadaan ini umum dijumpai pada dataran banjir di sekitar muara sungai dan dataran banjir pantai modern. Hal ini dapat diperkirakan bahwa lingkungan pengendapan batuan dari Formasi Warukin adalah sebagian dataran limbah banjir. Adanya lapisan batulempung dengan konkresi besinya, maka lingkungan pengendapan Formasi Warukin berkaitan dengan daerah rawa, paralis.
Formasi Dahor
Formasi Dahor terbentuk dengan diawali gerakan tektonik yang menyebabkan batuan tua Pra-Tersier dan Tersier terangkat membentuk tinggian Meratus. Sejalan dengan pelipatan dan pensesaran batuan tua tersebut kemudian diikuti pengendapan batuan Formasi Dahor. Formasi Dahor diperkiran berumur Plio-Plistosen diendapkan dalam lingkungan paralis. Batuan Formasi Dahor terdiri atas batupasir kuarsa yang lunak, konglomerat, batulempung, dan sisipan lignit, kaolin dan limonit.
Singkapan batubara terdapat di lokasi disekitar jalanraya Pelaihari-Batulicin, Kecamatan Jorong (Gambar 20-2) berupa lapisan lempung berwarna abu-abu, lunak; pasir berbutir sangat halus; batubara warna hitam kecoklatan, terdapat struktur kayu, tebal lapisan kurang dari 5m. Lapisan penutup berupa soil dan endapan alufial tebal > 2m. Batubara ini berasal dari Formasi Dahor termasuk jenis lignit. Pada umumnya batubara yang tersingkap tidak memperlihatkan lapisan yang baik. Singkapan batubara terletak 500 m di utara jalan Pelaihari-Batulicin, daerah Asam-Asam terdiri atas perselingan batulempung dan batubara. Batulempung berwarna abu-abu coklat, liat, tebal
1.5 m – 2.7 m. Batubara berwarna hitam, hitam kecoklatan, unsur kayu masih terlihat, termasuk jenis batubara muda, lignit. Soil dan lapisan penutup batubara 4m – 8m di bawah permukaan. Arah kemiringan lapisan batubara S 50 E/310. Singkapan batubara terletak 300m selatan jalan Pelaihari – Batulicin, Kintap terdiri atas perselingan batubara dengan lempung. Batubara berwarna hitam, hitam kecoklatan, sedang - lunak, mudah pecah, getas, tebal lapisan, 0.1m - 14m. Batubara ini termasuk jnis batubara lignit - sub-bitumin. Arah kemiringan lapisan S 270 E/480 . Lempung berwarna abu-abu kecoklatan, lunak tebal 0.1m - 2.0m.
Singkapan sedimen perselingan tipis, lapisan sejajar, antara batupasir halus dan lempung, struktur sedimen silang siur pada batupasir halus menunjukkan lingkungan pengendapan dataran banjir. Endapan batubara yang sangat rapuh dari jenis lignit dan banyak dijumpai polen mangrove Rhizophora, mengindikasikan lingkungan rawa. Jadi Formasi Dahor dapat dikatagorikan sebagai endapan alufial dan rawa.
Struktur Geologi
Indikasi struktur geologi didaerah pesisir Tanah Laut dan Kotabaru sedikit sekali tersingkap kepermukaan. Hal ini disebabkan daerah studi ditutupi oleh endapan aluvial yang cukup tebal. Dari bentang alam dan sebaran lapisan batuan struktur geologi regional memberikan indikasi pada daerah kajian.
Indikasi struktur perlipatan yang secara umum mempunyai pola arah sumbu lipatan baratdaya-timurlaut dapat dijumpai dengan tersingkapnya endapan tua seperti Formasi Tanjung di lokasi Batulicin, dan batuan Pra-Tersier di P. Laut. Selain itu kemiringan lapisan batuan juga menunjukkan adanya struktur lipatan dan sesar. Struktur geologi lainnya yang tersingkap di sekitar Batulicin berupa lipatan seret (drag-fold). Struktur ini adalah sebagai indikasi adanya struktur lipatan dan sesar naik.
Potensi endapan batubara
Endapan Batubara
Berdasarkan data eksplorasi batubara Formasi Tanjung dan Warukin yang merupakan bagian dari Cekungan Barito dan Cekungan Kutai telah diketahui secara rinci sebagai lapisan pembawa batubara. Formasi Dahor bagian dari Cekungan Barito juga mengadung lapisan batubara. Tetapi untuk sekala tertentu batubara dari Formasi Dahor tersebut kurang banyak dilihat para investor.
Batubara yang terdapat dalam Formasi Tanjung ditemukan dalam singkapan tambang terbuka berupa lapisan, seam , tebal 0.5 – 7 meter berwarna hitam, kilat kaca, dan sangat padu. Lapisan batubara ini secara umum menebal ke arah timur laut daerah telitian. Di P. Laut lapisan batubara Formasi Tanjung berselingan dengan lapisan batulempung terserpihkan, tebal lapisan 0.5 – 5.0 meter. Tebal lapisan batubara dari Formasi Tanjung ini tidak merata di setiap lokasi singkapan, kemungkinan lapisan batubara tersebut membentuk lensa-lensa. Keadaan ini mencerminkan kondisi energi pengendapan yang berbeda. Di daerah pinggir cekungan, batubara Formasi Tanjung akan lebih banyak berasosiasi dengan endapan alufial. Di cekungan yang lebih dalam batubara Formasi Tanjung berasosiasi dengan endapan marin klastika. Batubara Formasi Tanjung yang tersebar di sekitar wilayah pesisir Tanah laut lebih banyak berasosisai dengan endapan alufial. Endapan batubara Formasi Tanjung di P. Laut lebih berasosiasi dengan sedimen laut klastika. Hal ini dicirikan oleh adanya lapisan tebal batulempung gampingan. Hasil analisis kimia batubara Formasi Tanjung mempunyai kadar kalori yang paling tinggi dibandingkan batubara dari Formasi Warukin dan Formasi Dahor.
Batubara yang terdapat dalam Formasi Warukin secara fisik berwarna hitam, hitam kecoklatan kusam, agak rapuh, kadang masih terdapat struktur kayu. Batubara Formasi Warukin tersingkap di daerah-daerah tambang terbuka. Singkapan yang cukup baik yaitu di lokasi Jorong, KP JBG tebal lapisan >20 meter, berselingan dengan batupasir berbutir halus tebal 0.5 – 2.0 meter. Batubara dari Formasi Warukin yang tersingkap di sekitar wilayah pesisir Tanah laut berupa lapisan tebal diatas 10 meter. Batubara Formasi Warukin ini sebagian besar tersebar di wilayah pesisir Pelaihari –Batulicin. Di utara Batulicin terdapat batubara Formasi Pamaluan yang secara fisik hampir sama dengan batubara Formasi Warukin. Berdasarkan hasil anailis kimia kadar kalori dari Formasi Warukin < 5000 kal/g.
Batubara yang terdapat dalam Formasi Dahor secara megaskopis berwarna hitam kecoklatan, coklat kehitaman, rapuh, struktur kayu masih jelas terlihat. Pada umumnya singkapan batubara Formasi Dahor terdapat pada daerah tambang terbuka milik kemitraan penduduk setempat di sekitar jalan raya Pelaihari - Batulicin. Endapan batubara Formasi Dahor tebal beragam <20 meter membentuk lensa-lensa, berselingan dengan endapan alufial lempung dan pasir sangat halus. Batubara Formasi Dahor ini tidak menunjukkan lapisan yang baik dan tersebar merata seperti batubara Formasi Tanjung dan Warukin. Hal ini kemungkinan sumber pembentukan batubara berupa tumbuhan kurang banyak tersedia. Selain itu adalah wadah (cekungan) dimana batubara di endapkan kurang mendukung untuk terbentuknya batubara secara baik. Mungkin akibat adanya deformasi cekungan atau cekungan tersebut telah penuh terisi oleh lapisan-lapisan pembawa batubara sebelumnya. Maka batubara Formasi Dahor diendapkan di daerah pinggiran cekungan yang secara proses sedimentasi sulit untuk mendapatkan lapisan batubara yang nisbi tebal, bagus dan merata.
Kualitas batubara
Beberapa contoh batubara daerah penyelidikan dianalisis kimia dan analisis polen. Berdasarkan analisis kimia pada contoh batubara Formasi Tanjung, maka didapat kadar kandungan batubara tersebut yaitu nilai kalori antara 6.000,00 kal/g dan 7.000,00 kal/g, kadar abu= 3,00% dan14,00 %, zat terbang = 30.00 % dan 50,00 %, karbon padat= 35,00% dan 45,00%, belerang total= 0,20 dan 2,00 %, dan kadar air= 3,00% dan 6,00 %.
Formasi Warukin: nilai kalori antara 5.000,00 kal/g dan 6.000,00 kal/g, kadar abu= 4,00% dan 20,00 %, zat terbang = 35.00 % dan 50,00 %, karbon padat= 20,00% dan 40,00%, belerang total= 0,40 dan 4,00 %, dan kadar air= 3,00% dan 14,00 %.
Formasi Dahor: nilai kalori antara 4.000,00 kal/g dan 5.000,00 kal/g, kadar abu= 21,00% dan 30 ,00 %, zat terbang = 30.00 % dan 50,00 %, karbon padat= 20,00% dan 30,00%, belerang total= 2,00 dan 4,00 %.
Dari data tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa batubara Formasi Tanjung di daerah penelitian termasuk jenis batubara yang cukup baik di bandingkan dengan batubara Formasi Warukin dan Formasi Dahor.
Sumberdaya batubara
Data penampang terukur pada singkapan batubara Formasi Tanjung, Warukin dan Formasi Dahor menunjukkan ketebalan batubara beragam, keluruan lapisan melensa dan tidak merata, serta titik pengamatan dari satu lokasi ke lokasi lainnya kurang rinci. Arah jurus dan kemiringan batubara dari lokasi singkapan pada umumnya juga kurang tampak baik. Berdasarkan data tersebut maka perkiraan sumberdaya batubara di daerah kajian yaitu arah kemiringan lapisan batubara Formasi Tanjung, Warukin dan Dahor berarah ke tenggara, ke wilayah pesisir, laut. Kemiringan lapisan nisbi landai. Lapisan batubara Formasi Dahor berbentuk lensa-lensa, tersebar tidak merata, ketebalan lapisan nisbi tipis, lapisan penutup (overboden) cukup tebal, dan kualitas batubara masih muda. Struktur geologi berupa, sesar juga dijadikan parameter bagi penetuan sumberdaya indikasi batubara, karena akan menentukan sebaran dan ketebalan lapisan batubara Untuk menentukan sumberdaya terkirakan di wilayah pesisir ke arah laut lepas harus dikorelasikan dengan data seismik dan data bor.
Prospek pengembangan batubara dan lingkungan
Daerah batubara di kawasan Pelaiharai – Batulicin, Tanjung Senakin dan P. laut merupakan ladang batubara yang telah ditambang oleh beberapa perusahan besar. Batubara dari Formasi Tanjung dan Warukin untuk daerah-daerah yang sangat potensial telah dijadikan KP eksploitasi perusahaan-perusahaan berkapiltal besar. Sejalan dengan dampak krisis moneter di negri ini, harga jual batubara menjadi tinggi dan permintaan pasarpun tidak kurang menanamkan sahamnya pada batubara. Oleh sebab itu banyak pendatang baru menanmkan modal pada kegiatan penambangan batubara di kawasan ini. Ada yang berbentuk badan usaha berupa Koperasi Unit Desa, dan kemitraan yang dikenal masyarakat sebagai penambang liar. KUD dan kemitraan ini pada umumnya menambang batubara dari Formasi Dahor dan sebagian Warukin pada sekala kecil. Karena harga dan permintaan batubara di pasar meningkat tajam, maka tidak sedikit terjadi tumpang tindih daerah penambangan. Untuk perusahan penambangan batubara yang besar dan berwawasan lingkungan, pemulihan lingkungan ke situasi alam semula (reklamasi) merupakan bagian dari program kerja perusahaan tersebut. Lapisan struktur tanah yang digali, tanaman dan topografi dikembalikan paling tidak menyerupai asalnya. Bagi perusahaan kemitraan, perusahaan instan tentu yang paling diutamakan adalah keuntungan sesaat. Dampak lingkungan, kehancuran tanah, topografi, tanaman yang ditinggalkan tanpa direklamasi lambat laun akan merubah keseimbangan alam sekitarnya dan yang paling dirugikan adalah penduduk di sekitarnya yang mempunyai tingkat SDM rendah. Sebelum itu terjadi lebih jauh perlu diberikan penyuluhan dan sangsi yang seberat-beratnya bagi peruhaan penambang batubara yang mengabaikan lingkungan.
Kesimpulan dan saran
Berdasarkan hasil studi regional cekungan batubara di wilayah pesisir Tanah Laut – Kotabaru, Kalimantan Selatan sebagai berikut:
1. cekungan Barito dan Cekungan Kutai merupakan cekungan tempat batubara terakumulasi. Batubara yang berkualitas dan sangat prospek, Formasi Tanjung dan Formasi Warukin diendapkan pada bagian dalam dan mendekati tepian cekungan. Formasi Dahor yang diendapkan di pinggiran cekungan adalah sebagai pembawa lapisan batubara yang kurang berkualitas serta sumberdayanya lebih kecil untuk sekala eksploitasi yang lebih besar.
2. Batubara Formasi Tanjung terdiri atas lapisan-lapisan tipis (<7m), berlapis sangat baik, keras, padat, lapisannya relatif menerus, nilai kalori >6.000 kal/g Batubara Formasi Warukin teridir atas lapisan-lapisan tebal (>20m), berlapis baik, lunak, lapisannya umumnya melensa, nilai kalori < 6.000 kal/g. Batubara Formasi Dahor terdiri atas lapisan sedang (<20m), berlapis kurang baik ,sangat lunak, struktur kayu masih terlihat, nilai kalori <5.000 kal/g
3. Sumberdaya batubara kearah pesisir dan laut lepas kemungkinan besar masih tersedia banyak sebagai sumberdaya alam dimasa datang. Lapisan penutup batubara, sedimen Tersier dan Kuater, di daerah pesisir dan laut cukup tebal sehingga diperlukan penelitian lebih rinci.
4. Pemulihan lingkungan ke situasi alam semula (reklamasi) daerah bekas penambangan batubara merupakan bagian paling penting. Sangsi yang seberat-beratnya bagi peruhaan tambang batubara yang mengabaikan lingkungan. Dampak lingkungan, kehancuran tanah, topografi, tanaman yang ditinggalkan tanpa direklamasi lambat laun akan merubah keseimbangan alam sekitarnya merupakan kerugian yang paling besar yang diwariskan kepada generasi masa depan.

ALAMAT KANTOR


NO INSTANSI ALAMAT NO. TLP/FAX
1. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18 Jakarta Pusat 10110 Telp.
Fax. 3813232
3847461
2. Sekretariat Jenderal Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18 Jakarta Pusat 10110 Telp.
Fax. 3845054 / 3840686
3841896
3. Inspektorat Jenderal Jl. Patra Kuningan Raya No. 1 B Jakarta Selatan Telp.
Fax. 5202441 / 5264250
5264247
4. Direkorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Gedung Plaza Centris Lt.16 Jl. H.R Rasuna Said Kav. B-5 Kuningan Jakarta Selatan Telp.
Fax. 5269011
5269012
5. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Jl. H.R Rasuna Said Blok. X-2 Kav 7 & 8 Jakarta Selatan 12950 Telp.
Fax. 5256072 / 5256073
5225186
6. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi Jl. Prof. Dr. Supomo, SH No. 10 Jakarta Selatan 12870 Telp.
Fax. 8280773
8297642
7. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Jl. Ciledug Raya, Cipulir Kebayoran Lama, Jakarta 12230 Telp.
Fax. 72786531-272796840
8. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 49 Lt.3 Jakarta 12950 Telp.
Fax. 5254508 / 5250447
5251380
9. Badan Geologi Jl. Diponegoro No. 57 BandungJl. Jend. Gatot Subroto Kav. 49 Lt.5 Jakarta 12950 Telp.

Fax. 022-7215297
021-5228371
022-7216444

NO INSTANSI ALAMAT NO. TLP/FAX
STAF AHLI MENTERI
1 Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18 Jakarta Pusat 10110 Telp.
Fax. 3522470
3522470
2. Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18 Jakarta Pusat 10110 Telp.
Fax. 3847671
3847671
3. Bidang Ekonomi dan Keuangan Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18 Jakarta Pusat 10110 Telp.
Fax. 3483130
534831305
4. Bidang Informasi dan Komunikasi Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18 Jakarta Pusat 10110 Telp.
Fax. 34831307
3848656
5. Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18 Jakarta Pusat 10110 Telp.
Fax. 3812824
3806964

NO INSTANSI ALAMAT NO. TLP/FAX
INSPEKTORAT JENDERAL
1. Sekretariat Inspektorat Jenderal Jl. Patra Kuningan Raya No. 1 B Jakarta Selatan Telp.
Fax. 5264248
5206359
2. Inspektorat I Jl. Patra Kuningan Raya No. 1 B Jakarta Selatan Telp.
Fax. 5261910
5272212
3. Inspektorat II Jl. Patra Kuningan Raya No. 1 B Jakarta Selatan Telp.
Fax. 5261909
5272213
4. Inspektorat III Jl. Patra Kuningan Raya No. 1 B Jakarta Selatan Telp.
Fax. 5261907
5261907
5. Inspektorat IV Jl. Patra Kuningan Raya No. 1 B Jakarta Selatan Telp.
Fax. 5261908
5272215
NO INSTANSI ALAMAT NO. TLP/FAX
SEKRETARIAT JENDERAL
1. Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18 Jakarta Pusat 10110 Telp.
Fax. 3450814 / 3812229
3810907
2. Biro Kepegawaian Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18 Jakarta Pusat 10110 Telp.
Fax. 3810839
3810839
3. Biro Keuangan Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18 Jakarta Pusat 10110 Telp.
Fax. 3868145
3810858
4. Biro Hukum dan Humas Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18 Jakarta Pusat 10110 Telp.
Fax. 3810848
34831308
5. Biro Umum Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18 Jakarta Pusat 10110 Telp.
Fax. 3446542
3867590
6. Pusat Data dan Informasi Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18 Jakarta Pusat 10110 Telp.

Fax. 3509964 / 3519881
3867590 / 3450846
NO INSTANSI ALAMAT NO. TLP/FAX
DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI
1. Sekretariat Ditjen Migas Gedung Plaza Centris Lt.16
Jl. H.R Rasuna Said Kav. B-5 Kuningan Jakarta Selatan Telp.
Fax. 5269027
5268979
2. Direktorat Eksplorasi dan Eksploitasi Migas Gedung Plaza Centris Lt.7 Jl. H.R Rasuna Said Kav. B-5 Kuningan Jakarta Selatan Telp.
Fax. 5269045
5268904
3. Direktorat Pengolahan dan Niaga Migas Gedung Plaza Centris Lt.8 Jl. H.R Rasuna Said Kav. B-5 Kuningan Jakarta Selatan Telp.
Fax. 5268982
5268981
4. Direktorat Teknik Migas Gedung Plaza Centris Lt.1
Jl. H.R Rasuna Said Kav. B-5 Kuningan Jakarta Selatan Telp.
Fax. 5268983
5269037
5. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Migas Gedung Plaza Centris Lt.6 Jl. H.R Rasuna Said Kav. B-5 Kuningan Jakarta Selatan Telp.
Fax. 5205468
5269035
NO INSTANSI ALAMAT NO. TLP/FAX
DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI
1. Sekretariat Ditjen LPE Jl. H.R Rasuna Said Blok. X-2 Kav 7 & 8 Jakarta Selatan 12950 Telp.
Fax. 5256062
5256066
2. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Jl. H.R Rasuna Said Blok. X-2 Kav 7 & 8 Jakarta Selatan 12950 Telp.
Fax. 5279347
5256064
3. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Tenaga Listrik Jl. H.R Rasuna Said Blok. X-2 Kav 7 & 8 Jakarta Selatan 12950 Telp.
Fax. 5250352
5203850
4. Direktorat Teknik Ketenagalistrikan Jl. H.R Rasuna Said Blok. X-2 Kav 7 & 8 Jakarta Selatan 12950 Telp.
Fax. 5256034
5256034
5. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Jl. H.R Rasuna Said Blok. X-2 Kav 7 & 8 Jakarta Selatan 12950 Telp.
Fax. 5256084
5256084
NO INSTANSI ALAMAT NO. TLP/FAX
DIREKTORAT JENDERAL MINERAL, BATUBARA DAN PANAS BUMI
1. Sekretariat Ditjen GSDM Jl. Prof. Dr. Supomo, SH No. 10 Jakarta Selatan 12870 Telp.
Fax. 8292115
8292115
2. Direktorat Pengusahaan Mineral dan Batubara Jl. Prof. Dr. Supomo, SH No. 10 Jakarta Selatan 12870 Telp.
Fax. 8308593
8280775
3. Direktorat Teknik Mineral dan Batubara Jl. Prof. Dr. Supomo, SH No. 10 Jakarta Selatan 12870 Telp.
Fax. 8357503 -505
8357508
4. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Jl. Prof. Dr. Supomo, SH No. 10 Jakarta Selatan 12870 Telp.
Fax. (021) 8357507
(021) 8357507
5. Direktorat Pembinaan Program Mineral, Batubara dan Panas Bumi Jl. Prof. Dr. Supomo, SH No. 10 Jakarta Selatan 12870 Telp.
Fax. (021) 8295608
(021) 8280773
NO INSTANSI ALAMAT NO. TLP/FAX
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
1. Sekretariat Badan Jl. Ciledug Raya, Cipulir Kebayoran Lama, Jakarta 12230 Telp.
Fax. 72798359
7262887
2. Pusat Litbang Geologi Kelautan Jl. Djunjunan No. 236 Bandung 40174 Telp.
Fax. (022) 6032151
(022) 6017887
3. Pusat Litbang Teknologi Migas “Lemigas� Jl. Ciledug Raya, Cipulir Kebayoran Lama, Jakarta 12230 Telp.
Fax. 7244994
7254768
 4. Pusat Litbang Teknologi Mineral dan Batubara Jl. Jend. Sudirman No. 623 Bandung 40211 Telp.
Fax. (022) 6038023
(022) 6003373
5. Pusat Litbang Teknologi Energi dan Ketenagalistrik-an Jl. Ciledug Raya, Cipulir Kebayoran Lama, Jakarta 12230 Telp.
Fax. 7253520
7203525
NO INSTANSI ALAMAT NO. TLP/FAX
BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
1. Sekretariat Badan Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 49 Lt.2 Jakarta 12950 Telp.
Fax. 5255863
5255863
2. Pusat Diklat Teknologi Mineral dan Batubara Jl. Jend. Sudirman No. 623 Bandung 40211 Telp.
Fax. (022) 6076756
(022) 6035506
3. Pusat Diklat Minyak dan Gas Bumi Jl. Sarogo No. 1, Cepu, Blora Jawa Tengah Telp.
Fax. (0296) 421888 (0296) 421891
4. Pusat Diklat Geologi Jl. Cisitu Lama No. 37 Bandung 40135 Telp.
Fax. (022) 2502428
(022) 2506224
5. Pusat Diklat Ketenaga-listrikan dan Energi Baru Terbarukan Jl. Poncol Raya No. 39 Ciracas, Jakarta Timur Telp.
Fax. 8729101 - 06
8729019
6. PTK Akamigas Jl. Gajah Mada No.38 Cepu, Blora Jawa Tengah Telp.
Fax. (0296) 421888 (0296) 425939
7. Balai Diklat Tambang Bawah Tanah Jl. Soekarno-Hatta Sungai Durian, Sawahlunto, Sumatera Barat 27428 Telp.
Fax. (0754) 61604
(0754) 62191
NO INSTANSI ALAMAT NO. TLP/FAX
BADAN GEOLOGI
1. Sekretariat Badan Jl. Diponegoro No. 57 Bandung Telp.
Fax. (022) 7215297
(022) 7216444
2. Pusat Sumber Daya Geologi Jl. Soekarno Hatta No. 444 Bandung Telp.
Fax. (022) 5205572
(022)
3. Pusat Lingkungan Geologi Jl. Diponegoro No. 57 Bandung Telp.
Fax. (022) 7274705
(022)
4. Pusat Survey Geologi Jl. Diponegoro No. 57 Bandung Telp.
Fax. (022) 7272601
(022)
5. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Jl. Diponegoro No. 57 Bandung Telp.
Fax. (022) 7272606
(022)

Jumat, 18 Maret 2011

ALAMAT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN

NO. NAMA PERUSAHAAN ALAMAT TELP. FAX
1. Abadi Batubara Cemerlang, PT Komp. Perkantoran Duta Mas.Jl. R.S. Fatmawati 39, Jakarta. 021-725-5456 021- 725-5550
2. Abyta Bara Utama Jl Sambeng 6-E
SOLO 57139 0271-723827 -
3. Adaro Indonesia PT Jl Jend Basuki Rachmad 122-138 Plaza BRI
SURABAYA 60271 031-5326961 -
4. Adaro Indonesia PT Jl Dahay TAMIANGLAYANG 73611 KABUPATEN TABALONG, KALSEL 0526-2091078 -
5. Adaro Indonesia PT Jl Jend A Yani TANJUNGTABALONG 71513 0526-2021300 -
6. Adaro Indonesia PT Jl Jend Sudirman Kav 29-31 World Trade Center Lt 7 Suite 704 JAKARTA 12920 021-5211265 -
7. Adaro Indonesia PT Jl Kapt Tendean 174 BANJARMASIN 70124 0511-3251741Â -
8. Adi Mitra PT Jl Tj Karang Bl A/3 4 Menara Bank Mega Lt 2
JAKARTA 021-39838910 -
9. Adiabara Bansatra, PT Jl. Ciputat Raya No. 41-D
Pondok Pinang, Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12310 62 (021) 7697802 / 7508778 -
10. Adil Petratama Solusindo, PT (Exploration). Jl. Hayam Wuruk No. 108 Jakarta. +62(0)21 659-8822. +62(0)21 659-8821
11. Adilancar Nusa Makmur PT Jl Jend Sudirman Kav 9 Ratu Plaza Lt 27 JAKARTA 10270 021-7203474 -
12. Adimas Baturaja Cemerlang, PT Setiabudi Atrium Bld., Suite 303.Jl. HR. Rasuna Said Kav 62, Jakarta. 521-0750 521-0762
13. Adimitra Baratama Nusantara PT Jl Tj Karang 3-4 A Ged YDP Bank Mandiri Lt 2 Suite 202 & 205Â JAKARTA 10230 021-3900733 -
14. Adiputera Dewasajaya, PT Jl. Senen Raya No. 44 Senen, Jakarta Pusat DKI Jakarta 10410 - -
15. Adiyasa Energi Lumintu PT Jl Raden Saleh Raya 53 JAKARTAÂ 021-3900520 -
16. ADRA RAYA UTAMA Jl. Urip Sumoharjo No. 21 Palangkaraya - -
17. Adyacipta Persada PT Jl Raya Kelapa Dua 4 A&E JAKARTA 11550 021-5355907 021-5305942
18. ALAMAT PERSADA Nusantara, PT Jl. Pelita No. 52 Sampit - -
19. ALAS WATU UTAMA.PT WISMA BSG LT.9 JL.ABDUL MUIS NO.40 PETOJO JAKARTA PUSAT 3505370, 3505371 3841980
20. Allied Indo Coal PT Jl Parambahan
SAWAHLUNTO 0754-410491 -
ALAMAT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN
NO. NAMA PERUSAHAAN ALAMAT TILPUN FAX
41. Aneka Tambang PT Persero Tbk Jl Lettu Bakri 3 SUKABUMI 43131 0266-222800 -
42. Aneka Tambang PT Persero Tbk Jl Letjen TB Simatupang 1 Ged Aneka Tambang Lt 5-8 JAKARTA 12530 Email: antam@rad.net.id Website: www.antam.com 021-7891234 021-7812822
43. Aneka Tambang PT Persero Tbk Jl Penyu CILACAP 53211 0282-531883 -
44. Aneka Tambang PT Persero Tbk Jl WR Supratman 91DENPASAR 0361-262776 -
45. Aneka Tambang PT Persero Tbk Jl Bintan Kijang TANJUNGPINANG 0771-61177 -
46. Aneka Tambang PT Persero Tbk Jl Lettu Bakri 3SUKABUMI 43131 0266-222800 -
47. Aneka Tambang PT Persero Tbk Jl Letjen TB Simatupang 1 Ged Aneka Tambang Lt 5-8 JAKARTA 12530 021-7891234 -
48. Aneka Tambang PT Persero Tbk Jl Penyu CILACAP 53211 0282-531883 -
49. Aneka Tambang PT Persero Tbk Jl WR Supratman 91 0361-262776 -
50. Aneka Tambang PT Persero Tbk Jl PenyuCILACAP 53211 CILACAP 0282-531883 -
51. Aneka Tambang PT Persero Tbk Jl Mardi Husodo 6KUTOARJO 54212 0275-641134 -
52. Aneka Tambang PT Persero Tbk Jl Lettu Bakri 3SUKABUMI 43131 0266-222800 -
53. Aneka Tambang PT Persero Tbk Kompl Aneka TambangBAYAH 0252-401615 -
54. Aneka Tambang PT Persero Tbk Jl Letjen TB Simatupang 1 Ged Aneka Tambang Lt 5-8 JAKARTA 12530 021-789123 -
55. Aneka Tambang PT Persero Tbk Jl Lettu Bakri 3
SUKABUMI 43131 0266-222800 -
56. Aneka Tambang PT Persero Tbk Jl Letjen TB Simatupang 1 Ged Aneka Tambang Lt 5-8
JAKARTA 12530 021-7891234 -
57. Aneka Tambang PT Persero Tbk Jl Penyu
CILACAP 53211 0282-531883 -
58. Aneka Tambang PT Persero Tbk Jl WR Supratman 91
DENPASAR 0361-262776 -
59. Aneka Tambang PT Persero Tbk Jl Bintan Kijang
TANJUNGPINANG 0771-61177 -
60. Aneka Tambang PT Persero Tbk Jl Lettu Bakri 3
SUKABUMI 43131 0266-222800 -

ALAMAT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN
NO. NAMA PERUSAHAAN ALAMAT TILPUN FAX
61. Aneka Tambang PT Persero Tbk Jl Letjen TB Simatupang 1 Ged Aneka Tambang Lt 5-8
JAKARTA 12530 021-7891234 -
62. Aneka Tambang PT Persero Tbk Jl Penyu
CILACAP 53211 0282-531883 -
63. Antam Resourcindo PT Jl Letjen TB Simatupang 1 Ged Aneka Tambang Lt 3 JAKARTA 12530
Email: antam@cbn.net.id Website: www.antam.bc.ca
021-7805120 021-7805350
64. ANTAM Tbk, PT Gedung Aneka Tambang Jl. Letjen T.B. Simatupang No. 1, Lingkar Selatan, Tanjung Barat Jakarta 12530 - Indonesia
email: corsec@antam.com - www.antam.com (62 - 21) 789-1234, (62 - 21) 781-2635 (62 - 21) 789-1224
65. Antang Gunung Meratus PT (Production). Tamara Centre Building, 4th Floor Suite 406
Jl. Jend. Sudirman Kav. 24
Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12920 62 (021) 5206783 / 5206786 -
66. Antartika Suprateknik, PT (Exploration). Jl. Mampang Prapatan V/14 Jakarta. +62(0)21 525-6316 , +62(0)21 799-6216,
021-5266457 021-5266457-
67. Anugerah Bara Hampang, PT (Exploration) Jl. Tawes Raya No. 40 Jakarta. +62(0)21 475-0956. +62(0)21 475-0956
68. Anugerah Bara Kaltim PT Jl Boulevard Brt Raya Plaza Pacific Bl B-4/C-73-75 JAKARTA 14240 021-45842220 -
69. ANUGERAH BARA KALTIM PT Jl. Bakungan Raya Rt.08 Bakungan Loa Janan Kutai Kertanegara. Kota : Samarinda
75131 0541-266326 -
70. ANUGERAH BARA KALTIM PT Plaza Pasifik Blok B4 No. C-73 & C-75 Jl. Raya Boulevard, Kelapa Gading - Jakarta 14240
Tech Support: support@abk.co.id
(+62 21) 45842220
( hunting ) (+62 21) 45842221
71. Anugerah Bara Kaltim PT Jl Boulevard Brt Raya Plaza Pacific Bl B-4/C-73-75
JAKARTA 14240
Email: abk@centrin.net.id
021-45842220 021-45842221
72. ANUGERAH BARATAMA PT. Jl. Gunung Sari Ujung VIII, No. 34 Rt. 25,Banjarmasin, Kalimantan Selatan,Indonesia, baratama@telkom.net
+62-511-7437220/
+62-511-3351208
HP: +6281933758000, +6281349505000 +62-511-3351208
73. Arafura Dinamika Mining PT (Exploration) Ventura Building 4th FloorJl. RA. Kartini No. 26 Cilandak Jakarta tilp+62(0)21 750-4427
+62(0)21 750-4428 fax+62(0)21 750-4429
74. Arang Penawai PT Jl RS Fatmawati 33-A BENGKULU 0736-26122 -
75. Areamas Duta Dharma, PT (Exploration). Jl. Perkisi XVII Blok EB 15 No. 34, Bintaro Jaya Sektor V Jakarta. +62(0)21 737-3472 -
76. Arkananta Apta Prastista PT Jl Bengkulu Curup Km 28 BENGKULU 0736-52077 -
77. Arkananta Apta Prastista PT Jl Letjen Haryono MT Ruko Bl A/25 BALIKPAPAN 0542-8879507 -
78. Arkon Mineratama PT Jl HR Rasuna Said Kav 1 Menara Imperium/Suite C-1 Lt 28 JAKARTA 12980 021-8303066 -
79. Arta Prima Perkasa CV Jl Karang Raya Kompl Karang Anyar Permai Bl B-15/53-54 JAKARTA 10740
Email: mperkasa@cbn.net.id
021-6259970 021-6259938
80. Artha Daya Coalindo PT Jl Jend Gatot Subroto Kav 18 Ged Timah Lt 1
JAKARTA 12950 021-5203725 -

ALAMAT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN

NO. NAMA PERUSAHAAN ALAMAT TILPUN FAX
81. Arthama Indocitra Mulia, PT Kedoya Elok Plaza Complex Block DE No. 8, Jl. Kedoya Selatan
Kedoya - Kebon Jeruk, Jakarta Barat
DKI Jakarta 11520 (021) 5814888 -
82. Arumbai Mangabekti PT Jl Boulevard Brt Raya Bl LC-6/22, North Jakarta, DKI Jakarta 14240 021-4524046 021-4528956
83. Arutmin Indonesia PT Jl P Suriansyah 12
BANJARBARU 70711 0511-4772642 -
84. Arutmin Indonesia PT Jl Muara Satui
SATUI 72175 0512-61001 -
85. Arutmin Indonesia PT Jl Arjuna 5
BANJARMASIN 70243 0511-3253989 -
86. ARUTMIN INDONESIA PT. Mid Plaza II Building, 9th Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav. 10-11
Jakarta Pusat
DKI Jakarta 10220 62 (021) 5720012 -
87. Asahi Diamond Industrial Indonesia PT Jl Jababeka XVII-A Kawasan Industri Jababeka Bl V/83-B BEKASI 17530 021-8936217 -
88. Asia Kaolin Industries Jl Pantai Indah Slt I Bl DB/6
JAKARTA 14460 Email: asiakaolin@yahoo.com
021-5883528 021-5883526
89. Asia Pasific Coalindo PT
Jl Jend Sudirman Kav 24 Wisma Tamara Ruang 701 Lt 7
JAKARTA 12920 021-5272791 -
90. Asia Pasifik Mining PT Jl Pesantren RT 005
PAGATAN 0518-71601 -
91. Asiadrill Bara Utama PT Jl Jend Sudirman Kav 29-31 World Trade Center Lt 13
JAKARTA 12920 021-5211241 -
92. Asmin Bara Bronang, PT . World Trade Centre, Suite 703. Jl. Jend. Sudirman Kav. 29-31 Jakarta. 5211245, 5211255. 5211256, 5211246
93. Asmin Bara Jaan, PT Gedung Gajah Lantai 6 Jl. Dr. Sahardjo no 111 A Jakarta Selatan 12810 Phone: +62-21-8308884; 8354928 -
94. ASMIN KOALINDO TUHUP ,PT (LINTAS KABUPATEN) Eksplorasi. Kec. Laung Tuhup, Kec. Sentra Mulia Building Suite 705 Lt.7 - -
95. Asmin Koalindo Tuhup, PT Jl. HOS Cokroaminoto No. 9A Makassar. +62(0)411 328-017 , +62(0)411 328-018. +62(0)411 328-023
96. Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (ICMA) Geology Building
Jl. Prof. Dr. Supomo SH No. 10
Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12870 62 (021) 8303632 / 8280763 -
97. Asrah Jaya Pribumi, PT (Exploration).
Jl. HOS Cokroaminoto No. 9A Makassar +62(0)411 328-017 , +62(0)411 328-018. +62(0)411 328-023
98. Asri Farisindo PT Kp Tegal Rejo RT 002
TANJUNG ENIM 31713 0734-454181 -
99. Astaka Dodol PT Jl Abdul Muis 40 Wisma BSG Lt 11
JAKARTA 10160 021-3522821 -
100. Astaka Dodol, PT. Jl Jend Sudirman 28 Wisma GKBI Lt 39 JAKARTA 021-57998155 -

ALAMAT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN

NO. NAMA PERUSAHAAN ALAMAT TILPUN FAX
101. Astana Raya PT Jl Mangga Dua Raya Grand Boutique Centre Bl B/39
JAKARTA 021-6122591 -
102. ATPK Resources Tbk Jl Jend Sudirman 28 Wisma GKBI Ruang 3901 Lt 39
JAKARTA 021-57998155 -
103. Aurora Group Indonesia Jl Sultan Iskandar Muda Kav V-TA Wisma Pondok Indah 600 Lt 6 Ruan JAKARTA 12310 Email: irfan@auroragold.co.id
021-7697450 -
104. Aurum Bunut Nusatama PT (Suspended). Associated Group Inlet Resources Corp. Canada. Address Jl. Delima IV No. 5A Pondok Kelapa Jakarta 13450 - -
105. Aurum Ketapang Lestari PT (Exploration). Jl. Delima IV No. 5A Pondok Kelapa Jakarta 13450 - -
106. Aurum Tanah Laut PT (Suspended). Associated Group Inlet Resources Corp. Canada. Jl. Delima IV No. 5A Pondok. Kelapa Jakarta 13450 - -
108. Austindo Mining Corporation PT Jl HR Rasuna Said Kav 1 & 2 Bl X-1 Graha Irama JAKARTA 12950 021-5272004 021-5272005
109. PT Avocet Bolaang Mongondow Jl. Kolonel Sugiono No.24, Kotabangun Kotamobagu Bolaang Mongondow Sulawesi Utara - -
110. Awara, CV (Exploration, Production). Jl. Sruni No. 31-33 Blitar. +62(0)342 801-972. -
111. Bahari Cakrawala Sebuku PT Jl Jend Sudirman 37
BALIKPAPAN 76114 0542-731100 -
112. BAHARI CAKRAWALA SEBUKU,PT Graha Kirana Building, 12th Floor Suite 1203
Jl. Yos Sudarso Kav. 88
Sunter, Jakarta Utara
DKI Jakarta 14350 62 (021) 65311267 -
113. Bakal Makmur Sejahtera PT Jl Jend Sudirman VII Bintaro Trade Center Bl C/3 JAKARTA 021-7451424 -
114. Bakrie & Brothers PT Tbk Jl HR Rasuna Said Kav B-2 Wisma Bakrie 2 Lt 16 & 17
JAKARTA 12920 021-93633333 -
115. Bakti Guna Karya Makmur PT Jl Kom L Yos Sudarso Kav 89 Wisma Mitra Sunter Bl C-2/Ruang 303 L
JAKARTA 14350 021-6515354 -
116. Bama Bumi Sentosa PT Jl Senen Raya 135 JAKARTA 10410 021-3507111 -
117. Ban Pu International Ltd Jl HR Rasuna Said Kav B-5 Centris Plaza
JAKARTA 12920 021-5268960 -
118. Bangkit Adhi Sentosa PT Jl Ir PHM Noor RT 035
BANJARMASIN 70129 0511-4414777 -
119. Bangun Arta, CV (Jakarta) Jl. Mampang Prapatan IV No. 31
Tegal Parang, Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12790 62 (021) 7947654 / 7902615 -
120. Bangun Banua Persada Kalimantan, PT Wisma Nugra Santana.Jl. Jend. Sudirman 7-8, Jakarta. 570-4887 570-4842

ALAMAT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN

NO. NAMA PERUSAHAAN ALAMAT TILPUN FAX
121. Banjar Satria Putra, PT (Exploration). Jl. Kinibalu No.10, Rt. 03 Banjarmasin. +62(0)511 58642. +62(0)511 58642
122. Banjartara PT Jl Sunan Kalijaga 64JAKARTA 12160 021-7208347 021-72794892
123. Banpu Corp PT Jl RA Kartini 26 Ventura Bldg Lt 2 JAKARTA 12430 021-75912259 -
124. Banpu Corp PT Jl RA Kartini 26 Ventura Bldg Lt 2
JAKARTA 12430 021-75912259 021-7504589
125. Banyu Urip Abadi, PT (Exploration). Jl. Girilaya No. 4 Surabaya. +62(0)31 567-3393 +62(0)31 567-3393
126. Bara Adipratama PT Jl Tmn Kemang 32-A Ged Inti Sentra Lt 3
JAKARTA 12730 021-7181288 -
127. Bara Anugrah Mulia PT Jl KH Moch Mansyur 126 B
JAKARTA 11210 021-6310025 -
128. Bara Artha Sukses, PT (Exploration). Jl. Pesanggrahan Raya No. 35F Jakarta 11620. +62(0)21 585-3590 , +62(0)21 585-3612 -
129. Bara Dinamika Muda Sukses PT Jl Niaga 3 RT 012 TARAKAN 77112 0551-25722. Bara Logam UD. Jl Industri XXII 921-925 SEMARANG 024-6580893 -
130. Bara Indah Lestari PT Jl Cempaka I 206-B RT 004
BENGKULU 38223 0736-23605 -
131. Bara Indah Lestari PT Jl MH Thamrin 53 Wisma Kosgoro Lt 12 JAKARTA 10350 021-6131000 -
132. Bara Indah Lestari PT(Exploration). Jl. Raden Saleh No. 48 Cikini Jakarta 10330. +62(0)21 315-2146021-3152147 +62(0)21 315-2149 021-3150904
133. Bara Jaya Utama PT Jl Marsma Iswahyudi 65 RT 002
BALIKPAPAN 0542-765447 -
134. Bara Malinau Utama PT (General Survey). Jl. Tomang Raya No. 20 Jakarta 11430. +62(0)21 568 1809Â +62(0)21 568-1810 -
135. Bara Multi Sukses Sarana, PT (Exploration). Associated Group, Bara Multi Group. Jl. Tomang Raya No. 26 Jakarta 021 560-0370 021 560-0544
136. Bara Mutiara Prima PT Jl Jend Sudirman Kav 21 Chase Plaza Lt 22
JAKARTA 12920 021-5706388 -
137. Bara Pramulya Abadi, PT Jl. Abd. Muis No. 40, 9th Fl, Jakarta. 350-5370, 350-5371
138. Baradinamika Muda Sukses, PT Jl. Tomang Raya No. 26
Jakarta Barat
DKI Jakarta 11440 62 (021) 5655164 / 5655173 -
140. Baraking Abadi, PT (Exploration). Jl. Kemanggisan Ilir V/86 Jakarta. +62(0)21 549-0443. +62(0)21
ALAMAT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN
NO. NAMA PERUSAHAAN ALAMAT TILPUN FAX
141. Baramarta PD Jl Jend A Yani Martapura MARTAPURA 70711 0511-4722502 -
142. Baramarta PD Kompl Pangeran Antasari 36 MARTAPURA 0511-4721019 -
143. Baramarta PDÂ Jl Jend A Yani Martapura
MARTAPURA 70711 0511-4722502 -
144. Baramega Citra Mandiri, PT (Exploration). Jl. Serongga Km 3.5 No. 45, Batulicin Kotabaru 72000. +62(0)518 71191 , +62(0)518 70977 -
145. Baramulti Sugih Sentosa PT Jl P Muhammad Noor 101 RT 035
BANJARMASIN 70248 0511-3356425 -
146. Baramulti Sugih Sentosa PT Jl Tomang Raya 20 Ged Baramulti
JAKARTA 11430 021-5681803 -
147. BARAMULTI SUKSESSARANA,PT Jl. Tomang Raya No. 20
Jakarta Barat
DKI Jakarta 11430 (021) 5681802 / 5671435 / 5681808 -
148. Baramutiara Prima, PTÂ (Exploration). Associated Group, Gunung Sewu Group. Chase Plaza, 22nd FloorJl. Jendral Sudirman Kav. 21 Jakarta 12920 021-570-6388 021-570-6370
149. Barasentosa Lestari PT Jl RA Kartini 26 Ventura Bldg Lt 8 JAKARTA 12430 021-7504390 021-7504386
150. Barelang Sugi Bulan PT (Transporting/Marketing). Adi Graha Building 12th Floor Suite 1202Jl. Jendral Gatot Subroto Jakarta 12950 - -
151. Barelang Sugi Bulan PT. (Production). Adi Graha Building 12th Floor Suite 1202Jl. Jendral Gatot Subroto. Jakarta 12950. (62-21) 526-5369 -
152. Barisan Tropical Mining PT Jl Lingkar Mega Kuningan Kav E/1 Plaza Mutiara, South Jakarta, DKI Jakarta 12950 021-57988630 021-57988631
153. Barito Pacific Lumber Co PT Jl Letjen S Parman Kav 62-63 Wisma Barito Pacific Tower B Lt 7-11
JAKARTA 11410 021-5306711 -
154. Barito Putera PT. Jl Hasan Basri 29 RT 014 BANJARMASIN 70124 0511-3300866 -
155. Barmindo Nusantara, PT (Exploration). Jl. Pakubuwono VI No. 1A, Kebayoran Baru Jakarta 12120. +62(0)21 722-9986 , +62(0)21 723-0116 -
156. Batam Akma Madra Sakti PT Jl Mangga Besar IX Bl C/7 Kompl Loka Indah Bl C/40 JAKARTA BARAT, DKI Jakarta 11170 021-6287177,
021-6396875 021-6287176
157. Batam Akma Madra Sakti PT Jl Mangga Besar IX 7 Bl C/40, West Jakarta 021-6287177 -
158. Batamatma Mandrasakti, PT (Production). Jl. Mangga Besar IX/7 Blok C/40 Jakarta 11370. +62(0)21 639-6875 , +62(0)21 628-7177 -
159. Batu Alam Selaras, PT Jl. Tomang Raya No. 20
Jakarta Barat
DKI Jakarta 11430 62 (021) 5681802 / 5681808 / 5655170 -
160. BATU BARA DUARIBU ABADI PT. Gedung Rabana 6 th foor Jl.Tomang Raya 48 A Jakarta 021-11430 021-5671649
Â
ALAMAT PERUSAHAAN PERTAMBANGAN
NO. NAMA PERUSAHAAN ALAMAT TILPUN FAX
161. Batu Putri Selatan, PT Wisma Sejahtera Building, 3rd Floor Suite 301
Jl. Letjen. S. Parman Kav. 75
Jakarta Barat
DKI Jakarta 11410 62 (021) 5484880 021-5484464
162. Batualam Selaras, PT. Jl. Tomang Raya No. 20.Jakarta Barat, Jakarta 11430. 62 (021) 5681802 / 5681808 / 5655170 -
163. Batubara Adimulya, PT Wisma BSG Building, 9th Floor
Jl. Abdul Muis No. 40
Jakarta Pusat
DKI Jakarta 10160 62 (021) 3505370 -
164. Batubara Bukit Kendi Jurang Parigi Dalam Nomor 5, Tanjung Agung 0734-453037/453038 -
165. BATUBARA DUA RIBU LESTARI PT Batu Bara. 1.566. Desa Pendreh Nantoy Kec. Teweh Tengah. - -
166. Batubara Terminal Indah PT Jl Irian Pos III 1
CIREBON 45112 0231-211061 -
167. Baturona Adimulya PT(Exploration). Associated Group, Bina Surya Group. Jl Abdul Muis 40 Wisma BSG Lt 11
JAKARTA 10160 021-3522821 -
168. Baturona Adimulya, PT Jl. Abdul Muis No. 43, Jakarta. 021-350-5370 021-350-5371
169. Belerang Kalisari, PT (Production). Jl. Karanggayam 1-2 A Surabaya. +62(0)211 503-5952. +62(0)21 566-3569
170. Bentala Coal Mining, PT (Production). Central Plaza, 3rd FloorJl. Jendral Sudirman Kav. 47 Jakarta 12930. +62(0)21 525-5414 , +62(0)21 525- -
171. Bentala Coal Mining PT Ds Riwang Kec Tanjung Aru
TANAH GROGOT 76261 0543-23119 -
172. Benua Abel Mandiri PTÂ Jl Mampang Prapatan Raya 39 Plaza Nariba Lt Basement
JAKARTA 021-7900703 -
173. Berau Coal, PT Graha Irama Building, 10th Floor Room 10A-B KuninganJl. HR. Rasuna Said Block X-1 Kav. 1-2, Jakarta Selatan, Jakarta 12950. 62 (021) 5261216 526-1219
174. Berkala Internasional PT Jl Bhakti Pertiwi Raya 20
GRESIK 61111 031-3978618 -
175. Berkala International PT Jl Jend A Yani Km 5,5/17 Kompl Darma RT 001
BANJARMASIN 70249 0511-3270808 -
176. Berkala International PT Jl Mayjen Sutoyo 74
BENGKULU 0736-21439 -
177. Berkala International PT Jl Jend Sudirman 52-B
CIREBON 0231-484672 -
178. Berkala International, PT Jl. Penjernihan I No. 19 B
Bendungan Hilir, Jakarta Pusat
DKI Jakarta 10210Â 62 (021) 5734410 -
179. Berkat Banua Masanggu PT Jl Jend Gatot Subroto Ged Manggala Wanabakti IV Wing B Lt 7 Suite
JAKARTA 10270 021-57902922 -
180. Berkat Sadar, KUD (Exploration). Desa Simpang Empat III A Banjar. +62(0)526 226-44 +62(0)526 22644

Studi Regional Cekungan Batubara Wilayah Pesisir Tanah Laut–Kotabaru, Kalimantan Selatan

S A R I

Cekungan Barito dan Cekungan Kutai merupakan cekungan tempat batubara terakumulasi Formasi Tanjung, Formasi Warukin dan Formasi Dahor adalah sebagai pembawa lapisan batubara. Batubara Formasi Tanjung terdiri atas lapisan-lapisan batubara tipis, berlapis sangat baik, keras, padat,, nilai kalori >6.000 kal/g. Batubara Formasi Warukin teridiri atas lapisan-lapisan batubara tebal, berlapis baik, lunak, nilai kalori < 6.000 kal/g, Batubara Formasi Dahor terdiri atas lapisan batubara sedang , berlapis kurang baik ,sangat lunak, struktur kayu masih terlihat, nilai kalori <5.000 kal/g. Sumberdaya batubara di daerah pesisir dan laut lepas kemungkinan besar masih tersedia banyak sebagai sumberdaya alam akan datang. Pemulihan lingkungan ke situasi alam semula (reklamasi) daerah bekas penambangan batubara merupakan bagian paling utama bagi semua perusahaan tambang batubara. Dampak lingkungan, kehancuran tanah, topografi, tanaman yang ditinggalkan tanpa direklamasi lambat laun akan merubah keseimbangan alam sekitarnya, merupakan kerugian yang paling besar yang diwariskan kepada generasi masa depan.

Pendahuluan
Proyek Daftar Isisan Kegiatan Suplemen Batubara (DIKÂ’S batubara) Tahun Anggara 1998/1999 melakukan inventarisasi dan studi regional cekungan batubara di wilayah pesisir Kalimantan Selatan. Pada kesempatan ini Pusat Pengembangan Geologi Kelautan, Departemen Pertambangan dan Energi ditunjuk sebagai pelaksana lapangan proyek tersebut.
Studi regional cekungan batubara ini memerlukan skala peta yang bermacam-macam, informasi aktual dari luar yang selalu berkembang, serta untuk lebih merinci secara lebih khusus daerah kajian. Dengan demikian studi regional cekungan batubara ini adalah merupakan salah satu kegiatan penelitian geologi. Data penelitian geologi ini dikumpulkan, dikutip, diperiksa, dianalisis, disintesa, dikompilasi dan ditafsirkan untuk mengetahui sejarah ubahangsur (evolution) batubara dalam suatu cekungan sedimentasi.
Tujuan penelitian ini adalah memperoleh pengetahuan yang lebih jelas mengenai potensi sumberdaya batubara didaerah kajian guna menunjang pembangunan dalam arti yang seluas?luasnya, memberikan masukan bagi PEMDA setempat bagi pengembangan dan pengelolaan wilayah yang berkaitan dengan sumberdaya batubara ditinjau dari aspek geologi.
Studi regional cekungan batubara terletak di sekitar kawasan peisisir Kabupaten Tanah Laut dan Kotabaru, Kalimantan Selatan yaitu antara koordinat l14 15Â’ 00” - l16 45' 00” BT dan antara 02 30' 00” - 0415' 00” LS.
Topografi di wilayah pesisir Kabupaten Tanah Laut mulai dari Pelaihari hingga Satui terdiri atas morfologi perbukitan bergelombang dan pedataran. Morfologi perbukitan bergelombang terbentang di bagian utara jalan utama Pelaihari-Satui. Tinggi elevasi berkisar antara 20m – 250 m di atas muka air laut. Sungai-sungai yang mengalir ke arah pantai umumnya berpola hampir paralel dan bersifat aktif. Morfologi pedataran terbentang 5 – 10 km dari garis pantai ke arah daratan. Elevasi <20 m di atas muka air laut. Daerah- daerah kubangan (cekungan) sering dijumpai pada morfologi pedataran terebut.
Topografi di wilayah pesisir Kabupaten Kotabaru terdiri atas daerah morfologi perbukitan, perbukitan bergelombang, dan morfologi pedataran. Morfologi perbukitan berrelif tinggi terdapat di wilayah pesisir Pulau Laut, elevasi >70 m. Morfologi perbukitan bergelombang elevasi 50m –100m terdapat di wilayah pesisir Pulau Laut. Morfologi pedataran elevasi 20m – 50m terdapat di kawasan daratan pesisir <10 km dari garis pantai.
Tanaman hutan tropis di kawasan hutan lindung dan hutan tanaman industri (HTI) hampir menunutupi semua kawasan utara di luar daerah penyelidikan, wilayah pesisir Kabupaten Peleihari. Di wilayah pesisir Kabupaten Kotabaru, Pulau Laut, Tanjung Senakin tanaman hutan tropis ini masih banyak dijumpai. Hutan tanaman industri sebagian besar menempati daerah penyelidikan di wilayah pesisir Kabupaten Tanah Laut. Tanaman palawija juga terdapat di daerah-daerah perkebunan transmigrasi. Alang-alang dan mangrove pada umumnya menempati daerah penyelidikan.
Daerah Kalimantan Selatan umumnya merupakan bagian dari sistim iklim tropis. Data curah hujan tahunan rata-rata berdasarkan Stasiun Pengamatan BMG Kalimantan Selatan adalah sekitar 2600 mm, dan tingkat evaporasi maksimal 1750mm. Musim hujan dimulai pada bulan Desember sampai dengan bulan April. Musim kemarau dimulai pada bulan June sampai dengan bulan Oktober. Temperatur udara rata-rata tiap bulan relatif stabil. Temperatur berkisar antara 250 C dan 260 C terjadi pada bulan Januari dan sekitar temperatur udara 320 terjadi pada bulan Juli. Kisaran temperatur rat-rata terrendah dan tertinggi yaitu 21.40 C - 330 C.
Metoda penyelidikan
Studi cekungan regional batubara wilayah pesisir, Kalimantan Selatan meliputi studi pustaka (desk study): pengumpulan dan penafsiran data penyelidik terdahulu antara lain data geologi, data sumberdaya batubara dan data penunjang lainnya; survei pendahuluan (preliminary survey) yaitu kegiatan pengumpulan data geologi, sumberdaya batubara daerah kajian dari beberapa instansi pemerintah dan swasta, perizinan, transportasi, dan daerah pangkalan kerja yang direncanakan; kegiatan lapangan (field work): melokalisasi titik pengamatan yang akan di survei, menentukan koordinat singkapan batubara, mengukur arah/jurus lapisan sedimen pembawa batubara, memeri (description) lapisan sedimen dan batubara, melakukan pengukuran terukur, mengambil contoh batuan sedimen dan batubara, membuat sketsa dan pengambilan foto singkapan, serta meninjau daerah tambang milik KP KUD dan beberapa perusahaan tambang batubara; pekerjaan laboratorium (laboratory work) menganalisis komposisi batubara, sedimen dan polen.
Pemprosesan data dan laporan (data processing and report): kajian peta dasar, kajian data bawah, data inti bor dan data geofisika, kajian mineralogi dan kajian paleontologi.
Kerangka geologi
Geologi cekungan batubara
Berdasarkan geologi regional (Heryanto dan Sanyoto, 1987; Bishop, 1980; Darmawan Sumardi, drr., 1988) daerah penyelidikan termasuk kedalam Anak Cekungan Pasir bagian dari Cekungan Kutai dan Anak Cekungan Asam-Asam bagian dari Cekungan Barito.(Gambar 20-1).
Cekungan Kutai membentang di sepanjang timur tepian benua (continental margin) Kalimantan. Di bagian barat Cekungan Kutai dibatasi oleh Tinggian Kucing (Kucing High) dan Paparan Sunda (Sunda Shield), dan dipisahkan dari Cekungan Tarakan oleh Pematang Mangkalihat (Mangkalihat Ridge). Dibagian Selatan Cekungan Kutai dipisahkan dari Anak Cekungan Asam-Asam dan Anak Cekungan Pasir oleh Pegungan Meratus (Meratus Mountain).
Cekungan Kutai terdiri atas batuan sedimen berumur Eosen dan sedimen Resen, tebal seluruhnya >9000 m, serta tersusun oleh batuan dasar cekungan berupa batuan beku dan batuan sedimen berumur Mesozoik/Tersier Awal (Darmawan Sumardi, drr., 1988).
Proses penurunan cekungan (subsidence) yang terjadi selama Eosen Awal hingga Oligosen Bawah menyebabkan adanya akumulasi lapisan-lapisan transgresi sedimen ke dalam Cekungan Kutai. Proses transgresi ini mencapai puncaknya pada Oligosen Akhir di bagian barat dan Miosen Awal di bagian timur Cekungan Kutai. Proses pengangkatan tektonik (tectonic uplift) Tinggian Kucing yang terjadi selama waktu Oligosen Akhir menyebabkan pengendapan lapisan regresi sedimen di Cekungan Kutai. Akhir dari proses ini, terjadi pengendapan sedimen resen terutama tersebar di sepanjang garis-pantai Kalimantan Timur.
Stratigrafi
Pada Cekungan Kutai terdapat Formasi-Formasi batuan sedimen pembawa lapisan batubara. Formasi batuan sedimen tertua yaitu Formasi Tanjung berumur Eosen yang tidak selaras menindih alas-batuan berumur Pra-Tersie. Formasi Tanjung terdiri atas batuan sedimen klastika kontinen yang berselingan dengan material laut dan napal. Batuan sedimen dari Formasi Tanjung ini diendapkan selama tahap awal terjadinya transgresi laut Tersier. Formasi Tanjung ini ditindih selaras Formasi Berai/Pemaluan yang berumur Miosen Bawah.
Formasi Berai terdiri atas lapisan tebal batugamping, masif, berwarna abu-abu terang, terdapat moluska dan koral. Sebaran Formasi Berai ini menerus ke arah selatan pada Anak Cekungan Asam – Asam di Kalimantan Selatan.
Formasi Warukin diendapkan selama proses regresi, menindih Formasi Berai. Formasi Warukin berumur Miosen Tengah hingga Miosen Atas yang umumnya terdiri atas batuan sedimen klastik berbutir halus, batulempung dan sedikit batulanau dan batupasir, serta lapisan batubara.
Pada Kala yang lebih muda diendapkan secara tidak selaras Formasi Dahor berumur Plio-Plistosen. Formasi Dahor terdiri atas batu pasir dan sedikit batuan sedimen klastik berbutir halus, serta lapisan lignit. Formasi Dahor ditindih oleh sedimen kuarter berupa sedimen klastik hasil rombakan batuan sebelumnya.
Karakteristik batubara regional
Endapan batubara ekonomis yang tersebar luas di kepulauan Indonesia terdapat pada batuan sedimen berumur Tersier. Pulau Sumatra dan Kalimantan merupakan daearh yang mengandung paling banyak endapan batubara disamping daerah Jawa, Sulawesi dan Irian Jaya. Cekungan Kutai, Cekungan Barito, Anak Cekungan Asam – Asam, dan Anak Cekungan Pasir telah diketahui sebagai lokasi batubara. Batubara yang terdapat pada cekungan-cekungan tersebut ada dua jenis yaitu batubara Eosen dan batubara Miosen.
Karakteristik batubara Eosen umumnya sangat masif, berwarna hitam, kilap gelas, jenis batubara bitumin – sub-bitumin, dan kadar kalori tinggi. Batubara Eosen sering tersingkap baik berupa lapisan dan mebentuk seam batubara.
Batubara Miosen sebagian besar berupa lignit, sangat lunak, kadar air tinggi, kadar debu rendah, dan kadar kalori rendah. Batubara Miosen umumnya menunjukkan bentuk lapisan yang kurang baik dalam singkapan. Hal ini terjadi karena kadar air dalam batubara tinggi, tekanan kompaksi rendah serta lapisan lempung sering kali ada dalam lapisan batubara tersebut.
Hasil penyelidikan dan pembahasan
Geologi daerah selidikan
Daerah selidikan telah dipetakan oleh penyelidik sebelumnya yang termasuk pada Peta Geologi Lembar Banjarmasin, sekala 1:250.000 (Sikumbang, drr., 1994) dan Peta Geologi Lembar Kotabaru, sekala 1:250.000 ( Rustandi, drr., 1995). Secara regional daerah selidikan termasuk bagian dari Cekungan Kutai dan Cekungan Barito. Cekungan-cekungan tersebut telah diketahui sebagai tempat terdapat endapan-endapan batubara yang ekonomis. Lapisan batuan dari Formasi Tanjung, Warukin dan Formasi Dahor adalah batuan pembawa batubara tersebut.
Sedimentologi dan lingkungan pengendapan
Pengendapan batuan sedimen dimulai pada Kala Eosen secara tidak selaras menindih alas batuan Cekungan Kutai dan Cekungan Barito berumur Pra-Tersier. Batuan sedimen yang tertua pada cekungan ini adalah batuan dari Formasi Tanjung yang teridiri atas sedimen klastik kontinen dan endapan laut berupa endapan organik dan napal. Formasi Berai/Pemaluan berumur Oligosen yang terdiri atas batugamping koral bersisipan napal. Formasi Warukin berumur Miosen terdiri atas perselingan batupasir kuarsa, batulempung pasiran. Formasi Dahor terdiri atas batupasir kuarsa, konglomerat dan batulempung (Tabel 20-1). Batuan dari Formasi Tanjung, Warukin dan Formasi Dahor adalah batuan sedimen pembawa batuabara yang lebih ditekankan pada studi ini.
Formasi Tanjung
Formasi Tanjung diendapkan selama tahap awal genang laut Tersier. Berdasarkan kandungan foraminifera Nummulites javanus (Verbeek) dan Heterostegina sp., serta foram kecil dari keluarga Milliolidae, maka Formasi Tanjung ini diendapakan pada lingkungan paralas-neritik berumur Eosen. Batuan dari Formasi Tanjung terdiri atas batupasir kuarsa berbutir halus, tebal lapisan antara 0.50 meter dan 1.50 m, terdapat struktur sedimen lapisan sejajar dan silang siur; sisipan batulempung setempat menyerpih, tebal lapisan antara 0.20 meter dan 1.50 meter; terdapat sisipan batubara di bagian atas formasi berwarna hitam, kilat kaca, pejal, di bagian bawah formasi sisipan batubara tebal antara 0.50 meter dan 7.00 meter; terdapat sisipan batugamping berwarna abu-abu kecoklatan mengandung kepingan moluska dan foraminifera. Ketebalan Formasi Tanjung di atas 1000 meter.
Singkapan batubara dari Formasi Tanjung di daerah kajian yaitu di daerah Satui (Gambar 20-2) terdiri atas perselingan batupasir, batulempung, dan batubara. Batupasir berwarna coklat kemerahan, kuning kemerahan, berbutir sedang, terpilah baik, tebal 5m. Batulempung berwarna abu-abu, sangat lapuk, tebal 4m - 6m Singkapan di KP PT. Arutmin,
Satui umumnya memperlihatkan singkapan batubara yang baik yang terdiri atas perselingan batubara dan batulempung. Batubara berwarna hitam, masif, getas, tebal 1m – 5m. Batulempung berupa sisipan berwarna abu-abu gelap tebal 0.1m – 1.0 m. Sedimen penutup singkapan batubara ini terdiri atas soil, batupasir dan batulempung tebal kira-kira 20 m. Singkapan di daerah Batulicin terdiri atas perselingan batulempung, serpih dan batubara. Batulempung berwarna abu-abu terang, tebal 1.0m, masif. Serpih berwarna abu-abu terang, lapisan tidak beraturan akibat adanya struktur sesar dan lipatan. Batubara berwarna hitam mengkilat, masif, tebal >1m. Singkapan di KP PT. Arutmin, Tj. Senakin, merupakan batubara endapan paleogen dengan alas batuan sedimen dan volkanik Pra-Tersier. Endapan Paleogen ini tersingkap sebagai akibat adanya struktur antikilin. Singkapan batubara ini terdiri atas selang-seling lapisan batupasir dengan lapisan batubara. Batupasir berwarna abu-abu kecoklatan, berbutir sedang, terpilah baik, tebal 1.0m. Batubara berwarna hitam, kilap kaca, masif, bersisipan dengan lapisan batulempung, tebal lapisan batubara kurang lebih 1.5 meter. Singkapan batubara Pulau Laut terdapat di sekitar pesisir milik beberapa KP KUD dan PT Arutmin terdiri atas perselingan batupasir, batulempung dan batubara. Batupasir berwarna abu-abu kecoklatan, kuning kemerahan, ukuran butir sedang – halus, terpilah baik, masif – lapuk, tebal 0.5m – 1.5m. Batulempung berwarna abu-abu pucat, abu-abu kecoklatan, abu-abu kemerahan, bersisipan dengan serpih berwarna coklat kemerahan, tebal lapisan 0.5m – 5m. Batubara berwarna hitam, kilap kaca, masif, terdapat sisipan batulempung berkongkresi besi tebal lapisan 0.5m – 2.5 m. Arah umum kemiringan lapisan ke Utara.
Batulempung gampingan dan napal sebagai lapisan pembawa batubara Formasi Tanjung menunjukkan lingkungan pengendapan berenergi tenang, dapat berupa lingkungan laut tertutup (lagoon). Batupasir berbutir sedang, terpilah baik, serta lapisan sejajar menunjukkan waktu pengendapan berjalan lama dengan kondisi lingkungan berenergi rendah, dataran banjir.
Formasi Warukin
Pengendapan batuan Formasi Warukin terjadi pada awal susut laut (regresi) Tersier. Formasi Warukin terdiri atas perselingan batupasir kuarsa, batulempung, serpih, dan batugamping. Pada batupasir dan batulempung karbonatan sering dijumpai konkresi besi. Lapisan batubara tebal > 25 meter, hitam-abuabu, getas, kurang padu terdapat pada Formasi Warukin. Tebal batuan Formasi Warukin antara 250 meter dan 750 meter. Fosil yang ditemukan pada adalah Miogypsina sp., Cycloclypeus sp., dan lepidocyclina cf. Sumatrensis, diperkirakan berumur Miosen Tengah - Miosen Akhir. Lingkungan pengendapan laut dangkal (litoral) hingga paralis.
Singkapan batubara Warukin terdapat di lokasi Penambangan Jorong disekitar jalanraya Pelaihari-Batulicin (Gambar 20-2), Kecamatan Jorong terdiri atas lapisan-lapisan batubara berselingan dengan batulempung berwarna abu-abu, tebal 0.5 m – 1.0 m, dan batupasir berbutir sedang, terpilah baik, tebal 0.5 m – 2.0 m. Tebala lapisan batubara dari 0.5 m hingga >20m. Lapisan penutup berupa soil dan endapan alufial tebal > 5m. Arah kemiringan lapisan kearah pantai, tenggara S 100 E/350. Singkapan batubara di daerah KP PT. Arutmin, Satui terdiri atas lapisan soil penutup, batupasir batulempung dan batubara. Soil penutup berwarna kecoklatan, mengadung butiran pasir, tebal 3m. Batupasir berwarna abu-abu, abu-abu kotor, masif, tebal 3.5 m. Batulempung berwarna abu-abu, masif, tebal 6m, terdapat sisipan batubara hitam kecoklatan, tebal 0.30 m. Batubara berwarna hitam kecoklatan, masif, tebal >4m.
Batupasir berbutir sedang, terpilah baik, dan bersifat karbonat yang terdapat pada Formasi Warukin menunjukkan lingkungan pengendapan berenergi sedang – tinggi. Kondisi lingkungan sedimentasi tersebut kemungkinan besar cocok di daerah laut dangkal, litoral (Friedman, 1967). Batupasir berselang-seling dengan batulempung membentuk struktur sedimen sejajar menandakan adanya energi pengangkutan partikel sedimen yang berbeda. Keadaan ini umum dijumpai pada dataran banjir di sekitar muara sungai dan dataran banjir pantai modern. Hal ini dapat diperkirakan bahwa lingkungan pengendapan batuan dari Formasi Warukin adalah sebagian dataran limbah banjir. Adanya lapisan batulempung dengan konkresi besinya, maka lingkungan pengendapan Formasi Warukin berkaitan dengan daerah rawa, paralis.
Formasi Dahor
Formasi Dahor terbentuk dengan diawali gerakan tektonik yang menyebabkan batuan tua Pra-Tersier dan Tersier terangkat membentuk tinggian Meratus. Sejalan dengan pelipatan dan pensesaran batuan tua tersebut kemudian diikuti pengendapan batuan Formasi Dahor. Formasi Dahor diperkiran berumur Plio-Plistosen diendapkan dalam lingkungan paralis. Batuan Formasi Dahor terdiri atas batupasir kuarsa yang lunak, konglomerat, batulempung, dan sisipan lignit, kaolin dan limonit.
Singkapan batubara terdapat di lokasi disekitar jalanraya Pelaihari-Batulicin, Kecamatan Jorong (Gambar 20-2) berupa lapisan lempung berwarna abu-abu, lunak; pasir berbutir sangat halus; batubara warna hitam kecoklatan, terdapat struktur kayu, tebal lapisan kurang dari 5m. Lapisan penutup berupa soil dan endapan alufial tebal > 2m. Batubara ini berasal dari Formasi Dahor termasuk jenis lignit. Pada umumnya batubara yang tersingkap tidak memperlihatkan lapisan yang baik. Singkapan batubara terletak 500 m di utara jalan Pelaihari-Batulicin, daerah Asam-Asam terdiri atas perselingan batulempung dan batubara. Batulempung berwarna abu-abu coklat, liat, tebal
1.5 m – 2.7 m. Batubara berwarna hitam, hitam kecoklatan, unsur kayu masih terlihat, termasuk jenis batubara muda, lignit. Soil dan lapisan penutup batubara 4m – 8m di bawah permukaan. Arah kemiringan lapisan batubara S 50 E/310. Singkapan batubara terletak 300m selatan jalan Pelaihari – Batulicin, Kintap terdiri atas perselingan batubara dengan lempung. Batubara berwarna hitam, hitam kecoklatan, sedang - lunak, mudah pecah, getas, tebal lapisan, 0.1m - 14m. Batubara ini termasuk jnis batubara lignit - sub-bitumin. Arah kemiringan lapisan S 270 E/480 . Lempung berwarna abu-abu kecoklatan, lunak tebal 0.1m - 2.0m.
Singkapan sedimen perselingan tipis, lapisan sejajar, antara batupasir halus dan lempung, struktur sedimen silang siur pada batupasir halus menunjukkan lingkungan pengendapan dataran banjir. Endapan batubara yang sangat rapuh dari jenis lignit dan banyak dijumpai polen mangrove Rhizophora, mengindikasikan lingkungan rawa. Jadi Formasi Dahor dapat dikatagorikan sebagai endapan alufial dan rawa.
Struktur Geologi
Indikasi struktur geologi didaerah pesisir Tanah Laut dan Kotabaru sedikit sekali tersingkap kepermukaan. Hal ini disebabkan daerah studi ditutupi oleh endapan aluvial yang cukup tebal. Dari bentang alam dan sebaran lapisan batuan struktur geologi regional memberikan indikasi pada daerah kajian.
Indikasi struktur perlipatan yang secara umum mempunyai pola arah sumbu lipatan baratdaya-timurlaut dapat dijumpai dengan tersingkapnya endapan tua seperti Formasi Tanjung di lokasi Batulicin, dan batuan Pra-Tersier di P. Laut. Selain itu kemiringan lapisan batuan juga menunjukkan adanya struktur lipatan dan sesar. Struktur geologi lainnya yang tersingkap di sekitar Batulicin berupa lipatan seret (drag-fold). Struktur ini adalah sebagai indikasi adanya struktur lipatan dan sesar naik.
Potensi endapan batubara
Endapan Batubara
Berdasarkan data eksplorasi batubara Formasi Tanjung dan Warukin yang merupakan bagian dari Cekungan Barito dan Cekungan Kutai telah diketahui secara rinci sebagai lapisan pembawa batubara. Formasi Dahor bagian dari Cekungan Barito juga mengadung lapisan batubara. Tetapi untuk sekala tertentu batubara dari Formasi Dahor tersebut kurang banyak dilihat para investor.
Batubara yang terdapat dalam Formasi Tanjung ditemukan dalam singkapan tambang terbuka berupa lapisan, seam , tebal 0.5 – 7 meter berwarna hitam, kilat kaca, dan sangat padu. Lapisan batubara ini secara umum menebal ke arah timur laut daerah telitian. Di P. Laut lapisan batubara Formasi Tanjung berselingan dengan lapisan batulempung terserpihkan, tebal lapisan 0.5 – 5.0 meter. Tebal lapisan batubara dari Formasi Tanjung ini tidak merata di setiap lokasi singkapan, kemungkinan lapisan batubara tersebut membentuk lensa-lensa. Keadaan ini mencerminkan kondisi energi pengendapan yang berbeda. Di daerah pinggir cekungan, batubara Formasi Tanjung akan lebih banyak berasosiasi dengan endapan alufial. Di cekungan yang lebih dalam batubara Formasi Tanjung berasosiasi dengan endapan marin klastika. Batubara Formasi Tanjung yang tersebar di sekitar wilayah pesisir Tanah laut lebih banyak berasosisai dengan endapan alufial. Endapan batubara Formasi Tanjung di P. Laut lebih berasosiasi dengan sedimen laut klastika. Hal ini dicirikan oleh adanya lapisan tebal batulempung gampingan. Hasil analisis kimia batubara Formasi Tanjung mempunyai kadar kalori yang paling tinggi dibandingkan batubara dari Formasi Warukin dan Formasi Dahor.
Batubara yang terdapat dalam Formasi Warukin secara fisik berwarna hitam, hitam kecoklatan kusam, agak rapuh, kadang masih terdapat struktur kayu. Batubara Formasi Warukin tersingkap di daerah-daerah tambang terbuka. Singkapan yang cukup baik yaitu di lokasi Jorong, KP JBG tebal lapisan >20 meter, berselingan dengan batupasir berbutir halus tebal 0.5 – 2.0 meter. Batubara dari Formasi Warukin yang tersingkap di sekitar wilayah pesisir Tanah laut berupa lapisan tebal diatas 10 meter. Batubara Formasi Warukin ini sebagian besar tersebar di wilayah pesisir Pelaihari –Batulicin. Di utara Batulicin terdapat batubara Formasi Pamaluan yang secara fisik hampir sama dengan batubara Formasi Warukin. Berdasarkan hasil anailis kimia kadar kalori dari Formasi Warukin < 5000 kal/g.
Batubara yang terdapat dalam Formasi Dahor secara megaskopis berwarna hitam kecoklatan, coklat kehitaman, rapuh, struktur kayu masih jelas terlihat. Pada umumnya singkapan batubara Formasi Dahor terdapat pada daerah tambang terbuka milik kemitraan penduduk setempat di sekitar jalan raya Pelaihari - Batulicin. Endapan batubara Formasi Dahor tebal beragam <20 meter membentuk lensa-lensa, berselingan dengan endapan alufial lempung dan pasir sangat halus. Batubara Formasi Dahor ini tidak menunjukkan lapisan yang baik dan tersebar merata seperti batubara Formasi Tanjung dan Warukin. Hal ini kemungkinan sumber pembentukan batubara berupa tumbuhan kurang banyak tersedia. Selain itu adalah wadah (cekungan) dimana batubara di endapkan kurang mendukung untuk terbentuknya batubara secara baik. Mungkin akibat adanya deformasi cekungan atau cekungan tersebut telah penuh terisi oleh lapisan-lapisan pembawa batubara sebelumnya. Maka batubara Formasi Dahor diendapkan di daerah pinggiran cekungan yang secara proses sedimentasi sulit untuk mendapatkan lapisan batubara yang nisbi tebal, bagus dan merata.
Kualitas batubara
Beberapa contoh batubara daerah penyelidikan dianalisis kimia dan analisis polen. Berdasarkan analisis kimia pada contoh batubara Formasi Tanjung, maka didapat kadar kandungan batubara tersebut yaitu nilai kalori antara 6.000,00 kal/g dan 7.000,00 kal/g, kadar abu= 3,00% dan14,00 %, zat terbang = 30.00 % dan 50,00 %, karbon padat= 35,00% dan 45,00%, belerang total= 0,20 dan 2,00 %, dan kadar air= 3,00% dan 6,00 %.
Formasi Warukin: nilai kalori antara 5.000,00 kal/g dan 6.000,00 kal/g, kadar abu= 4,00% dan 20,00 %, zat terbang = 35.00 % dan 50,00 %, karbon padat= 20,00% dan 40,00%, belerang total= 0,40 dan 4,00 %, dan kadar air= 3,00% dan 14,00 %.
Formasi Dahor: nilai kalori antara 4.000,00 kal/g dan 5.000,00 kal/g, kadar abu= 21,00% dan 30 ,00 %, zat terbang = 30.00 % dan 50,00 %, karbon padat= 20,00% dan 30,00%, belerang total= 2,00 dan 4,00 %.
Dari data tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa batubara Formasi Tanjung di daerah penelitian termasuk jenis batubara yang cukup baik di bandingkan dengan batubara Formasi Warukin dan Formasi Dahor.
Sumberdaya batubara
Data penampang terukur pada singkapan batubara Formasi Tanjung, Warukin dan Formasi Dahor menunjukkan ketebalan batubara beragam, keluruan lapisan melensa dan tidak merata, serta titik pengamatan dari satu lokasi ke lokasi lainnya kurang rinci. Arah jurus dan kemiringan batubara dari lokasi singkapan pada umumnya juga kurang tampak baik. Berdasarkan data tersebut maka perkiraan sumberdaya batubara di daerah kajian yaitu arah kemiringan lapisan batubara Formasi Tanjung, Warukin dan Dahor berarah ke tenggara, ke wilayah pesisir, laut. Kemiringan lapisan nisbi landai. Lapisan batubara Formasi Dahor berbentuk lensa-lensa, tersebar tidak merata, ketebalan lapisan nisbi tipis, lapisan penutup (overboden) cukup tebal, dan kualitas batubara masih muda. Struktur geologi berupa, sesar juga dijadikan parameter bagi penetuan sumberdaya indikasi batubara, karena akan menentukan sebaran dan ketebalan lapisan batubara Untuk menentukan sumberdaya terkirakan di wilayah pesisir ke arah laut lepas harus dikorelasikan dengan data seismik dan data bor.
Prospek pengembangan batubara dan lingkungan
Daerah batubara di kawasan Pelaiharai – Batulicin, Tanjung Senakin dan P. laut merupakan ladang batubara yang telah ditambang oleh beberapa perusahan besar. Batubara dari Formasi Tanjung dan Warukin untuk daerah-daerah yang sangat potensial telah dijadikan KP eksploitasi perusahaan-perusahaan berkapiltal besar. Sejalan dengan dampak krisis moneter di negri ini, harga jual batubara menjadi tinggi dan permintaan pasarpun tidak kurang menanamkan sahamnya pada batubara. Oleh sebab itu banyak pendatang baru menanmkan modal pada kegiatan penambangan batubara di kawasan ini. Ada yang berbentuk badan usaha berupa Koperasi Unit Desa, dan kemitraan yang dikenal masyarakat sebagai penambang liar. KUD dan kemitraan ini pada umumnya menambang batubara dari Formasi Dahor dan sebagian Warukin pada sekala kecil. Karena harga dan permintaan batubara di pasar meningkat tajam, maka tidak sedikit terjadi tumpang tindih daerah penambangan. Untuk perusahan penambangan batubara yang besar dan berwawasan lingkungan, pemulihan lingkungan ke situasi alam semula (reklamasi) merupakan bagian dari program kerja perusahaan tersebut. Lapisan struktur tanah yang digali, tanaman dan topografi dikembalikan paling tidak menyerupai asalnya. Bagi perusahaan kemitraan, perusahaan instan tentu yang paling diutamakan adalah keuntungan sesaat. Dampak lingkungan, kehancuran tanah, topografi, tanaman yang ditinggalkan tanpa direklamasi lambat laun akan merubah keseimbangan alam sekitarnya dan yang paling dirugikan adalah penduduk di sekitarnya yang mempunyai tingkat SDM rendah. Sebelum itu terjadi lebih jauh perlu diberikan penyuluhan dan sangsi yang seberat-beratnya bagi peruhaan penambang batubara yang mengabaikan lingkungan.
Kesimpulan dan saran
Berdasarkan hasil studi regional cekungan batubara di wilayah pesisir Tanah Laut – Kotabaru, Kalimantan Selatan sebagai berikut:
1. cekungan Barito dan Cekungan Kutai merupakan cekungan tempat batubara terakumulasi. Batubara yang berkualitas dan sangat prospek, Formasi Tanjung dan Formasi Warukin diendapkan pada bagian dalam dan mendekati tepian cekungan. Formasi Dahor yang diendapkan di pinggiran cekungan adalah sebagai pembawa lapisan batubara yang kurang berkualitas serta sumberdayanya lebih kecil untuk sekala eksploitasi yang lebih besar.
2. Batubara Formasi Tanjung terdiri atas lapisan-lapisan tipis (<7m), berlapis sangat baik, keras, padat, lapisannya relatif menerus, nilai kalori >6.000 kal/g Batubara Formasi Warukin teridir atas lapisan-lapisan tebal (>20m), berlapis baik, lunak, lapisannya umumnya melensa, nilai kalori < 6.000 kal/g. Batubara Formasi Dahor terdiri atas lapisan sedang (<20m), berlapis kurang baik ,sangat lunak, struktur kayu masih terlihat, nilai kalori <5.000 kal/g
3. Sumberdaya batubara kearah pesisir dan laut lepas kemungkinan besar masih tersedia banyak sebagai sumberdaya alam dimasa datang. Lapisan penutup batubara, sedimen Tersier dan Kuater, di daerah pesisir dan laut cukup tebal sehingga diperlukan penelitian lebih rinci.
4. Pemulihan lingkungan ke situasi alam semula (reklamasi) daerah bekas penambangan batubara merupakan bagian paling penting. Sangsi yang seberat-beratnya bagi peruhaan tambang batubara yang mengabaikan lingkungan. Dampak lingkungan, kehancuran tanah, topografi, tanaman yang ditinggalkan tanpa direklamasi lambat laun akan merubah keseimbangan alam sekitarnya merupakan kerugian yang paling besar yang diwariskan kepada generasi masa depan

Eksplorasi endapan batubara di daerah Tempino, Kabupaten Batanghari


SARI
Daerah yang diselidiki secara administratif termasuk Kecamatan Mestong, Kabupaten Batanghari, Propinsi Jambi yang dilalui oleh jalan lintas Timur Sumatera. Daerah penyelidikan termasuk dalam lembar peta topografi nomor 26/XXIII; 26/XXIV; 27/XXIII dan 27/XXIV skala 1:100.000 dari sistem pemetaan topografi nasional Jakarta tahun 1939 atau terletak antara 1o40Â’ - 2o LS dan 103o25Â’ - 103o45Â’ BT.
Endapan batubara Tempino dan sekitarnya terdapat dalam Formasi Muara Enim, terdiri dari 2 (dua) lapisan utama dengan ketebalan Lapisan A (2,30-9,50 m) dan Lapisan C (1,15-7,45 m), serta tiga lapisan tipis yang penyebarannya terbatas kecuali Lapisan B dengan sudut kemiringan berkisar antara 6o dan 15o serta menempati sayap baratdaya dan sedikit di sayap Timurlaut Antiklin Tempino
Hasil analisa kimia batubara dari singkapan dan inti bor memberikan kualitas yang sebanding dengan batubara sejenis dalam Cekungan Sumatera Selatan seperti daerah Talang Ubi, Pendopo dan Bentayan. Nilai panas berkisar antara 4885 dan 5100 kal/kg (adb), kandungan air total sangat tinggi yaitu 46-59 % (ar) dan zat terbang 41-43 % (adb), karbon tertambat 25-35,5 % (adb). Kandungan abu dan belerang umumnya sangat rendah masing-masing kurang dari 1 % dan 0,2 %. Pengujian sifat fisik hanya diwakili oleh indek kekerasan (HGI) memberikan angka rata-rata 79 yang tergolong batubara lunak.
Sumberdaya batubara yang dihitung sampai kedalaman 50 m dan didukung oleh 8 lubang bor untuk seam utama memberikan angka 60 juta ton dan 6,6 juta ton untuk tiga seam tipis-tipis.

1 . PENDAHULUAN
Program eksplorasi yang telah dilaksanakan dalam DIK – S Tahun Anggaran 1997/1998 difokuskan pada bagian selatan Antiklin dan sayap barat Antiklin Tempino.
Eksplorasi yang dilakukan dimaksudkan untuk mengetahui keadaan geologi endapan batubara, terutama seberapa jauh penyebaran lapisan batubara baik ke arah jurus maupun kearah kemiringan serta ketebalannya. Selanjutnya dari informasi-informasi ini diharapkan dapat direkonstruksi geometri lapisan sehingga diketahui potensi endapan batubara yang dapat mendukung rencana program pemerintah dalam pengadaan energi.
Daerah yang diselidiki secara administratif termasuk Kecamatan Mestong, Kabupaten Batanghari, Propinsi Jambi dan dilalui oleh jalan lintas Timur Sumatera. Secara geografis daerah penyelidikan termasuk dalam lembar peta topografi nomor 26/XXIII; 26/XXIV; 27/XXIII dan 27/XXIV skala 1:100.000 dari sistem pemetaan topografi nasional jakarta tahun 1939 atau terletak antara 1o40Â’ - 2o LS dan 103o25Â’ - 103o45Â’ BT (Gambar 2-1).
2. GEOLOGI REGIONAL
Berdasarkan kerangka tektonik Indonesia bagian barat yang telah diuraikan oleh Koesoemadinata dan Pulunggono, 1974 seperti terlihat pada
Gambar 2-2, daerah Tempino terdapat di bagian pinggir dangkalan di dalam cekungan pendalaman belakang (“backdeep”).
Cekungan Sumatera Selatan dan Cekungan Sumatera Tengah merupakan satu cekungan besar yang mempunyai sedimentasi sama dan dipisahkan oleh Pegunungan Tigapuluh. Daerah Cekungan Sumatera Selatan dibagi menjadi depresi Jambi di utara, Sub Cekungan Palembang Tengah dan Sub Cekungan Palembang Selatan atau Depresi Lematang masing-masing dipisahkan oleh tinggian batuan dasar (basement). Tiga antiklinorium yang dipisahkan oleh tinggian batuan dasar adalah Antiklinorium Pendopo, Antiklinorium Palembang dan Antiklinorium Muaraenim.
Pensesaran batuan dasar mengontrol sedimen selama Paleogen. Stratigrafi normal memperlihat-kan bahwa pembentukan batubara hampir bersamaan dengan pembentukan Cekungan Tersier yaitu mulai dari Formasi Talang Akar, Air Benakat dan Muara Enim. Endapan batubara potensial sedemikian jauh hanya terdapat pada tingkat pertengahan siklus regresi mulai dari Akhir Air Benakat dan di akhiri oleh pengendapan Formasi Kasai.
Lapisan batubara utama terkonsentrasi pada dua horison di dalam Formasi Muara Enim. Horison bawah mengandung Seam Mangus, Suban, Petai, Merapi dan Kladi dan Horison Atas mengandung Seam Gantung (Hanging Seam) yang terdiri dari banyak seam.
Pola umum geologi dan tatanan stratigrafi secara regional telah cukup dipahami berkat kegiatan eksplorasi minyak bumi di Cekungan Sumatera Selatan dan Sumatera Tengah (De Coster, 1974). Shell Mijnbouw (1978) memperbaiki penamaan dan tatanan stratigrafi, khususnya Formasi Muara Enim dibagi menjadi 4 angka yang didasarkan atas kelompok kandungan batubara dari bawah ke atas yaitu anggota M1, M2, M3 dan M4.
Berdasarkan peta geologi regional Lembar Jambi dan Lembar Muara Bungo di daerah penyelidikan terdapat 3 formasi yang selaras satu sama lainnya. Formasi itu dari tua ke muda adalah Formasi Air Benakat, Formasi Muara Enim dan Formasi Kasai.
Formasi Air Benakat diendapkan pada fase awal regresi, terdiri dari perselingan batulempung dengan batupasir, batulanau dan serpih, berumur Miosen Tengah.
Formasi Muara Enim diendapkan sebagai kelanjutan dari fase regresi, terdiri dari perselingan batupasir dengan batulumpur, batulempung, batulanau dan batubara, berumur Miosen Akhir - Pliosen Awal dengan lingkungan pengendapan transisi. Formasi ini bertindak sebagai pembawa utama endapan batubara dalam Cekungan Sumatera Selatan.
Formasi Kasai diendapkan pada fase akhir regresi Cekungan Sumatera Selatan. Formasi terdiri dari batulempung tufaan, batupasir tufaan, kadangkala konglomerat dan beberapa lapisan batubara, berumur Pliosen Akhir.
Struktur geologi daerah Tempino merupakan struktur lipatan yang terdiri dari antiklin dan sinklin, berarah Baratlaut-Tenggara dan terpotong oleh sesar normal. Struktur lipatan ini merupakan bagian dari sistem lipatan di kompleks Palembang Utara, jurus umum sumbu Antiklin Tempino adalah baratlaut-tenggara, kemiringan sayap baratdaya berkisar dari 10o, 15o, 10o dan 20o di sayap timurlaut. Sesar yang berkembang adalah sesar normal dan beberapa sesar kecil jenis sesar engsel oblique
3. GEOLOGI DAERAH PENYELIDIKAN
Geologi daerah penyelidikan dapat dikelompokkan menjadi 3 formasi satuan batuan dan endapan permukaan (SA Mangga, dkk., 1993). Formasi Air Benakat terutama disusun oleh perselingan batuan klastika halus dan klastika sangat halus berumur Miosen Tengah - Miosen Atas. Formasi Air Benakat secara selaras ditindih oleh Formasi Muara Enim yang dicirikan oleh satuan batuan menghalus ke atas, terdiri dari pasir halus dibagian bawah dan perselingan batulanau dan batulempung di bagian bawah dan perselingan batulanau dan batulempung di bagian atas dengan sisipan lapisan batubara setempat dapat mencapai tebal 7,45m, umur formasi ini Mio-Pliosen. Secara selaras Formasi Muara Enim ditindih oleh Formasi Kasai, di bagian atas oleh batulempung tufaan serta sering dijumpai konkresi besi mencapai 20 cm tebalnya. Formasi diduga berumur Plio-Plistosen. Endapan permukaan umumnya terdiri dari pasir, lumpur, kerakal dan hasil rombakan batu resen serta endapan rawa.
Gaya kompresi regional terhadap Cekungan Sumatera Selatan menghasilkan pola lipatan di daerah busur belakang termasuk Sub-Cekungan Jambi, antiklinorium dan sinklinorium dengan sungkup menunjam pada kedua ujung sumbunya sangat umum dijumpai di daerah penyelidikan.
Indikasi pola struktur lipatan ini sangat prospek sebagai perangkap cebakan hidrokarbon, terbukti banyaknya sumur produksi pertamina yang tersebar di daerah Tempino dan kanalisaan dekat Kota Jambi.
Dalam pembahasan berikut akan dikemukakan beberapa penampang lubang bor yang dianggap dapat mewakili sebagian dari susunan Formasi Muara Enim.
Bagian bawah Formasi Muara Enim sebagian ditembus oleh lubang bor DM.08 disusun oleh perulangan batulempung dan batupasir. Batulempung berwarna coklat tua, kadangkala coklat kehijauan, masif sampai berlapis dengan sementasi sedang, umumnya mengandung frag mengorganik atau sisa tumbuhan, serta beberapa sisipan batupasir kuarsa kaya dengan pita-pita material karbonan membentuk levee serta mempunyai struktur silang siur, perairan sejajar. Tebal perlapisan batulempung berkisar antara 0,25 dan 12 meter. Beberapa lapisan batulempung mempunyai struktur lentikular dan mengandung konkresi batubesi.
Batupasir berwarna abu-abu muda sampai putih kekuningan, dengan tingkat sementasi rendah dan tidak jarang bersifat lepas, disusun dominan oleh kuarsa, sedikit fragmen batuan dan tufaan, serta beberapa konkresi batubesi diameter butir berkisar dari pasir sangat halus sampai pasir sedang, mengandung perlapisan bersusun dengan penghalusan butir kearah atas, perlapisan silang-siur dan flaser.
Pada singkapan bagian atas formasi ini terdapat 2 lapisan batubara, masing-masing tebalnya adalah 0,70 meter dan 1,20m dan tebal lapisan intrasedimen kurang lebih 17 meter.
Bagian tengah formasi yang ditembus sebagian oleh beberapa lubang bor antara lain lubang bor DM 0,1; 0,2; 0,3; 0,5; 0,6 dan 10 mewakili ketebalan kurang lebih 75m. Bagian tengah ini disusun oleh perulangan dari batupasir batulempung dan batulanau serta 2 lapisan batubara dengan warna dominan abu-abu muda, abu-abu kehijauan.
Batupasir berwarna abu-abu muda, abu-abu kehijauan dengan tingkat sementasi buruk sehingga seringkali bersifat lepas, pada umumnya masif dengan ukuran butir halus sampai sedang dan terpilah buruk, satuan ini dominan disusun oleh kuarsa dan sedikit fragmen batuan sedangkan kandungan material karbon setempat tinggi. Batulanau berwarna abu-abu tua sampai abu-abu kehijauan, kadangkala abu-abu kecoklatan, masif dan miskin akan material karbonan. Batulempung berwarna abu-abu tua sampai abu-abu kehitaman, umumnya lunak sampai plastis sehingga mengotori tangan, umumnya kaya akan material karbonan.
Pada Formasi Muara Enim bagian tengah ini terdapat satu dan dua lapisan batubara yang mempunyai ketebalan rata-rata masing 2,5m dan 0,75m.
Bagian atas formasi yang ditembus sebagian oleh lubang bor DM 11 mewakili ketebalan 25,5m sedangkan ketebalan seluruh mencapai 100 m lebih.
Formasi Kasai diendapkan secara selaras diatas Formasi Muara Enim dicirikan oleh endapan darat terdiri batulempung tufaan putih abu-abu terang mengandung sisipan pasir konglomeratan dan oksida besi. Kearah atas formasi didominasi oleh batupasir tufaan, terpilah sedang, mengandung mineral kuarsa, fragmen gelas volkanik dan feldspar.
Endapan Resen ditandai oleh endapan permukaan yang terbentuk sekarang terdiri dari endapan sungai, rawa, aluvial (lumpur, pasir lepas, kerakal dan kerikil). Satuan batuan ini menindih tidak selaras satuan batuan yang berada dibawahnya. Sebarannya disepanjang sungai, rawa-rawa dan teras-teras sungai yang tersebar di daerah penyelidikan.
Pemboran inti yang dilakukan terhadap Formasi Muara Enim sebagai pembawa batubara dan beberapa singkapannya tampak mempunyai struktur dalam sedimen khas yang dapat digunakan sebagai penentu lingkungan pengendapan. Struktur sedimen pada umum dijumpai antara lain perlapisan sejajar, silang-siur dan gelembur-gelombang pada batupasir dan batulanau serta struktur yang khas antara lain struktur lidah api (“flaser”) dan bioturbasi sedangkan pada batulempung adalah struktur lentikular. Disamping struktur yang dikemukakan diatas juga sering dijumpai fragmen batulumpur pada lantai batubara dan konkresi-konkresi siderit mengandung kalsit.
Berdasarkan data yang ditemukan baik pada singkapan maupun inti bor untuk sementara dapat disimpulkan bahwa Formasi Muara Enim di daerah penelitian diendapkan pada lingkungan laut dangkal atau suatu rawa yang sewaktu-waktu berhubungan dengan laut. Lebih lanjut dari kehadiran struktur lidah api dan lentikular ini dapat mengindikasikan bahwa ia diendapkan pada lingkungan “tidal flat” (Hantzschel, 1963, Reineck 1960 dalam Reineck and Singh, 1980).
Kenampakan pola struktur di daerah penyelidikan mempunyai kecenderungan berarah Baratlaut-Tenggara searah dengan pola struktur regional Sub Cekungan Jambi. Gaya tegasan utama di daerah ini adalah gaya konpresif berarah Baratdaya-Timurlaut menghasilkan pola struktur lipatan regional antiklinorium dan sinklinorium.
Salah satu antiklinorium yang berkembang di daerah penyelidikan adalah Antiklin Sungkup yang dikenal dengan Antiklin Tempino. Antiklin ini menempati sebagian besar daerah penyelidikan dengan panjang sumbu sungkupnya 22,5 km dengan sudut tunjaman sebesar 10o kearah baratlaut dan kearah tenggara sebesar 8o. Lebar antiklin ini adalah 5 km yang terukur di bagian tengahnya. Antiklin Tempino ini tersesarkan normal di bagian tengahnya. Posisi bagian tenggara relatif naik terhadap bagian baratlaut. Disamping sesar utama ini juga terdapat beberapa sesar kecil yang berjenis sesar normal. Salah satu diantaranya terdapat diujung selatan, melalui lubang bor DM 06 dan 08, dimana bagian selatan relatif turun. Gaya regangan ini diperkirakan berlangsung paska Formasi Kasai diendapkan yaitu Pleistosen Awal.
3. POTENSI ENDAPAN BATUBARA
Selama penyelidikan ditemukan sebanyak 26 buah singkapan batubara dan 8 (delapan) lubang bor dapat mengidentifikasi 5 lapisan batubara yang terdiri 2 lapisan batubara utama menerus dan 3 (tiga) lapisan-lapisan tipis serta tidak menerus. Kelima lapisan tersebut mulai dari atas ke arah bawah secara berurutan dinamakan Lapisan A; B; C; D dan E (Gambar 2- 2).
Litologi yang khas dari sisipan di dalam seam adalah batulempung tufaan terdapat pada beberapa seam dengan jumlah berbeda serta meluas hampir ke seluruh daerah penyelidikan.
Lapisan E merupakan lapisan batubara terbawah di daerah penyelidikan. Singkapannya ditemukan pada bagian hulu dari anak Sungai Kemang dekat Desa Sukadamai lokasi ST.10. Seam ini sekaligus menjadi dasar Formasi Muara Enim yang terdapat di bagian hidung antiklin Tempino, sedangkan ke arah utara berubah menjadi batulempung hitam. Kemiringannya rata-rata 7o dengan panjang sebaran kurang lebih 2,5 km dan mempunyai ketebalan rata-rata 0,70 m. Pengamatan megaskopis terhadap batubara tampak berwarna hitam kecoklatan, agak keras dan getas serta mengotori tangan. Di bagian tengah mempunyai struktur bergaris sedangkan bagian bawah dan atas menyerpih, secara keseluruhan kusam, resin tersebar berupa nodul-nodul atau pita jumlahnya tidak kurang dari 5%. Struktur kayu masih terlihat mineral pirit terdapat mengisi rekahan, kadang kala sebagai selaput tipis.
Lapisan intra sedimen antara Lapisan D dan E terdiri dari perselingan batupasir abu-abu muda dan batulempung coklat. Tebal satuan intra sedimen ini terukur kurang lebih 17m.
Lapisan D tersingkap pada bagian hulu anak Sungai Kemang dekat Desa Sukadamai lokasi ME.04, berarah jurus N80oE/30o dan tebal 1,25 m. Pengamatan megaskopis terhadap batubara tampak berwarna hitam kecoklatan, keras dan getas serta sedikit mengotori tangan, tekstur garis atau pita dan umumnya kusam, resin tersebar dalam lapisan dengan jumlah kecil, kadang-kadang dijumpai mineral pirit mengisi rekahan sehingga tergolong mineral sekunder. Bagian bawah dan atasnya banyak menyerpih yang menunjukan kontak berangsur ke batuan pengapitnya. Penyebarannya terbatas pada hidung Selatan Antiklin Tempino. Pada singkapan terlihat beberapa indikasi yang menunjukkan bahwa daerahnya dilalui oleh struktur, sementara itu dari penampang lubang bor DM.08 yang dimaksudkan untuk menembus Seam D dan E dijumpai breksiasi pada batupasir sedangkan kedua seam yang dimaksud tidak ditembus karena berada bagian yang relatif turun. Dari beberapa indikasi yang dijumpai antara perubahan arah jurus, besar kemiringan dan breksi untuk sementara disimpulkan bahwa daerah ini dilalui struktur sesar kemungkinan jenis sesar engsel.
Satuan intra sedimen antara Lapisan D dan C disusun oleh perselingan antara batupasir abu-abu kehijauan dan batulempung coklat. Ketebalan satuan ini yang ditembus oleh pemboran kurang lebih 37m sedangkan ketebalan seluruhnya diperkirakan 200m lebih yang dihitung dari penampang geologi.
Lapisan C tersingkap sebanyak 12 lokasi dan ditembus oleh lubang DM.01; 02; 03; 05; 06 dan 10, berkembang cukup baik di daerah Tempino. Lapisan batubara ini ketebalannya berkisar dari 0,58 m di lubang bor DM.02 dan 7,45m di lubang bor DM.10, rata-rata ketebalannya 1,75 m di bagian selatan dan 7 m dibagian baratlaut antiklin Tempino dan mempunyai kemiringan berkisar antara 10o dan 15o serta menempati sayap barat antiklin.
Pada sayap arat lapisan batubara berkembang cukup baik dengan penyebaran sepanjang kurang lebih 22,5 km sedangkan pada sayap timur penyebarannya terbatas hanya dibagian selatan ke arah utara berubah menjadi lempung hitam.
Satuan intra sedimen antara Lapisan C dan B disusun oleh perselingan batupasir, batulempung dan kadang-kadang dengan batulanau. Ketebalan satuan ini yang ditembus 32 m di lubang bor DM.06 dan 29,4 m di lubang bor DM.03.
Lapisan B dalam eksplorasi ini tidak pernah ditembus akan tetapi tersingkap di beberapa tempat antara lain pada beberapa anak Sungai Kemang dan Sungai Sekeluar di Desa Pelempang, ketebalan bervariasi antara 0,50 m dan 2,40 m kemiringan rata-rata 10o serta dapat ditelusuri sepanjang kurang lebih 12 km.
Satuan intra sedimen antara Lapisan A dan B terdiri dari batupasir abu-abu tua, abu-abu hijau dan putih, tingkat kompaksi rendah, berlapis tipis dengan perlapisan silang siur umum, kearah atas batupasir ini berubah menjadi batulempung tufaan.
Lapisan A tersingkap pada cabang-cabang Sungai Bunut dekat Kampung Pelita dan cabang Sungai Panerokan kecil dekat Desa Baru serta ditembus oleh lubang bor DM.11. lapisan batubara ini dapat ditelusuri sepanjang 4 km di selatan sesar utama dan 3 km di utaranya, dicirikan oleh batuan pengapit yaitu batulempung karbonan sebagai lantainya dan batulempung coklat tua sampai hitam dan batulanau coklat tua kaya akan sisa tumbuhan dan bola-bola batubara. Lapisan batubara dicirikan oleh kehadiran dua buah lapisan pengotor yaitu batulempung dan batupasir, serta struktur kayu berlimpah yang menunjukkan tingkat karbonisasi rendah. Ketebalan lapisan baik di selatan maupun di utara sesar utama sangat bervariasi antara 2,60 m di DM.11 dan 9,5m pada beberapa singkapan dengan kemiringan rata-rata 110o.
5. KUALITAS BATUBARA
Analisa kimia sebanyak 19 (Sembilan belas) conto “Ply Sample” dan 2 (dua) conto “Composite Sample” batubara terdiri dari analisa proksimat, penentuan kandungan sulfur, nilai kalori dan nilai HGI dengan dasar kering udara (adb).
Evaluasi terhadap kualitas batubara Tempino dalam laporan ini diuraikan secara singkat di bawah ini :
Kandungan Air Total dalam batubara Tempino baik conto singkapan maupun inti bor seluruhnya tercatat sangat tinggi yaitu berkisar antara 44,6% dan 59,6%. Pada conto asal inti bor terlihat kandungan air bebas relatif lebih tinggi dibandingkan conto singkapan. Hal ini agaknya dipengaruhi oleh tingkat penguapan yang lebih tinggi pada conto singkapan karena lebih dekat ke permukaan sedangkan pada conto inti bor mewakili kondisi in situ.
Kandungan air tertambat baik conto singkapan maupun inti bor menunjukkan angka berkisar antara 15,1% dan 19,8% sedangkan air bebas berkisar antara 32,7% dan 50,5%.
Kandungan zat terbang berkisar antara 41,0% dan 47,8% yang tergolong tinggi dan disebut batubara “High Volatile”. Batubara dengan kandungan zat terbang tinggi berguna untuk industri gas dan memerlukan penanganan khusus.
Angka rata-rata karbon tertambat tercatat 25,0% - 35,5% untuk seam paling bawah sedangkan untuk seam paling atas berkisar antara 25,0% - 31% yang menunjukkan tingkat pengarangan rendah.
Kandungan abu setempat cukup tinggi mencapai 16,7%, hal ini dipengaruhi oleh kehadiran lapisan pengotor dalam seam, sedangkan secara keseluruhan kurang dari 6%. Demikian pula kandungan belerang umumnya kurang dari 0,2% sedangkan yang cukup tinggi agaknya disebabkan oleh penetrasi mineral pirit sekunder yang terdapat mengisi retakan batubara.
Nilai panas dari seluruh conto memberikan angka rata-rata 4900 kkal/kg dan sedikit lebih tinggi pada seam terbawah.
Berdasarkan kandungan air tertambat karbon tertambat dan zat terbang batubara Tempino termasuk dalam kelas Lignit A dengan zat terbang tinggi.
6. SUMBERDAYA BATUBARA
Perhitungan sumberdaya dalam laporan ini didasarkan atas rekonstruksi data permukaan dan bawah permukaan serta evaluasi secara geologi. Dari hasil rekonstruksi kedua macam data tersebut diketahui bahwa didaerah Tempino terdapat dua lapisan batubara utama yaitu Lapisan A dan C yang mempunyai ketebalan masing-masing berkisar antara 1,50 m dan 9,50 m untuk Lapisan A dan antara 0,47 m dan 7,45 m; untuk Lapisan C, sedangkan tiga seam lainnya yaitu Lapisan B, D dan E mempunyai penyebaran yang sempit dan ketebalan rata-rata kurang dari 1 meter.
Hasil perhitungan sumberdaya batubara secara kumulatif untuk setiap seam sampai kedalaman 50m adalah 67,4 juta ton.
7. PROSPEK PENGEMBANGAN BATUBARA
Endapan batubara Tempino dan sekitarnya lapisan batubara yang cukup prospek untuk dikembangkan lebih lanjut adalah Lapisan A (2,30 -9,50m) dan Lapisan C (1,15-7,45m).
Untuk mengetahui sumberdaya batubara yang lebih pasti, perlu dilakukan eksplorasi lanjutan.

8. KESIMPULAN DAN SARAN
Endapan batubara Tempino dan sekitarnya terdapat dalam Formasi Muara Enim, terdiri dari 2 (dua) lapisan utama yang mempunyai ketebalan masing-masing Lapisan A (2,30 -9,50m) dan Lapisan C (1,15-7,45m), serta tiga lapisan tipis yang penyebarannya terbatas kecuali Lapisan B dengan sudut kemiringan berkisar antara 6o dan 15o serta menempati sayap baratdaya dan sedikit di sayap timurlaut Antiklin Tempino.
Data dan peta yang dikumpulkan dari eksplorasi ini kiranya telah cukup memenuhi untuk melakukan evaluasi terhadap endapan batubara daerah Tempino.
Sumberdaya batubara yang dihitung sampai kedalaman 50m dan didukung oleh 8 lubang bor untuk seam utama memberikan angka 60 juta ton dan 6,6 juta ton untuk tiga seam tipis-tipis.
Hasil analisa terhadap conto batubara asal singkapan dan inti bor memberikan kualitas yang sebanding dengan batubara sejenis dalam Cekungan Sumatera Selatan seperti daerah Talang Ubi, Pendopo dan Bentayan. Nilai panas berkisar antara 4885 dan 5100 kkal/kg (adb), kandungan air total sangat tinggi yaitu 46-59% (ar) dan zat terbang 41-43% (adb), karbon tertambat 25-35,5%(adb). Kandungan abu dan belerang umumnya sangat rendah masing-masing kurang dari 1% dan 0,2%. Pengujian sifat fisik hanya diwakili oleh indek kekerasan (HGI) memberikan angka rata-rata 79 yang tergolong batubara lunak.
Dari hasil analisa sebanyak 21 conto bahwa kualitas lignit disini tidak mengecewakan dibandingkan batubara sejenis dalam Cekungan Sumatera Selatan dan sumberdaya yang cukup berarti, kiranya batubara Tempino akan mendapat peluang untuk memenuhi kebutuhan energi di kemudian hari.

BRO COAL PROJECT

Loading...

Appointment Book

GP

CARBON COUNTER

ENERGY NEWS

NEWS

Monatshoroskope Horoskop

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls
Email kami:ptbumiresourcesorland@yahoo.co.id Telp/ Hp 085274218459 / 0747-21888